China

Wisata Murah China: Beijing-Shanghai

SONY DSC

Wisata Murah China: Beijing-Shanghai

Perjalanan traveling 2 hari Shanghai – 3 hari Beijing bareng 2 teman fotografer om Nicky Setiabudi & om Eko Setiawan. Hasil foto super banyak & bagus2. Overall nice trip & best travel friends, thanks to GOD! Total biaya kurang lebih 6,7 juta untuk semuanya, di luar biaya oleh2.

Keuntungan dibanding ikut tour: harga lebih murah, lebih fleksibel dalam mengatur waktu (ikut tour biasanya waktu di tempat wisata terbatas & harus ikut shopping ke tempat obat, teh, pijat, dll), bahkan tempat wisata yang kita kunjungi selama di Beijing-Shanghai bisa jadi lebih banyak daripada rute/itinerary tour standart..

Pengalaman unik lainnya yaitu kita bisa menikmati pengalaman jalan kaki & naik subway, merasakan bagaimana menjadi orang lokal di Beijing-Shanghai. Makanan juga bisa merasakan semuanya, mulai dari makanan street food, makanan khas yang biasa dimakan penduduk lokal, fast food, sampai dengan makan di cafe mahal & restaurant berkelas 🙂

Seperti biasa, perjalanan saya dimulai dari airport Juanda, Surabaya menuju Kuala Lumpur, transit sebentar kemudian melanjutkan perjalananan dari KL ke Beijing dengan menggunakan Air Asia.

SONY DSC

Start the Journey!

Sampai di bandara Capital International Beijing, kita menuju ke bandara departure terminal 2 domestik, untuk kemudian tidur di sana. Pagi hari, antri check-in untuk mendapatkan boarding pass dari China Eastern Airlines yang akan membawa kita dari Beijing ke Shanghai. Jangan lupa setelah mendapat boarding pass, siap2 untuk melepas semua barang bawaan yang ada dalam kantong baju maupun celana, karena pemeriksaan di penerbangan domestic China menuju ke gate ini sangat ketat, bahkan dompet pun harus melalui screening pemeriksaan, lain dengan di Indonesia.

Perjalanan dengan pesawat China Eastern ini cukup menyenangkan, kursi lebih longgar dan lebih nyaman ketimbang Air Asia, dan lebih penting lagi kita dapat makan pagi yang lumayan mengenyangkan, meskipun cuman berupa bubur, roti isi daging, dan yoghurt.

* Day 1 & 2: Wisata Murah Shanghai

* Day 3: Wisata Beijing Forbidden City dan sekitarnya

* Day 4: Wisata Murah Beijing

* Day 5: Wisata Great Wall Beijing

Jangan lupa baca postingan tentang perincian biaya:

Harga wisata murah China: Beijing-Shanghai

Dari Beijing sama seperti rute keberangkatan sebelumnya, kita balik ke Kuala Lumpur dahulu, kemudian lanjut ke Surabaya. Selesai sudah liburan kita kali ini. Sampai ketemu di posting blog LM berikutnya: Liburan Murah Filipina! 🙂

Rekomendasi Hotel di Shanghai

Yang kita pilih: Blue Mountain Bund Youth Hostel, 10 menit dari East Nanjing Road Station exit 1. Lokasi Blue Mountain Bund Youth Hostel ini cukup strategis & tidak terlalu jauh dari subway metro Shanghai. Kalau punya budget lebih, Lakeside Holiday Inn Hotel bisa jadi pilihan, kamar hotel sedikit lebih nyaman & tersedia breakfast setiap paginya. Kalo terdekat dari subway station, pilihannya adalah Nanjing Hotel.

Harga triple room 45 USD / malam di Agoda, lebih murah ketimbang di website Hostel maupun di HostelWorld

Pilihan lain:

Untuk hotel lain di Shanghai, bisa cek di: Review Hotel di Shanghai

Rekomendasi Hotel di Beijing

Yang kita pilih: Happy Dragon Hostel, Beijing, 5 menit dr Dongsi Station exit E. Lokasi tidak sedekat Hotel Wahaha, tapi masih tidak terlalu jauh untuk berjalan kaki. Keuntungannya: reception bisa berbahasa Inggris, dan tersedia tour murah ke Great Wall Mutianyu (menurut saya lebih bagus dari Great Wall Badaling). Tour di Happy Dragon Hostel ini juga no-shopping, jadi kita tidak akan dibawa shopping masuk ke toko obat, teh, perhiasan dan sebagainya.

Harga triple room ensuite (kamar mandi dalam): 210 RMB (336 ribu rupiah) / malam

Pilihan lain:

Untuk hotel lain di Beijing, bisa cek di: Review Hotel di Beijing

Liburan Murah Info

Harga Wisata Murah China: Beijing-Shanghai

Makanan Murah Beijing-Shanghai

Harga Wisata Murah China: Beijing-Shanghai

Food – makanan Shanghai

Hari Pertama

•    Shanghai Dumpling kuah di NingBo Road, harga 10 RMB isi 15 biji besar-besar per porsi.
•    Sore nyamil sosis Jerman di Xintiandi – Resto Paulaner Brauhaus, harga 176 RMB dimakan bertiga, minum ngopi sekitar 30-35 RMB per gelas. Harga lumayan mahal, tapi worth it untuk duduk-duduk leyeh2 di Xintiandi.
•    Makan malam semacam nasi campur, harga 12 RMB per porsi.
•    Sate tusuk, harga satuan nggak tau :p
Kalo total yang dibeli 6 tusuk: 3 sate jamur inoki, 2 sate ayam, 1 sate sosis, harga semuanya 11 RMB

Hari Kedua

•    Pagi makan Lamien murah meriah kenyang di depot pak Haji, ada di menu paling atas (kiri atas) seharga 8 RMB per porsi.
•    Siang makan nasi campur 18 RMB per porsi + 6 RMB Shanghai Dumpling + 9 RMB ayam/bebek panggang.
•    Nyamil bakpau “Babi Mantou” harga 1,2 – 1,5 RMB
•    Masih banyak camilan lain di sekitar Nanjing, yaitu di jalan South ShanXi Road, NingBo Road, dan TianJing Road, dan di sekitar East Nanjing Road sendiri..

Food – makanan Beijing

Hari Kedua

Makan malam McDonalds: 20,5 RMB per paket.

Hari Ketiga

Breakfast Xiao Long Bao 10 RMB per kotak isi 10 biji, pesan 3 kotak 30 RMB untuk bertiga.
Brunch hamburger di Forbidden City 10 RMB per biji.
Siang makan mie instant kotak 6 RMB per biji, beli sosis 3 RMB per tusuk.
Malam makan Peking Duck 238 RMB (bisa untuk bertiga)
Camilan sate Wang Fu Jing sekitar 10-15 RMB per tusuk.

Hari Keempat

Breakfast di food court dekat hostel, yaitu di Dragon Temple Street, dengan menu khas Beijing, yaitu sup tahu, sup daging, dan bubur kacang asin. Harga total 28 RMB dimakan bertiga.
Makan siang KFC: 30-35 RMB per paket.
Makan malam McD di Sanlitun (sebelah Yaxiu / Yashow Market): harga 30-35 RMB per paket.

Hari Kelima

Makan pagi breakfast di hostel (include paket tour Great Wall Mutianyu)
Makan siang 10 macam masakan di Great Wall Mutianyu (termasuk paket tour Great Wall Mutianyu)
Makan malam Yoshinoya: 30-40 RMB per paket.
Hotdog Subway Resto: 20-25 RMB per biji.

Transportasi Beijing-Shanghai

Flight Surabaya ke Beijing & Transportasi luar kota Beijing-Shanghai

  • Air Asia Surabaya-Kuala Lumpur-Beijing pp: Rp. 2,7 juta
  • Kereta Cepat / Bullet Train Shanghai-Beijing: 553 RMB
  • Pesawat Domestik China Eastern: Rp. 930 ribu

Transportasi Lokal Beijing-Shanghai

Cara menggunakan mesin subway di Shanghai

Pilih menu English pada bagian pojok layar sentuh. Kemudian pilih station tujuan anda (tidak harus di line yang sama, karena anda bisa berpindah line/jalur nantinya), kemudian setelah station tujuan kita pilih, masukkan jumlah tiket (untuk berapa orang), dan masukkan uang untuk pembayaran (ada mesin tiket yang bisa untuk coin saja, atau bisa keduanya, coin + uang kertas / bank note). Pecahan untuk uang ini bisa dilihat pada mesin tiket, karena tidak semua pecahan uang, baik uang kertas maupun koin bisa diterima, jadi sebaiknya cek terlebih dahulu.
Harga Maglev Train: oneway 50 RMB (sekali jalan)
Harga subway: 3-5 RMB sekali jalan, tergantung jarak tujuan.

Cara menggunakan mesin subway Beijing

Pilih menu English pada bagian pojok layar sentuh. Kemudian pilih line tujuan anda, setelah itu pilih station tujuan anda (station tujuan tidak harus di line yang sama, karena anda bisa berpindah line/jalur nantinya), kemudian setelah station tujuan kita pilih, masukkan jumlah tiket (untuk berapa orang), dan masukkan uang untuk pembayaran (ada mesin tiket yang bisa untuk coin saja, atau bisa keduanya, coin + uang kertas / bank note). Pecahan untuk uang ini bisa dilihat pada mesin tiket, karena tidak semua pecahan uang, baik uang kertas maupun koin bisa diterima, jadi sebaiknya cek terlebih dahulu.
Harga subway: 2 RMB sekali jalan, jauh dekat sama saja.
Harga Airport Express train: 25 RMB one way (sekali jalan)

Tips: hati-hati terhadap scam di Beijing – rickshaw 3 RMB ternyata berubah jadi 300 RMB! Awalnya kita ingin masuk dari pintu utara Forbidden City, ternyata pintu masuk harus dari selatan di Tiananmen. Ditawari rickshaw cuma 3 RMB, ternyata ditipu, harus bayar 300 RMB! Caranya tinggal lari cari jalan menuju ke jalan besar, sambil berteriak 🙂

Bahasa – Yang paling banyak digunakan

•    ik er san.. “ik ke”: 1 biji, “liang ke”: 2 biji, “san ke”: 3 biji, dst..
•    Kalau uang = ik guay : 1 RMB, er guay : 2 RMB, san guay : 3 RMB, dst..
•    Nasi: mifan
•    Toilet : cesuo
•    Air putih: bai shui (bacanya “pai sue” kalo nggak salah)

Maaf kalo ada yang keliru, maklum cuman hasil googling, hehehe. Tapi ini membuktikan meskipun kita semua tidak bisa berbahasa Mandarin, trip ke Beijing-Shanghai ini dapat berjalan dengan lancar. Jadi tidak perlu takut untuk perjalanan mandiri ke China, terutama Beijing & Shanghai.

Penginapan

Salah satu keuntungan tinggal di hostel di China dalah karyawan/staff hostel yang bisa berbahasa Inggris & sangat ramah melayani berbagai pertanyaan kita (berbeda dng receptionist hotel di China). Banyak tour harian murah meriah dari hostel, & juga tersedia beberapa agenda tour tanpa “shopping” (baca: dipaksa beli)

Harga Hotel Shanghai

Yang kita pilih: Blue Mountain Bund Youth Hostel, 10 menit dari East Nanjing Road Station exit 1. Lokasi Blue Mountain Bund Youth Hostel ini cukup strategis & tidak terlalu jauh dari subway metro Shanghai. Kalau punya budget lebih, Lakeside Holiday Inn Hotel bisa jadi pilihan, kamar hotel sedikit lebih nyaman & tersedia breakfast setiap paginya. Kalo terdekat dari subway station, pilihannya adalah Nanjing Hotel.

Harga triple room 45 USD / malam di Agoda, lebih murah ketimbang di website Hostel maupun di HostelWorld

Pilihan lain:

Untuk hotel lain di Shanghai, bisa cek di: Review Hotel di Shanghai

Harga Hotel Beijing

Yang kita pilih: Happy Dragon Hostel, Beijing, 5 menit dr Dongsi Station exit E. Lokasi tidak sedekat Hotel Wahaha, tapi masih tidak terlalu jauh untuk berjalan kaki. Keuntungannya: reception bisa berbahasa Inggris, dan tersedia tour murah ke Great Wall Mutianyu (menurut saya lebih bagus dari Great Wall Badaling). Tour di Happy Dragon Hostel ini juga no-shopping, jadi kita tidak akan dibawa shopping masuk ke toko obat, teh, perhiasan dan sebagainya.

Harga triple room ensuite (kamar mandi dalam): 210 RMB (336 ribu rupiah) / malam

Pilihan lain:

Untuk hotel lain di Beijing, bisa cek di: Review Hotel di Beijing

Tempat Wisata Beijing-Shanghai

Tiket Masuk Tempat wisata

Shanghai: semua tempat yang kita tuju merupakan tempat wisata yang gratis, all free! 🙂

Beijing:

  • Forbidden City: 60 RMB
  • Jingshan Park: 2 RMB
  • Beihai Park: 20 RMB
  • Temple of Heaven: 35 RMB
  • Summer Palace: 30-60 RMB
  • Great Wall tour Mutianyu: 280 RMB

Total biaya per orang kita menghabiskan sekitar: Rp. 6,7 juta (di luar oleh-oleh)

* Berdasarkan kurs valas (RMB) di bulan Maret 2013

Wisata Murah Shanghai

Shanghai Expo

Wisata Murah Shanghai

Hari pertama – 1 April 2013

Pudong International Airport & The Famous Maglev Train!

Sampai di bandara Shanghai Pudong, kita menyempatkan diri untuk berfoto dahulu. Bandara Pudong ini terkenal dengan bentuk strukturnya yang unik. Setelah itu kita menuju ke Maglev Station dengan mengikuti petunjuk jalan yang tersedia di bandara terminal 2, untuk naik Maglev Train, salah satu kereta tercepat di dunia, dengan kecepatan maksimal 430 km / jam.

Sampai di tujuan, kita menuju ke Longyang Road Station, yang terletak di seberang jalan bangunan terminal Maglev, menuju ke hostel kita di sekitar Nanjing Road, tepatnya di South Sanxi Road. Keluar dari Exit 1 di East Nanjing Road, kita berbelok ke kanan. Setelah itu ada perempatan pertama belok ke kanan lagi, dan mengikuti jalan tersebut sampai ketemu dengan bangunan tinggi di sebelah kanan jalan dengan logo “Blue Mountain”. Dari hostel, kita diberitahu tempat untuk membeli tiket kereta di jalan Middle JiangXi Road. Tidak terlalu jauh, cukup berjalan kaki saja. Sebelumnya kita makan dahulu di sekitar Nanjing, yaitu di NingBo Road, untuk membeli Shanghai Dumpling kuah yang murah meriah seharga 10 RMB, berisi 15 biji dumpling besar (semacam siomay) berisi sayuran & daging (non-halal).

Shanghai Expo Building

Setelah beli tiket kereta cepat (bullet high-speed train) sesuai dengan jadwal yang kita inginkan untuk besok balik dari Shanghai ke Beijing (kereta G18 yang berangkat jam 15.00), kita langsung naik subway dari exit 6 yang terletak tidak jauh dari JiangXi Road, tempat kita membeli tiket kereta. Rute kita hari ini menuju ke bangunan Expo Shanghai, yang terletak di China Art Museum Station. Sampai di sini kita segera menuju ke China Art Museum, kemudian menuju ke bangunan berbentuk seperti UFO di bagian samping kiri China Art Museum, yaitu Mercedes Benz Arena, dengan menyeberang jalan terlebih dahulu. Di sini kita dapat melihat bagian dalam / interior bangunan, kemudian melanjutkan perjalanan ke arah bagian belakang bangunan, di mana terdapat Expo Park, berupa tempat duduk-duduk yang mengarah ke pinggir sungai Huang Pu. Terakhir kita menuju ke Saudi Arabia Pavilion yang berada di seberang Mercedes Benz Arena.

Shanghai Xintiandi

Dari Expo Building, berikutnya kita menuju ke Xintiandi, yaitu daerah café dengan bangunan khas Eropa di Shanghai. Cara paling mudah menuju ke sini yaitu turun di Xintiandi Station, kemudian keluar di pintu paling ujung Mall Xintiandi Style. Dari sini berjalan lurus saja, sampai ketemu dengan belokan ke arah kanan (lihat petunjuk jalan ke Xintiandi), kita sudah sampai di area café Xintiandi. Sampai di persimpangan pertama, belok ke arah kiri, dan kita akan menemukan berbagai café terkenal di Xintiandi, seperti Starbuck, Paulaner Brauhaus, Coffee Bean, 1930 Xintiandi, Fountain, dll..

Yuyuan Garden

Nyantai sambil ngafe sebentar di Pauliner Brauhaus sambil menikmati sosis Jerman, kita segera bergegas karena sudah menjelang malam, menuju ke Yuyuan Garden. Ada beberapa spot foto bagus di malam hari di kota Shanghai ini, yaitu di Yuyuan Garden dan The Bund. Kita segera menuju ke Yuyuan Garden Station. Begitu sampai tinggal berjalan kaki lurus, setelah itu pada belokan jalan pertama (terlihat permainan lampu pada bangunan berbentuk tradisional), kita sudah sampai di area Yuyuan Garden. Belok kanan, menuju perempatan pertama, dan masuk pada area bagian dalam Yuyuan Garden. Dari sini kita bisa berjalan kaki menuju ke The Bund sekitar 500 meter, tinggal ikuti saja papan petunjuk jalan yang tersedia di pojok perempatan jalan. Kenyataannya cukup jauh juga, tapi kita sudah terlanjur separoh jalan, hehehe, akhirnya sampai juga di The Bund Shanghai.

The Bund Shanghai

Berfoto dahulu di The Bund, kemudian kita berjalan kaki balik menuju ke East Nanjing Road. Makan malam dahulu di NingBo Road, setelah itu nyamil sate tusuk, kemudian balik untuk beristirahat di hostel.
What a day!
Baru kemarin kita sampai di Beijing, tidur di airport, pagi s/d malam langsung joss jalan kaki + subway’ing keliling Shanghai, malamnya di hostel langsung kita tidur dengan nyenyak! #ngorok 🙂

Hari kedua – 2 April 2013

Hari ini kita agak santai, baru berangkat dari hostel sekitar jam 8.30 pagi. Makan sebentar di resto pak Haji yang sudah pernah saya coba sebelumnya, ternyata tidak tersedia menu nasi di pagi hari. Tapi pilihan depot kita pagi ini tidak salah, karena ternyata depot pak Haji ini lebih dikenal dengan menu mie lamien. Agak ragu awalnya, tapi berhubung sudah lapar kita memesan lamien tersebut. Murah meriah, cuman 8 RMB, ternyata lamien tersebut enak fresh from the oven (baru saja dibuat setelah kita pesan), dan cukup mengenyangkan! Masih ada tempat sedikit di perut, kita sempatkan untuk mampir sebentar di kedai Babi Mantou – untuk membawa bekal bakpao sepanjang perjalanan hari ini.

Lujiazui & Pearl TV Tower

Jalan kaki ke menuju ke The Bund – foto2 – kemudian balik lagi ke East Nanjing Road menuju ke Lujiazui Station, di mana terdapat bangunan Apple Store dengan pemandangan Pearl TV Tower yang terkenal. Cukup mudah untuk mencari bangunan Apple Store ini, yaitu dengan keluar di Lujiazui Station, kemudian cari elevator menuju ke lantai atas, dan dari sini tinggal cari jalan menuju ke circular pedestrian bridge, dan tidak lama kemudian akan terlihat bangunan Apple Store yang terdapat di IFC Mall, berseberangan dengan Pearl TV Tower. Mampir sebentar, kemudian kita balik ke East Nanjing Road Station.

Nanjing – makan lagi di salah satu resto kecil di NingBo Road, kita memesan menu nasi campur, dengan tambahan Shanghai Dumpling dan Ayam/Bebek Panggang. Setelah itu mengambil tas di hostel, dan segera kita bergegas menuju ke Shanghai Hongqiao Railway Station, karena waktu yang sudah cukup mepet dengan jam keberangkatan kereta cepat-bullet train kita di jam 3 sore.

Hongqiao Station – Airport & Railway Station

Sampai di Hongqiao Railway Station, waduuh, ternyata HongqiaoStation ini cukup (baca: sangat) besar! Kita setengah berlari untuk menuju ke ujung stasiun, dan di ujung stasiun masih harus naik lagi ke lantai 2, yaitu tempat lantai keberangkatan/departure. Dari lantai 2, segera kita melihat papan petunjuk, kereta kita G18 berangkat dari pintu gate 1, yang berada di sebelah kanan escalator. Sampai di pintu gate 1, tiket kereta kita dicek terlebih dahulu, dan kita turun lagi ke lantai bawah untuk naik ke gerbong kereta kita. Cara membaca tiket kereta G-Train: G18 kode kereta, sedangkan di ujung kanan tiket adalah nomer gerbong kereta (11) dan nomer kursi pada gerbong tersebut (06B).

Tips: orang di Shanghai lebih baik ketimbang Beijing, xixixi.. Lebih ke pengalaman pribadi saja selama di Beijing & Shanghai, dari beberapa kali tanya orang di jalan. Kemudian belum lagi kena tipu di Beijing, lain kali saya bakal lebih lebih waspada di Beijing ketimbang Shanghai. Mungkin juga karena lebih banyak scam di Beijing, bahkan orang lokal pun bisa kena tipu.

Tempat Wisata Shanghai – how to get there

Wisata murah & gratis di Shanghai

The Bund: 10-15 menit jalan kaki dari Nanjing Road
Nanjing Shopping Road: naik Metro (subway) turun di Nanjing Road Station
Shanghai Expo building: naik Metro ke China Art Museum Station
Xintiandi: Metro ke Xintiandi Station
Yuyuan Garden: Metro ke Yuyuan Garden
Lujiazui: terdapat circular pedestrian bridge dengan pemandangan Apple Store & Oriental Pearl TV Tower yang terkenal, naik Metro turun di Lujiazui Station..

Wisata Beijing Forbidden City dan sekitarnya

SONY DSC

Wisata Beijing Forbidden City dan sekitarnya

Hari kedua -2 April 2013

Malam hari sampai di Beijing South Railway Station, semua mesin subway error dan tidak dapat dimasuki koin. Ada kemungkinan ini semacam scam di Beijing, karena ada calo yang menyediakan dengan harga lebih mahal, yaitu 5 RMB, dari harga standart subway Beijing 2 RMB ke semua rute. Untungnya kita masih punya uang kertas untuk membeli tiket subway kita.

Turun di Dongsi Station, kita mengikuti petunjuk dari hostel untuk turun di exit B (line 5), dan petunjuk dari hostel sudah cukup jelas. Ternyata setelah besoknya kita berjalan menuju ke subway, kita menemukan exit E (line 6) Dongsi Station yang jauh lebih dekat menuju ke hostel Happy Dragon.

Malam harinya kebanyakan resto sudah tutup, akhirnya saya memilih makan di McD sebelah dongsi station exit B.

Hari ketiga -3 April 2013

Jingshan Park

Hari ini rencana kita akan keliling sekitar Forbidden City. Pertama kali kita akan mengunjungi salah satu dari 2 taman terkenal di Beijing, Beihai Park & Jingshan Park.

Jingshan Park terletak di pintu utara Forbidden City, dimana kita dapat melihat Forbidden City dari atas bukit. Sedangkan Beihai Park terletak di sebelah barat Jingshan Park, sekitar 10-15 menit berjalan kaki, salah satu taman yang sangat nyaman untuk duduk-duduk santai di sore/pagi hari

*Tiket masuk*
Jingshan Park: 2 RMB
Beihai Park: 20 RMB

Pagi ini kita menuju ke Jingshan Park, cukup dengan berjalan kaki santai 15 menit saja dari hostel kita Happy Dragon ke arah kanan jalan besar. Dalam perjalanan kita makan dahulu di depot kecil sederetan dengan Forbidden City, menunya Xiao Long Bao per porsi isi 10 biji dengan harga cuman 10 RMB..

Setelah itu kita menuju ke Jingshan Park terlebih dahulu untuk naik ke kuil di atas bukit. Dari sini kita dapat melihat pemandangan Forbidden City dari atas bukit, berfoto sebentar, dan turun ke bawah untuk masuk ke Forbidden City dari North Entrance. Jangan sampai keliru, ternyata sekarang ini pintu masuk hanya bisa dari South Entrance, dan keluar dari North Entrance. Karena sudah terlanjur sampai di pintu utara, kita harus naik kendaraan umum (bus) menuju ke pintu selatan di Tiananmen. Harap berhati-hati di sini, karena banyak scam becak (rickshaw) di Beijing. Awalnya mereka menawarkan 3 RMB untuk menuju ke pintu selatan, ternyata kita dibawa masuk ke gang-gang kecil di Hutong area, dan disana kita dipaksa untuk membayar 300 RMB!

Tian An Men & Forbidden City

Sampai di Tiananmen, kita berjalan kaki masuk menuju ke pintu masuk Forbidden City. Jalan menuju ke pintu masuk cukup panjang, apabila bingung anda bisa berjalan terus sampai menemukan pintu masuk dan tulisan Automatic Guide di sebelah kanan gate. Bangunan tiket Forbidden City (tiket Palace Museum) terletak sebelum bangunan Automatic Guide, di sebelah kanan jalan.

Kompleks Kerajaan yang masuk dalam World Heritage ini sangat besar, kalau ingin explore seluruh tempat ini rasanya dalam 1 hari juga masih kurang Harga tiket masuk RMB 60..

Beihai Park

Sampai di North Gate, kita menyeberang jalan dahulu ke arah Jingshan Park, dan kemudian berjalan kaki sekitar 10-15 menit ke kiri menuju ke Beihai Park. Di sini kita akan masuk dari pintu selatan Beihai. Naik dahulu ke puncak Beihai Park, kemudian kita berjalan menuju ke ujung, yaitu pintu utara Beihai Park (north entrance). Dari pintu utara Beihai terdapat jalur subway Beihai North Station, yang terdapat di sebelah kiri pintu keluar.

Wang Fu Jing Street

Sore hari kita menuju ke Wang Fu Jing. Turun di Wang Fu Jing Station, kita berbelok ke arah kiri, kemudian naik tangga di sebelah kanan, dan di ujung atas tangga berbelok ke kiri lagi. Dari sini tingggal berjalan lurus saja, sudah terlihat gemerlap lampu jalanan Wang Fu Jing, dan tidak lama kemudian kita sampai di Wang Fu Jing pedestrian Street.Wang Fu Jing ini salah satu jalan di Beijing yang diperuntukkan bagi pejalan kaki, jadi kendaraan bermotor dilarang masuk di sini. Kanan kiri banyak toko-toko & shopping mall, di pertigaan jalan terdapat berbagai resto & depot yang menjual berbagai macam makanan khas Beijing & extreme street food atau makanan ala “fear factor” seperti sate kalajengking, ulat dan lainnya.

Acara kita malam ini, mencoba 2 kuliner khas Beijing, yaitu di Quanjude Peking Duck & sate kalajengking di Wang Fu Jing. Bebek Peking sesuai selera saya, dengan bumbu yang khas, beda dengan bumbu bebek peking di Surabaya. Sedangkan sate kalajengking, rasanya renyah biasa, seperti makanan yang digoreng kering, hanya sensasi bentuknya aja yang membuat orang takut untuk memakannya, hehe..

Must Try:

Quanjude Peking Duck restaurant yang merupakan salah satu restaurant legendaris yang menjual bebek peking, terletak di sebelah kanan jalan masuk ke dalam gang/jalan kecil, akan terlihat signage-nya di sebelah kanan jalan. Sedangkan setelah pedestrian street (jalan besar yang tidak boleh dilalui mobil) berakhir, apabila berbelok ke kiri maka akan terlihat street food yang menjual berbagai macam sate tusuk, baik sate buah, daging, binatang aneh seperti kalajengking, ulat dll..

List Tempat Wisata Utama Beijing & Cara Menuju ke sana

*HOW TO GET THERE*

Temple of Heaven

Subway Line 5: turun di Tiantan Dongmen Station, keluar dari Exit A dan anda akan menemukan East Gate of the Park.

Summer Palace

Subway Line 4: turun di Beigongmen Station (Beigongmen artinyan North Palace Gate) exit D; atau turun di Xiyuan Station, keluar dari Exit C2 (southwest exit) dan berjalan ke barat.

Olympic Park

Take Subway Line 10 ke Beitucheng kemudian pindah ke Subway Line 8 (Olympic Special Line): turun di Olympic Sports Center Station, keluar dari Exit B1 (northwest exit) atau Exit B2 (northeast exit), dan berjalan ke utara.
Subway line 8: turun di Olympic Sports Center Station

Forbidden City

Subway Line 1: turun di Tiananmen West or Tiananmen East Station, berjalan ke utara melewati Tiananmen Tower (Gate of Heavenly Peace), dan anda akan sampai ke Meridian Gate (south gate)
Subway Line 2: turun di Qianmen Station dan berjalan ke utara melewati Tiananmen Tower.

Tian An Men Square

Subway Line 1: turun di Tiananmen Dong / Tiananmen Xi Station.
Subway Line 2: turun di Qianmen Station. Keluar dari Exit A or B dan berjalan ke utara.

Wangfujing

Subway: Line 1 (Station Wangfujing)

Beihai Park

Subway Line 4 turun di Ping’anli Station. Keluar dari Southeast Exit dan berjalan sepanjang Dianmen Xi Dajie ke timur selama 20 menit menuju ke north gate (pintu utara).
(NEW) Sekarang pintu utara Beihai sudah bisa diakses dari Beihai North Station Line 6

Drum Tower

Guloudajie Station Line 8

Jingshan Park

Subway Line 5 ke Dongsi Station. Keluar dari Exit C dan cari bus 101 ke Gu Gong (Forbidden City) Station. Atau bisa juga anda ke Forbidden City dahulu, kemudian tinggal menyeberang ke Jingshan Park. Lokasi Jingshan terletak di seberang pintu utara Forbbiden City.

Yashow Market

Subway station terdekat: Exit A, Tuanjiehu station, Line 10
Nearby building: Beijing Workers’ Stadium & Sanlitun bar street

Beijing South Railway Station

Line 4 Beijing South Railway

Wisata Murah Beijing

SONY DSC

Wisata Murah Beijing

Hari keempat – 4 April 2013

Temple of Heaven

Sehari sebelumnya kita sudah keliling Tian An Men, Forbidden City, mampir ke 2 taman terkenal di Beijing: Beihai Park dan Jinshang Park. Hari ini kita akan pergi ke Temple of Heaven & Summer Palace. Cara menuju Temple of Heaven yaitu turun di station Tiantan Dongmen exit A, mengarah ke kanan, tidak terlalu jauh maka kita akan sampai di East Gate Temple of Heaven.

Ticket Temple of Heaven

Sampai di pintu masuk Temple of Heaven, antri dulu cukup panjang untuk beli tiket. Meskipun banyak orang, tapi tidak memakan waktu terlalu lama. Di dalam Temple of Heaven ini banyak sekali orang tua penduduk lokal yang berkumpul. Baik hanya mengobrol bersama teman, melakukan olahraga ringan di pagi hari, sampai dengan senam Tai Chi dan bermain musik bersama. Sangat menyenangkan suasana pagi ini di Temple of Heaven. Apabila tidak ingat waktu & harus segera melanjutkan perjalanan ke Summer Palace, mungkin saya bisa seharian duduk-duduk santai di Temple of Heaven.

Jangan lupa untuk membeli peta, atau download map dari internet, jadi anda bisa menjelajahi semua bagian Temple of Heaven yang ternyata cukup besar juga. Tidak sebesar Forbidden City tapi lumayan juga untuk olahraga di pagi hari, hehe..

SONY DSC

Summer Palace

Lanjut ke Summer Palace, hujan mulai turun rintik-rintik. Tepatnya kita akan menuju ke Summer Palace di North Gate. Sampai di Beigongmen Station station exit D, kita akan melihat bangunan KFC di seberang jalan. Belok ke kiri, dan berjalan luruuus, maka kita akan menemukan pintu utara Summer Palace. Karena waktu sudah siang menjelang sore hari, akhirnya kita memutuskan untuk makan KFC dulu di seberang jalan.

Summer Palace ini bahkan lebih besar lagi dari Temple of Heaven. Masuk dari pintu utara, berarti kita harus naik ke bagian paling atas dari Kerajaan Musim Panas ini, dan kemudian menuruni “bukit” menuju ke danau. Lumayan capek, tapi terbayarkan dengan view Summer Palace yang indah dari pinggir danau.

Olympic National Stadium

Olympic Stadium

Rute terakhir kita menuju ke Olympic Stadium. Cara menuju ke sana yaitu dengan turun di Olympic Park Station, berjalan luruuuss, maka akan terlihat bangunan National Stadium di sebelah kanan dan Aquatic Marine Cube di sebelah kiri. Sambil kedinginan menunggu lighting Olympic Park menyala jam 7 malam, kita makan ketela bakar yang dibeli oleh salah satu teman, sederhana tapi terasa nikmat di tengah udara dingin. Maklum hujan turun rintik-rintik sepanjang hari, ditambah dengan lokasi Stadium di lapangan besar terbuka dengan angin yang berhembus kencang. Akhirnya tepat jam 7 malam bangunan National Stadium menyala disinari oleh lighting, terlihat lebih indah dari sebelumnya, begitu juga bangunan  dengan sinar kebiruan.

Aquatic Marine Cube Beijing

Yashow Market

Malam harinya masih ada sisa waktu sedikit, kita pergi ke Yashow / Yaxiu Market. Harap perhatikan, ternyata market ini tutup pada jam 8 malam, jadi sebaiknya anda mengatur waktu supaya tidak keburu tutup nantinya. Dari exit Tuanjiehu station exit A, anda berjalan ke arah kanan (membelakangi) pintu keluar station, dan pada perempatan / ujung jalan pertama anda akan menemukan petunjuk jalan Yaxiu menuju arah kanan jalan. Berjalan kaki luruuuss saja, maka anda akan sampai di mall Yaxiu Market, yang terletak di sebelah kanan. Pada pertigaan jalan persis sebelum Yaxiu Market, apabila berbelok ke kanan maka anda akan menemui area bar Sanlitun, bahkan di ujung jalan ini terdapat sex shop dan toko tattoo!

TIPS

Rata-rata tempat wisata bersejarah di Beijing cukup luas berskala besar dan lumayan menyita waktu apabila anda ingin menjelajahi seluruh bagian. Apabila anda memang senang bangunan bersejarah, siapkan waktu lebih dan juga siapkan tenaga untuk jalan kaki sehari penuh. Rata-rata tempat wisata seperti Forbidden City, Temple of Heaven dan Summer Palace, menghabiskan waktu sampai dengan setengah hari atau bahkan lebih untuk meng-explore seluruh tempat wisata tersebut.

Temple of Heaven Park Summer Palace BeijingEntrance Summer Palace SONY DSC

List Tempat Wisata Utama Beijing & Cara Menuju ke sana

*HOW TO GET THERE*

Temple of Heaven

Subway Line 5: turun di Tiantan Dongmen Station, keluar dari Exit A dan anda akan menemukan East Gate of the Park.

Summer Palace

Subway Line 4: turun di Beigongmen Station (Beigongmen artinyan North Palace Gate) exit D; atau turun di Xiyuan Station, keluar dari Exit C2 (southwest exit) dan berjalan ke barat.

Olympic Park

Take Subway Line 10 ke Beitucheng kemudian pindah ke Subway Line 8 (Olympic Special Line): turun di Olympic Sports Center Station, keluar dari Exit B1 (northwest exit) atau Exit B2 (northeast exit), dan berjalan ke utara.
Subway line 8: turun di Olympic Sports Center Station

Forbidden City

Subway Line 1: turun di Tiananmen West or Tiananmen East Station, berjalan ke utara melewati Tiananmen Tower (Gate of Heavenly Peace), dan anda akan sampai ke Meridian Gate (south gate)
Subway Line 2: turun di Qianmen Station dan berjalan ke utara melewati Tiananmen Tower.

Tian An Men Square

Subway Line 1: turun di Tiananmen Dong / Tiananmen Xi Station.
Subway Line 2: turun di Qianmen Station. Keluar dari Exit A or B dan berjalan ke utara.

Wangfujing

Subway: Line 1 (Station Wangfujing)

Beihai Park

Subway Line 4 turun di Ping’anli Station. Keluar dari Southeast Exit dan berjalan sepanjang Dianmen Xi Dajie ke timur selama 20 menit menuju ke north gate (pintu utara).
(NEW) Sekarang pintu utara Beihai sudah bisa diakses dari Beihai North Station Line 6

Drum Tower

Guloudajie Station Line 8

Jingshan Park

Subway Line 5 ke Dongsi Station. Keluar dari Exit C dan cari bus 101 ke Gu Gong (Forbidden City) Station. Atau bisa juga anda ke Forbidden City dahulu, kemudian tinggal menyeberang ke Jingshan Park. Lokasi Jingshan terletak di seberang pintu utara Forbbiden City.

Yashow Market

Subway station terdekat: Exit A, Tuanjiehu station, Line 10
Nearby building: Beijing Workers’ Stadium & Sanlitun bar street

Beijing South Railway Station

Line 4 Beijing South Railway

Wisata Great Wall Mutianyu China

SONY DSC

Wisata Great Wall Mutianyu China

Hari kelima – 5 April 2013

Hari ini kita ikut tour Great Wall China seharga 280 RMB dari hostel. Kita ditemani oleh tour guide yang bisa berbahasa Inggris, Tony. Orangnya cukup ramah & senang bercanda, dan kita bebas untuk bertanya apa saja tentang sejarah Great Wall. Kenapa pilih Great Wall Mutianyu? Karena info dari internet, lebih sedikit turis, pemandangan lebih bagus ketimbang Badaling (kebetulan saya sudah pernah pergi ke Great Wall Badaling), dan yang paling seru: ada cable car & Toboggan yang bisa dikendarai sendiri! Apa itu Toboggan? Baca dulu cerita di bawah ini 🙂

*Great Wall Mutianyu*

Harga tour (tanpa shopping, pengantaran ke lokasi saja): 200-280 RMB, termasuk makan pagi, makan siang, & tour guide English (tidak termasuk tiket cable car)
Harga tiket Great Wall: 45 RMB
Tiket cable car & taboggan: 80 RMB pulang pergi

Sedikit penjelasan, kenapa harga tour yang saya ambil di hostel lebih mahal. Great Wall Mutianyu ini jaraknya lebih jauh, jadi biaya tour pasti lebih mahal sedikit ketimbang Great Wall Badaling. Satu lagi, non-shopping tour vs shopping tour. Di China, apabila kita mengambil tour standart dengan harga murah, biasanya selalu diikuti dengan mampir ke toko obat, perhiasan, atau toko teh. Dan waktu untuk mampir ke toko oleh-oleh ini tidak sedikit, jadi kalo buat saya cukup membuang waktu, mendingan saya ambil paket tour yang non-shopping.

Perjalanan dimulai sekitar jam 7 pagi dari hostel kita. Kemudian waktu 1 jam dihabiskan untuk menjemput peserta lain dari berbagai hostel di dalam kota Beijing. Kurang lebih sekitar 30-40 orang dalam 1 bus besar. Tepat jam 8 kita berangkat, & Tony mulai bercerita tentang sejarah Great Wall. Setengah jam berlalu, waktunya istirahat di bus, karena total perjalanan masih sekitar 2 jam menuju ke Mutianyu.

SONY DSC

Sesampainya di Great Wall Mutianyu, sesuai petunjuk dari Tony, kita bisa naik cable car dari pintu selatan menuju ke gate tower 6 Mutianyu. Dari sini pertama-tama kita berjalan kaki menuju ujung kanan great wall, yaitu ke tower 1, dan melanjutkan perjalanan sedikit menuju area non-tourist untuk melihat pemandangan pegunungan yang indah. Tidak boleh terlalu jauh dari tower 1, karena keamanan tidak dijamin, dan kelihatannya semakin jauh dari tower 1, dinding tembok besar juga lebih rapuh & agak membahayakan. Kalau ingin trekking lebih jauh, bisa juga naik cable car dari pintu utara yang mengarah ke tower 14 kemudian menjelajahi great wall sampai dengan tower 1, tetapi kelihatannya waktu trekking bisa memakan waktu lebih lama, sampai dengan full 1 hari, mungkin lebih cocok untuk traveler yang menginap di sekitar great wall Mutianyu.

Total untuk tour great wall ini (tanpa shopping) kita disediakan waktu 3-4 jam penuh untuk mengelilingi great wall. Turun bisa memilih antara naik cable car, atau naik speed slideway (toboggan) yang mengasyikkan. Tobbogan berupa kereta luncur yang bisa diatur sendiri kecepatannya & bisa di-rem, mau yang cepat full speed atau lambat terserah kita, yang meluncur melalui arena satu jalur yang disediakan. Asyik, tegang & seruuu! Harus coba naik toboggan, orang tua maupun anak muda pasti ketagihan, hehehe..

SONY DSC SONY DSC

Sampai di hostel, masih ada waktu sebelum kita pulang di tengah malam/dinihari, disempatkan mampir dulu ke Wangfujing untuk last day shopping. Jam 9 malam dari station Wangfujing, kita segera menuju ke line subway Airport Express yang mengantar kita ke terminal 2 Beijing Capital International Airport. Waktunya pulang, hiks hiks.. Tidak terasa sudah 5 hari kita berada di China.

Catatan khusus untuk Great Wall, terdapat beberapa entrance menuju Great Wall. Yang biasanya dikunjungi oleh tour dari Indonesia yaitu Badaling karena berdekatan dengan Beijing, dimana sudah terlalu ramai (menurut saya) dan pemandangan tidak sebagus Great Wall lainnya. Dengan mengatur perjalanan mandiri atau memakai tour lokal harian di Beijing, kita bisa memilih untuk menuju ke Great Wall lain seperti Mutianyu Great Wall, dengan pemandangan yang lebih bagus dan tidak terlalu ramai. Atau bagi anda yang senang trekking seperti teman saya bro Sugi Phang @travelwithsugi bisa mencoba trekking ke Great Wall Gubeikou atau Jinshanling.

SONY DSC SONY DSC

Cerita Liburan: Kebiasaan Buruk orang di negeri bambu China ?

Kebiasaan Buruk orang di China

Teman-teman Liburan Murah mungkin pernah dengar berbagai cerita tentang pengalaman buruk traveling di China, terutama yang pernah membaca blog Trinity atau mendengar cerita dari traveler yang lain. Saya juga pernah beberapa kali ke China, dan sebagian pengalaman tersebut memang saya alami sendiri. Tapi sampe sekarang saya nggak akan kapok untuk pergi ke China. Kenapa? Coba baca tulisan saya selanjutnya di bawah ini…

Kebiasaan Buruk orang di China

Teman-teman traveler yang belum pernah ke China, jangan kaget kalau melihat beberapa kebiasaan orang di negeri China daratan (mainland China)  ini. Beberapa di antaranya:

  • Tidak ramah sama sekali waktu kita mau tanya jalan, berbeda dengan orang di negara kita Indonesia yang memang ramah-ramah.
  • Ngomong keras di telepon / HP, dan mudah marah – naik darah..
  • Saling serobot tidak mau antre, dan dorong-dorongan sampe penuh orang di dalam kereta / subway
  • Kebiasaan meludah sembarangan. Kalau ini mungkin masih ada di Indonesia, tapi di China bener-bener parah. Bahkan beberapa orang mengeluarkan suara keras terlebih dahulu sebelum meludah. Hiiiiii 🙂
  • KM / WC yang kotor & terbuka, bisa saling melihat satu sama lain (terutama WC yang berada di daerah pedesaan). Kalau WC di perkotaan mungkin tidak separah ini, walau kebanyakan masih agak sedikit “bau” 🙂

Kebiasaan yang cukup berbeda dengan negara kita, Indonesia, kemungkinan saya rasa karena kemajuan yang berjalan cukup cepat di negara China, sehingga masyarakatnya “belum siap” untuk menerima modernisasi ini. Tetapi semuanya terbayarkan dengan pemandangan di China yang indah & beraneka ragam, mulai dari kota yang modern, kuil peninggalan jaman dahulu ratusan hingga ribuan tahun yang lalu yang tetap terpelihara sampai dengan sekarang, berbagai wisata alam yang dilestarikan & terawat seperti pegunungan (biasanya terdapat kuil di atas gunung), danau, air terjun, sampai dengan salju!

Saya kira cukup sebanding, dan suatu saat harus meluangkan waktu ke negeri China ini. Ingat pepatah belajar sampai ke negeri China? Paling tidak kita bisa mempelajari warisan kebudayaan jaman dahulu dan kebiasaan hidup orang China yang memang memiliki semangat pekerja keras. Kita bisa melihat kehidupan di perkotaan di mana orang bekerja keras & juga kehidupan di kuil yang religius. Kita juga dapat melihat berbagai pemandangan alam yang indah di sini yang cukup berbeda dengan Indonesia, karena China ini termasuk negara dengan 4 musim.

Kuil di pegunungan Lijiang, Yunnan

Danau di Jiuzhaigou, Sichuan

Salju di Shangri-La, Yunnan

Bangunan pencakar langit di The Bund, Shanghai

Theme Park di Window of the World, Shenzhen

BIAYA TRAVELING MURAH DI CHINA…

Yang paling penting biaya hidup selama saya traveling ke China ini termasuk cukup murah dibandingkan dengan negara maju di Asia lainnya (seperti misalnya Singapore, Hongkong, Korea atau Jepang), yaitu apabila dilihat dari segi harga akomodasi / penginapan, biaya makan, transportasi, dan masuk ke tempat wisata.. 🙂

Saya menulis seperti ini bukan karena saya keturunan China lhoo, lha wong saya sendiri nggak bisa ngomong bahasa Mandarin juga. Kalo nggak percaya coba tanya ke pak Dahlan Iskan juga yang jauh lebih sering pergi ke China ketimbang saya, hehe..

Catatan Perjalanan ke Hongkong – Shenzhen – Macau 2012

Catatan Perjalanan ke Hongkong-Shenzhen-Macau

Berikut catatan perjalanan saya di awal Maret 2012, menuju ke Hongkong-Shenzhen-Macau

Untuk catatan perjalanan di tanggal 4 Maret sampai dengan 8 Maret 2012, saya bagi menjadi beberapa tulisan supaya lebih enak membacanya dan tidak terlalu panjang, bisa di-klik di link masing-masing sesuai dengan tanggal & rute perjalanan.

3 Maret 2012: Tiba di Hongkong…

Berhubung dapet tiket murah Air Asia setahun sebelumnya, waktu itu kita mendapat tiket murah yang tiba di Hongkong jam 8 malam. Tidak ada delay pesawat, dan kita tiba di Hongkong tepat jam 8 malam. Nggak menyangka juga, bandara Hongkong ini cukup besar. Untuk menuju ke imigrasi dan mengambil bagasi, kita harus naik kereta cepat. Jangan kawatir, ikuti saja petunjuk jalan yang terdapat di setiap belokan, untuk menuju ke imigrasi & bagasi (luggage).

Hampir 1 jam setelahnya, akhirnya kita selesai juga antri di imigrasi & mengambil bagasi, langsung menuju ke counter Airport Express (MTR Station). Jangan lupa apabila bepergian dengan group (minimal 4 orang), kita dapat mengambil tiket group untuk 4 orang seharga $250 HKD (per orang seharga 62,5 HKD). Dari Airport kita dapat menuju ke Kowloon station atau ke Hongkong station, dan dari sini kita dapat naik free shuttle bus menuju ke Hotel terdekat. Kebetulan kita menginap di Alisan Guest House Causeway Bay, yang terletak cuman sekitar 100 meter dari Excelsior Hotel, tinggal antri shuttle bus (H2) dari Hongkong Station untuk menuju ke Excelsior Hotel.

Nggak ada acara hari ini, berhubung kita tiba di Hongkong sudah malam.. 🙂

4 Maret 2012: Keliling Hongkong Island…
*Tempat Wisata di Hongkong Island*
5 Maret 2012: Hongkong ke Shenzhen…
*Tempat Wisata di Shenzhen*
6 Maret 2012: Shenzhen ke Macau…
*Tempat Wisata di Macau*
7 Maret 2012: Macau ke Kowloon…
*Tempat Wisata di Kowloon, Hongkong*
8 Maret 2012: Lantau Island…
*Tempat Wisata di Lantau Island, Hongkong*
9 Maret 2012: Pulang ke Surabaya…

Akhirnya check out dari Yiu Fai Guest House, untuk menuju ke bandara Hongkong, pulang ke Surabaya (transit KL) 🙁

Lumayan mudah, karena tersedia bus airport A21, yang berada di seberang jalan Nathan Road. Bus A21 ini menurut pemilik Yiu Fai Guest House, tersedia setiap 15-20 menit, sehingga kita harus memperkirakan dengan waktu keberangkatan pesawat kita. Biaya airport bus ini cukup murah, yaitu 33 HKD per orang sekali jalan.

Bye-bye Hongkong, see you again soon!! I hope.. 🙂

Untuk biaya perjalanan liburan kita ke Hongkong-Shenzhen-Macau, bisa dicek di sini:

BIAYA & HARGA LIBURAN MURAH KE HONGKONG-SHENZHEN-MACAU

Untuk informasi HOTEL MURAH / GUEST HOUSE / HOSTEL di HONGKONG, bisa lihat review di bawah ini:

PENGINAPAN MURAH HONGKONG

HOSTEL / GUEST HOUSE / Apartemen di KOWLOON / Nathan Road :

HOSTEL / GUEST HOUSE / Apartemen di HONG KONG ISLAND / Causeway Bay :

Harga Liburan Murah ke Hongkong – Shenzhen – Macau 2012

Berbagai tips & perincian harga untuk liburan murah ke Hongkong – Shenzhen – Macau, sebagai berikut..

* FLIGHT *

Coba gunakan berbagai alternatif flight ke Hong Kong, seperti misalnya dengan Air Asia. Dan jangan terpatok di Hongkong saja, melainkan coba kita pertimbangkan alternatif rute penerbangan melalui Macau, untuk kemudian kita dapat naik ferry ke Hongkong..

Alternatif penerbangan murah ke Hongkong atau Macau:

* Air Asia

* Jetstar

* Cathay Pasific (kalau pas promo!)

Saya pergi ke Hongkong kebetulan dengan Air Asia, pas ada promo tiket setahun sebelumnya, dengan harga tiket PP Surabaya-Kuala Lumpur-Hongkong seharga 1,9 juta, termasuk bagasi 15 kg.

Apabila bisa mencari tiket murah, beberapa teman yang suka hunting tiket murah Air Asia, bahkan bisa menemukan harga tiket termurah sampai dengan 1,5 juta pp untuk perjalanan pesawat Surabaya / Jakarta – Kuala Lumpur – Hongkong pp.

* TRANSPORTASI DALAM KOTA *

HONGKONG

Airport Express: 100 HKD sekali jalan, dan 250 HKD untuk group (4 orang)

Bus & MTR: Perjalanan kita ke Hongkong kali ini menggunakan transportasi bus & MTR, yang semuanya dapat dibayar dengan satu kartu, yaitu Octopus Card, yang dapat dibeli di setiap station MTR & di counter Airport Express bandara Hongkong. Kurang lebih kita membeli Octopus Card seharga 150 HKD (50 deposit kartu & 100 isi kartu) + top up / isi ulang sebesar 100 HKD. Refund uang deposit kartu bisa diambil di Aiport juga, yaitu di Terminal 1 Airport Hongkong. Biaya refund cuman sebesar 9 HKD, tetapi deposit untuk kartu sebesar 50 HKD bisa kita terima kembali.

Kereta ke Lo Wu Station di perbatasan Shenzhen & bus no. 23 ke Lantau Island juga dapat dibayarkan dengan Octopus Card ini.

Airport Bus: rute kita waktu itu balik ke Bandara dari Nathan Road, seharga 33 HKD per orang (sekali jalan).

Selain pilihan transportasi di atas, untuk Hongkong sendiri masih ada satu sarana transportasi lain, yang khusus berhenti di setiap tempat wisata di Hongkong. Namanya yaitu BIG BUS TOUR, dimana kita dapat hop-in & hop-off di setiap tempat wisata utama di Hongkong, dan dapat berlaku selama 24 jam atau 48 jam. Untuk rute BIG BUS TOUR dan harga terbaru, bisa dicek di websitenya: www.bigbustour.com

SHENZHEN

Golf Cart di Windows of the World: 350 RMB untuk 10 orang

Metro Shenzhen

Perjalanan Metro kita dari Lou Hu Station, karena hotel kita berada di dekat Luo Hu Station.

Tiket dari Luo Hu Station ke Windows of the World Station: 5 RMB sekali jalan

Tiket dari Luo Hu Station ke Shekou Station (menuju ke Shekou Port Ferry Terminal): 8 RMB sekali jalan

Ferry Shenzhen (Shekou Port) ke Macau (Taipa Ferry Terminal): 180 RMB

MACAU

Bus Hopping: FREE!

Tersedia pilihan bus dari Venetian Resort, City of Dream, Grand Lisboa, dan berbagai pilihan bus lainnya. Rute kurang lebih hampir sama, yaitu dari masing-masing hotel menuju ke Ferry Terminal, dan sebaliknya. Tinggal bagaimana kita mengatur rute dari hotel menuju ke tempat wisata terdekat.

Ferry Macau ke Kowloon (China Hongkong Ferry Terminal): 140 HKD

TOTAL Biaya Transportasi: sekitar Rp. 700 ribu per orang…

Untuk semua peta jalan, baik di Hongkong Island maupun Kowloon, semua sudah tersedia di dalam peta gratis yang tersedia di bandara Hongkong. Peta jalan ini update tiap bulannya, jadi jangan lupa untuk mengambil peta gratis waktu datang ke Hongkong!

* PENGINAPAN DI HONGKONG *

HONGKONG

Kita menginap di Guest House di Hongkong, yaitu:

Alisan Guest House di Causeway Bay, Hongkong Island selama 2 malam (double room 480 HKD, triple room 680 HKD per malam)

Yiu Fai Guest House di Nathan Road, Tsim Sha Tsui, Kowloon selama 2 malam (double room 400 HKD, triple room 550 HKD per malam)

SHENZHEN

Prince Inn Hotel: harga cuman Rp. 350 ribu untuk kamar deluxe, dan Rp. 430 ribu untuk triple room.

Hotel cukup OK, dengan lokasi yang sangat strategis, persis di belakang Shangrila Hotel Shenzhen. Tetapi kita ada sedikit masalah waktu check in, karena kamar triple sudah diberikan ke orang lain. Untung akhirnya kamar di-upgrade ke kamar suite 🙂

MACAU

Venetian Resort: meskipun harga kamar cukup mahal, sekitar Rp. 2,1 juta untuk tipe Bella Suite, tapi boleh doong, sekali-sekali menginap di Venetian. Plus di sini kita dapat menginap di tipe Bella Suite, dengan 2 ranjang Queen Bed (untuk 4 orang) & 1 Sofa Bed (untuk 2 orang). Sehingga total untuk tipe Bella Suite di Venetian Resort ini dapat muat sampai dengan 6 orang 🙂

TOTAL Biaya Penginapan: sekitar Rp. 1,9 juta per orang… (termasuk transit di Hotel Radius Bukit Bintang Kuala Lumpur & Tune Hotel di LCCT)

* TEMPAT WISATA DI HONGKONG *

Hongkong Island

The Peak: Peak Tram seharga 65 HKD tiket pp + Sky Terrace untuk tiket standart, dan 31 HKD untuk tiket anak-anak dan orang tua (65 tahun ke atas)

Hongkong Park: FREE!

Repulse Bay: FREE!

Kowloon

Museum Hopping: FREE! (free entry / gratis masuk museum setiap hari Rabu). Ya betul, tiket museum yang biasanya harus membayar, kita dapat masuk ke berbagai museum dengan gratis di Hongkong, setiap hari Rabu.

Avenue of Stars: FREE!

Symphony of Light: FREE!

Lantau Island (Giant Buddha): FREE!

Shenzhen

Tiket Masuk Windows of The World: 140 RMB untuk standart ticket, 70 RMB untuk anak-anak & orang tua (65 tahun ke atas), FREE! untuk orang tua berumur 70 tahun ke atas.

Macau

Senado Square: FREE!

St. Paul Ruins: FREE!

Venetian Resort Walk: FREE!

Tiket The Bubble (pertunjukan Dragon Treasure) City of Dream: 50 HKD tiket standart & 25 HKD untuk anak-anak

TOTAL Biaya Tempat Wisata: sekitar Rp. 300 ribu per orang…

* TEMPAT MAKAN MURAH DI HONGKONG *

YOSHINOYA: salah satu franchise fast food yang cukup banyak di Hongkong, dan dapat dengan mudah ditemukan hampir semua kawasan, baik di Hongkong Island maupun di Kowloon. Harga beef bowl & chicken bowl (dengan nasi) di sini sekitar $33 HKD. Jangan lewatkan paket tea set (setiap jam 3 sore sampai jam 6 malam) dan breakfast set, yang tersedia dengan harga lebih murah, cuman $19 HKD untuk chicken / beef bowl set termasuk minum.

7-Eleven Supermarket: supermarket yang menjual berbagai kebutuhan sehari-hari. Di sini kita juga dapat menemukan berbagai makanan siap saji, hanya tinggal menghangatkan di microwave. Cukup mudah juga, terdapat petunjuk penggunaan microwave di tiap kotak makanan, dan tinggal menekan nomer 1 sampai dengan 5 di microwave. Harga makanan di 7-Eleven sekitar 17-19 HKD untuk menu nasi, dan 14-15 HKD untuk menu mie/spaghetti.

Fast Food: McD, Burger King & KFC: harga rata-rata untuk fast food di Hongkong ini sekitar 30-35 HKD untuk sekali makan per orang. Dan cukup banyak ditemukan gerai fast food Mc Donalds, Burger King & KFC di Hongkong.

Ada juga tempat makan lain seperti restaurant makanan Indonesia, rumah makan Padang dan Warung Chandra di area Causeway Bay, tetapi belum sempat kita singgahi. Terkenal dengan masakan khas Indonesia, dengan harga yang cukup terjangkau.

Cafe De Coral http://www.cafedecoralfastfood.com atau Fairwood http://www.fairwood.com.hk/eng/promotions/promotions.jsp

SHENZHEN

Untuk makan di Shenzhen relatif murah, sekitar 20 – 30 RMB sekali makan.

MACAU

Makan di food court, baik di food court Venetian maupun di City of Dream, biaya sekali makan termasuk cukup mahal, sekitar minimal 50-60 HKD per orang, bahkan bisa lebih sampai dengan 100 HKD.

TOTAL Biaya Makan: sekitar Rp. 500 ribu per orang…

TOTAL Keseluruhan Harga (tiket pesawat + tranportasi + akomodasi + makan + tempat wisata) selama Liburan Murah ke Hongkong-Shenzhen-Macau di tahun 2012 ini :

cuman 5 juta s/d 5,5 juta per orang’nya!

Cukup murah bukan? Dengan rute tempat wisata yang cukup lengkap menuju ke Hongkong, Shenzhen, dan Macau (minus Disneyland & Ocean Park). Baca juga catatan perjalanan liburan kita ke Hongkong-Shenzhen-Macau selengkapnya di sini:

LIBURAN MURAH KE HONGKONG – SHENZHEN – MACAU

Untuk informasi HOTEL MURAH / GUEST HOUSE / HOSTEL di HONGKONG, bisa lihat review di bawah ini:

HOSTEL / GUEST HOUSE / Apartemen di KOWLOON / Nathan Road :

HOSTEL / GUEST HOUSE / Apartemen di HONG KONG ISLAND / Causeway Bay :

Hongkong ke Shenzhen | Tempat Wisata Shenzhen

Tempat Wisata Shenzhen

Pagi ini, tepatnya sekitar jam 9.30 pagi, kita sudah mengurus check-out dari guest house. Sebelumnya rute kita akan pergi ke Shenzhen, yaitu melalui MTR Causeway Bay Station menuju ke Admiralty Station, pindah jalur ke East Tsim Sha Tsui, untuk kemudian berhenti di station paling ujung yaitu Hum Hong Station, dan naik kereta dari Hum Hong menuju ke Lo Wu Station.Rute lain bisa juga dari Admiralty Station, pindah jalur menuju ke Prince Edward Station, dan dari sini kita pindah jalur lagi ke Kowloon Tong, dan dari Kowloon Tong tersedia jalur langsung menuju ke Lo Wu Station di perbatasan Shenzhen. 2 alternatif rute di atas sebenarnya cukup menyulitkan juga, karena harus berpindah-pindah jalur, terutama apabila kita membawa banyak barang bawaan + orang tua + anak-anak, waah, waaah..

Untungnya setelah kita ngobrol dengan pemilik guest house Alisan yang kebetulan orang Indonesia, dia menyarankan supaya kita naik bus saja dari Causeway Bay yang akan langsung menuju ke Hum Hong Station (1 stop saja) dari jalur bawah tanah, yaitu bus no. 103 atau 106. Halte bus juga dekat sekali dengan lokasi guest house kita, cukup berjalan kaki sekitar 50 meter’an.

Dari halte bus di Hum Hong, kita bisa melihat jembatan penyeberangan di arah depan. Tinggal berjalan kaki ke arah kanan saja, menyeberangi jembatan penyeberangan, dan kita sudah sampai di Hum Hong Station. Harap perhatikan papan petunjuk display, karena perjalanan ke perbatasan Shenzhen ini berada di Lo Wu Station, sedangkan jalur ke Lowu sendiri, yaitu di jalur East Rail Line, akan terpisah menjadi 2, yaitu jalur menuju ke Lo Wu dan jalur menuju ke Lok Ma Chau. Tinggal kita perhatikan di papan display, arah ke Lo Wu dapat dituju dari platform kereta yang mana (ada 4 pilihan platform kereta di Hum Hong Station ini)

Imigrasi Shenzhen

PERBATASAN CHINA: SHENZHEN (jam 11.00)

Perjalanan dari Hum Hong Station tidak terlalu lama, sekitar 30-40 menit aja, dan langsung menuju ke Lo Wu Station tanpa perlu berpindah jalur, yang sangat mempermudah perjalanan kita ke Shenzhen. Yang cukup memakan waktu di sini yaitu proses imigrasi. Pertama kita akan menuju ke counter imigrasi Hongkong. Setelah selesai di imigrasi Hongkong berikutnya kita akan menuju ke counter imigrasi China, karena kita akan memasuki negara China, tepatnya di kota Shenzhen. Kita sudah mengurus visa terlebih dahulu, jadi tidak perlu untuk mengurus Visa On Arrival (VOA) lagi, tetapi tetap masih harus menunggu antrian di counter imigrasi China.

Gedung “UFO” di tengah: Hotel Shangri-La Shenzhen, Gedung sebelah kanan: Luo Hu Commercial City

Setelah melewati counter imigrasi China, kita tinggal berjalan kaki melewati Luo Hu Commercial City. Dari pintu keluar kantor imigrasi di Luo Hu, kita bisa melihat bangunan Shangrila Hotel Shenzhen. Hotel tempat kita menginap kebetulan berada persis di belakang Shangri-La Hotel, yaitu di Prince Inn Hotel. Cukup lumayan juga hotelnya, meskipun receptionist di sana tidak bisa berbahasa Inggris. Dan setelah melewati sedikit masalah karena kamar yang kita pesan sudah diberikan ke tamu hotel lain, akhirnya kita dapat bermalam di kamar tipe suite. Cihuuy! 🙂

View kota Shenzhen dari kamar Hotel Prince Inn

WINDOW OF THE WORLD (jam 14.00)

Setelah titip bagasi di kamar hotel, kita lanjut lagi menuju ke tempat wisata Shenzhen yang akan kita tuju hari ini. Schedule hari ini cuman 2 tempat saja, yaitu Windows of the World, dan belanja di Luo Hu Commercial City. Menuju ke Windows of the World (WOW) cukup mudah, kita tinggal naik metro Shenzhen dari depan Hotel Shangri-La, dan turun di Window of the World (WOW) Station. Dari sana tinggal cari exit ke Windows of the World Pyramid (WOW), dan kita akan tiba di piramid yang terletak di depan entrance pintu masuk WOW.

Sama seperti pembelian tiket di tempat wisata Hongkong, di Window of the World Shenzhen ini juga berlaku tiket separuh harga, bahkan gratis. Yaitu tiket separuh harga untuk orang tua di atas 65 tahun & anak-anak, dan tiket gratis untuk orang tua berumur 70 tahun ke atas! Kalo kita ikut tour, meskipun orang tua, rasanya kok harga tour tetap bayar penuh ya, atau ada diskon juga untuk orang tua? Mungkin teman2 yang pernah ikut tour ke Hongkong bareng ortu bisa sharing di comment post di bawah 🙂

Berhubung waktu sudah sekitar jam 2 siang, kita makan sebentar di KFC dekat ticket office WOW, dan setelah mempertimbangkan waktu yang cukup terbatas, kita menyewa mobil golf untuk 10 orang. Enaknya menyewa mobil golf ini kita bisa stop di setiap tempat dimana kita ingin berfoto ria. Sewa mobil golf sebenarnya cukup mahal juga, yaitu 350 RMB, tetapi karena sudah terlanjur sampai di Windows of the World, dan kita merasa sayang juga kalo kita tidak mengitari keseluruhan area di WOW ini.

LUO HU COMMERCIAL CITY (jam 18.30)

Malam harinya setelah dari Window of the World, kita mampir untuk berbelanja di Luo Hu Commercial City. Bangunan berbentuk seperti mall ini ternyata juga banyak menjadi tujuan tour turis Indonesia, karena banyak dari penjaga toko & stand di sini yang bisa berbahasa Indonesia! Jadi apabila hendak menawar harga, jangan pergunakan bahasa Indonesia, karena beberapa dari penjaga stand toko yang sudah tahu sebelum kita menawar harga, mungkin bisa pakai bahasa Jawa aja yaa? 🙂

TIPS:

Beberapa tempat wisata lain di Shenzhen yang sering dikunjungi turis: Splendid China & bisa melihat pertunjukan di China Folk Culture Garden..

Untuk teman-teman yang sudah pernah ke Hongkong tapi masih belum pernah ke Shenzhen, tidak usah takut dengan kendala bahasa. Karena jalur Metro di Shenzhen sudah cukup jelas, dan ada terjemahan dalam bahasa Inggris. Di Window of the World juga penjaga masih bisa berbahasa Inggris, walau tidak terlalu fasih. Saya sendiri tidak dapat berbahasa Mandarin kok, hehe..

Untuk informasi HOTEL MURAH / HOSTEL / GUEST HOUSE di HONGKONG, bisa lihat review di bawah ini:

HOSTEL / GUEST HOUSE / Apartemen di KOWLOON / Nathan Road :

HOSTEL / GUEST HOUSE / Apartemen di HONG KONG ISLAND / Causeway Bay :

Biaya mengurus visa China di Indonesia

Biaya mengurus visa China

Untuk teman-teman yang masih bingung mengurus visa China di Indonesia, di atas ada tabel resmi dari konsulat China, untuk biaya pengurusan visa China.

Ternyata dari biaya awal Visa sebesar Rp. 300 ribu untuk Single Entry, masih terkena biaya tambahan Service Fee sebesar Rp. 240 ribu untuk Regular Service (4 hari kerja). Jadi yaah, silahkan dipertimbangkan sendiri, apakah mau mengurus sendiri dengan total biaya Rp. 540 ribu (single entry dengan 4 hari kerja), atau mengurus di travel agent (biaya cuman terpaut 30 – 35 ribu, total Rp. 575 ribu*)

* Harga pengurusan visa China di travel agent kota saya, yaitu di Surabaya..

🙂

Kunci Gembok di China Lambang Universal ?

Kunci Gembok di China Lambang Universal

Kunci Gembok di China Lambang Universal * UNESCO WORLD HERITAGE SITE : Mount Emei & Great Wall*

Yang pertama kali saya ingat waktu memasuki area gunung Emei ini yaitu: kunci gembok !

Kenapa begitu ?

Karena di banyak area wisata di China, terutama di area temple / kuil, banyak terdapat gembok yang dikunci di sepanjang pinggir jalan setapak. Dan di ujung jalan, tepat sebelum kita memasuki area kuil, terdapat patung gembok RAKSASA, yang dipajang sebagai monumen di tengah jalan. Akhirnya kita menyempatkan foto dahulu di monumen gembok ini.. 🙂

*JUST INFO* Kunci Gembok di China Lambang Universal ?

Setelah beberapa kali pergi ke China, ternyata simbol pasangan dalam kunci gembok ini tidak hanya terdapat di Mount Emei, tetapi terdapat juga di beberapa tempat wisata di China. Salah satu yang paling terkenal yaitu di Great Wall, Beijing, China.

Kunci gembok ini ceritanya menyimbolkan kisah cinta suatu pasangan, yang tidak akan terpisahkan. Caranya yaitu dengan menempatkan gembok ini di sepanjang rantai, setelah itu kunci gembok dibuang. Dengan begitu cinta dari suatu pasangan tidak akan terpisahkan selamanya.. *kata tour guide di China*

Dan dari info beberapa teman di luar negeri, ternyata lambang gembok ini tidak hanya ada di China, tetapi juga di beberapa negara seperti di Eropa, Australia, juga di negara Korea Selatan.

Surabaya-Kuala Lumpur-Guangzhou To Zhangjiajie Avatar Mountain!

Zhangjiajie Avatar Mountain

Zhangjiajie Avatar Mountain

Dapet info baru tempat wisata di China dari bro Rudy Kandarani, jadi kepingin banget ke Zhangjiajie!

Sedikit info, Zhangjiajie ini lokasi pegunungan dengan banyak pemandangan alam, seperti gua, danau & air terjun. Selain itu yang paling terkenal di Zhangjiajie ini yaitu pemandangan pegunungan yang sangat mirip dengan pemandangan gunung di film “AVATAR“‘nya James Cameron yang menjadi film box office itu.

Setelah cek sana-sini, rute yang paling memungkinkan dan paling murah, yaitu ke Guangzhou dulu. Rute lengkapnya sebagai berikut:

(1) Surabaya – KL – Guangzhou by Air Asia

(2) Guangzhou ke Zhangjiajie bisa naik pesawat, tapi cara paling murah yaitu naik kereta api, tersedia juga soft sleeper train, jadwalnya bisa dilihat di sini: http://www.chinatrainguide.com/guangzhou-railway-station/zhangjiajie.html

(3) Bisa juga dari Guangzhou ke kota Changsha naik bullet train, setelah itu naik bus ke Zhangjiajie untuk menghemat waktu, lebih cepat daripada naik kereta api dari Guangzhou ke Zhangjiajie.

Setelah sampai di Zhangjiajie, ada berbagai tour lokal yang cukup murah, tapi setelah mencari-cari, ada salah satu tour dengan harga cukup murah dan kelihatannya dapat dipercaya, yaitu di:

http://www.zjjtrip.net/lyxl.asp

Kenapa pakai tour? Karena Zhangjiajie bukan termasuk kota besar di China, seperti Beijing atau Shanghai, jadi mayoritas penduduk lokal juga tidak bisa berbahasa Inggris, lain dengan bro Rudy yang sudah jago bahasa Mandarin, hehe.. 🙂

Alternatif buat teman-teman yang ingin backpacking ke Zhangjiajie ini bisa coba baca tulisan backpacking di Zhangjiajie di sini: http://www.chinavista.com/travel/info/hunan/enzhjiajie.html

Tapi kapan ya, mau ke Zhangjiajie? Hmmm, 2012, 2013, 2014….? Anyone interested? 🙂

BERBAGAI PILIHAN HOTEL & CEK HARGA HOTEL di CHINA:

HARGA HOTEL di CHENGDU
HARGA HOTEL di GUANGZHOU
HARGA HOTEL di GUILIN
HARGA HOTEL di HANGZHOU
HARGA HOTEL di SHANGHAI
HARGA HOTEL di BEIJING
HARGA HOTEL di TIANJIN
HARGA HOTEL di NANJING
HARGA HOTEL di CHANGSHA
HARGA HOTEL Di HONG KONG
HARGA HOTEL di MACAU
HARGA HOTEL di SHENZHEN
HARGA HOTEL di KUNMING
HARGA HOTEL di DALI
HARGA HOTEL di LIJIANG

Berbagai cara Liburan murah ke China..

Cara Liburan Murah ke China

Terinspirasi dari keinginan salah satu teman untuk pergi ke negeri China, maka saya coba merangkum tulisan saya, untuk membantu teman-teman Liburan Murah yang ingin berlibur ke China dengan biaya murah..

Ada 2 alternatif untuk bisa berlibur ke China dengan biaya murah, yaitu:

1. PERGI BACKPACKING / JALAN SENDIRI KE CHINA

Sekarang ini banyak alternatif penerbangan, yaitu bisa dengan:

1. Air Asia yaitu ke :

* Tianjin, trus ke Beijing bisa naik kereta api cepat..

* Hangzhou, trus ke Shanghai bisa naik bus / kereta api cepat..

* Guilin dan Guangzhou..

Untuk Air Asia sendiri, biasanya untuk keberangkatan ke China harus melalui Kuala Lumpur, jadi jadwal flight harus kita atur terlebih dahulu dengan penerbangan dari Indonesia ke Kuala Lumpur..

2. China Eastern Airlines (penerbangan asal China), yang berangkat dari Singapore / Bandara Changi, ke hampir semua kota besar di China..

Naah, untuk keberangkatan yang langsung dari Indonesia ke kota di China, ada berbagai pesawat juga, tapi biasanya sudah lumayan mahal (kecuali kalau pas ada promosi dari airlines tertentu, cuman untuk promosinya sendiri sangat jarang).

Kalau alternatif airlines / penerbangan murah dari Indonesia ke Hongkong, bisa coba Mandala Airlines. Sering promosi juga di website. Misalnya untuk promosi beberapa bulan yang lalu, tiket pesawat Jakarta-Hongkong cuman Rp. 30 ribu sekali jalan !!

Untuk hotel nantinya kita bisa booking dengan Agoda.com atau Asiarooms.com.Atau kalau yang website asli dari negara China, bisa coba booking hotel, flight, tour dll di Travel China Guide, alamat website di: www.travelchinaguide.com. Website lain yang sangat membantu untuk perjalanan kita ke China yaitu Ctrip, alamat website di: Save on travel in China with Ctrip

Untuk pergi jalan2 di China, kita bisa membawa peta (dibaca=HARUS membawa peta, karena orang di China agak “sulit” apabila kita mau bertanya tentang jalan), dan membaca informasi dari buku Lonely Planet, atau e-book dari Travel Hemat.


2. IKUT TOUR KE CHINA

Untuk harga tour ini sendiri, apabila ingin mendapatkan harga murah, bisa dengan 2 cara:

* Ikut tour dari Indonesia.

Untuk ini, maka kita harus mencari waktu yang tepat. Salah satu cara yaitu ikut tour dengan pesawat charteran, biasanya berangkat dari Bali, yaitu pesawat yang dipakai untuk mengantar turis China yang hendak pergi ke Bali.

Agent tour Indonesia yang sering mengadakan tour murah ke China yaitu TX Travel.

* Ikut tour dari Singapore.

Naah, kalo ini bisa kapan saja, karena range harga waktu high season dengan low season juga tidak terlalu terpaut banyak. Tapi kalo mau yang benar-benar murah, utamakan keberangkatan tour dari Singapore di bulan Februari dan Agustus.

Beberapa agent tour yang lumayan bagus dan terpercaya (menurut pengalaman saya dan beberapa teman di Singapura), yaitu:

* Chan Brothers.

* Dynasty Travel.

* CTC (Commonwealth Travel Service)

Naah, pertimbangan kapan kita jalan sendiri, atau kapan kita ikut tour ?

Ada beberapa pertimbangan kalau menurut saya:

1. Apakah kita travelling dengan teman, keluarga (anak kecil), atau orang tua ?

Kalau travelling dengan teman, mungkin kita akan enjoy aja jalan sendiri tanpa ikut tour, meskipun agak sedikit tersesat, dan tanya jalan sana-sini. Tapi kalau kita travelling dengan anak kecil atau orang tua, perhatikan tingkat kerepotannya. Karena agak kasihan juga apabila kita mengajak anak kecil/orang tua, sementara kita masih harus mencari-cari jalan di peta.

2. Ke daerah mana yang hendak kita tuju di China ?

Untuk beberapa kota besar dan sekitarnya di China, yaitu misalnya di Beijing, Shanghai, Guangzhou, atau Hongkong, sudah tersedia moda transportasi yang cukup lengkap, sehingga kita tidak perlu kuatir tersesat, dan rute perjalanan yang hendak dituju pun cukup mudah, tidak terlalu sulit.

Tetapi kalau kita ke daerah seperti Yunnan atau Jiuzhaigou, yang terkenal dengan pemandangan alamnya yang indah, rasanya cukup sulit juga kalau kita tidak ikut tour. Karena area yang cukup luas, sedangkan tranportasi di daerah tersebut juga belum memadai.

3. Apakah anda bisa bahasa Mandarin / Chinese / Inggris ?

Nah, ini yang terakhir, tetapi juga termasuk salah satu unsur penting kalau anda mau ke China. 🙂

Selain Beijing dan Shanghai yang masih ada petunjuk jalan dalam bahasa Inggris, bepergian sendiri ke kota lain di China tentu sangat sulit bagi anda yang tidak bisa bahasa Mandarin. Hal ini karena kurangnya petunjuk jalan berbahasa Inggris untuk kota2 kecil di China. Jadi apabila anda bepergian ke tempat-tempat di China selain 2 kota besar di atas, sebaiknya anda menggunakan jasa tour.

Untuk tour ke China dengan Travel Agent Singapore, perhatikan juga kendala bahasa ini. Karena umumnya (apabila kita tidak bertanya terlebih dahulu), bahasa yang dipakai dalam tour Singapore ke China ini adalah bahasa Mandarin, kecuali apabila kita request dahulu, meminta tour guide yang bisa berbahasa Inggris. Nah, kendalanya lagi, apabila anda tidak bisa berbahasa Inggris, terpaksa alternatif terakhir harus menggunakan jasa tour dari Indonesia, hehehe.. 🙂

Catatan Perjalanan Surabaya-Singapore-Shanghai World Expo 2010-Hangzhou-Jogjakarta: Day by Day

HotelsCombined.com - Hotel Price Comparison Shanghai World Expo 2010

Berikut catatan harian perjalanan saya dari Surabaya – Singapore – Shanghai – Shanghai World Expo 2010 – Hangzhou – Jogjakarta – Surabaya

* Hari Pertama (19 Oktober 2010):

Berangkat dari Surabaya ke Singapore sekitar jam 3 sore, kemudian sampai di Singapore jam 6.30 malam. Dateng di Singapore, langsung cari makan dulu, udah mulai lapar 🙂

Karena udah beberapa kali ke Singapore, dan juga sudah bolak-balik terlantar di bandara Changi, kita langsung menuju ke tempat makan murah-meriah, mirip hawker center, di kantin karyawan yang letaknya di Basement 1 Terminal 1 Changi. Tempatnya seperti food court, bersih, dengan harga makanan yang sangat terjangkau, sekitar 3-4 SGD..

Setelah itu tidur2-an dan menungguuu, sampai dengan jam 3 pagi, untuk kemudian menuju ke Kunming untuk transit ke Shanghai..

* Hari Kedua (20 Oktober 2010):

Jam 7 pagi sampai di Kunming, urus imigrasi dll. Ternyata setelah itu bagasi tidak ditransfer langsung, tapi harus check out bagasi dulu, baru kemudian harus check in lagi untuk penerbangan ke Shanghai. Langsung kita urus untuk proses check in bagasi.

Jam 1 siang sampai juga di Shanghai. Pertama2 masih mencari-cari juga, karena dari bandara ini menurut info di internet terdapat stasiun Subway Metro Shanghai yang langsung menuju ke stasiun Metro tempat kita menginap, yaitu di daerah East Nanjing Road. Akhirnya setelah coba mencari sekitar 5-10 menit-an, ketemu juga Metro-nya, di area lantai bawah arrival hall bandara.

Next, setelah sampai di East Nanjing Road, yang rasanya paling membutuhkan waktu lama dalam perjalanan saya sekarang ini, yaitu mencari alamat hotel! Kalo info dari Agoda, kelihatannya cukup dekat, sekitar 5 menit berjalan kaki. Tetapi setelah mencoba jalan kaki dengan arah yang rasanya benar, kok belum ketemu juga. Setelah tanya dengan bahaza tarzan kesana-sini, akhirnya ketemu juga hotel Lakeside Holiday Inn Hotel di ujung jalan, persis di seberang sungai Huangpu, di South Suzhou Road. Jarak agak jauh sedikit dibanding info dari Agoda, sekitar 10-15 menitan berjalan kaki dari subway Metro East Nanjing Road, tapi tidak apa-apa lah, karena hotelnya ternyata juga sesuai dengan harapan kita, yaitu bersih, kamar yang cukup besar & nyaman, dengan ranjang yang cukup untuk bertiga ( 2 double bed & 1 single bed ).

Malamnya, coba cari makan sambil jalan2 ke Shanghai Bund dan East Nanjing Road, ketemu tempat makan yang cukup murah di Middle Henan Road dan akhirnya jadi langganan kita untuk makan malam, karena harga termasuk cukup murah dengan porsi yang besar. Kebetulan depotnya dikelola oleh pak Haji (atau bukan yaa ??), karena ada label halal di papan nama depot tersebut, dan pemilik depot selalu pake topi kecil khas orang muslim 🙂

TIPS: Untuk makan di Shanghai ini, tidak tersedia minuman kalau kita tidak minta. Mungkin karena setiap kali kita makan, selalu disediakan seperti kuah kaldu, jadi orang sana langsung minum dari kuah itu, tidak perlu nambah minum lagi, hehe.. 🙂

* Hari Ketiga (21 Oktober 2010), Expo Day 1:

Makan pagi dulu di hotel. Lumayan juga, makan pagi buffet / prasmanan, tapi ala restaurant China. Jadi menu kita setiap harinya sama, yaitu bakpao daging dan sayur, labu, nasi goreng, mie, telor, bubur dengan cakue, berbagai macam asinan & sayur, dan roti panggang. Untuk minumnya ada air putih, jeruk hangat, dan susu hangat..

Setelah itu jam 8 pagi lanjut ke stasiun Metro. Disini kita masuk dari Gate 6 Shanghai Expo, yang terkoneksi langsung dengan stasiun Metro Yaohua Road Station. Kita sampai di gate Expo sekitar jam 8.30 pagi.

Wuuiiiihhhh…..!!!

Antrean di gate Shanghai Expo ini sangat panjaangg. Belum lagi harus desak-desakan dan orang asli sana yang main serobotan waktu antri. Coba bisa antri dengan tertib, pastinya akan lebih cepat & teratur.

Setelah masuk ke dalam Expo, kita berada di area Expo Axis. Selanjutnya, supaya bisa melihat dengan pandangan yang lebih jelas ke semua area Expo, kita naik ke Elevated Walkway, yaitu area jalan kaki yang letaknya di atas jalan raya, jadi kita lebih leluasa untuk melihat pavillion Expo di sekitar. Setelah itu baru kita bisa memutuskan kira-kira Pavillion Expo yang mana yang hendak dituju.

Hari pertama Expo ini masih agak mencari-cari dulu, berjalan kaki dari Elevated Walkway ke Zona A, Zona B, sampai ke Zona C. Akhirnya hari ini bisa juga masuk ke dalam beberapa Pavillion, yaitu: Vietnam, Laos, Mini Japan, Maroko, Boznia Herzegovina, Canada, Brazil, dan USA. Setelah itu hari sudah lumayan malam, akhirnya kita memutuskan untuk pulang.

TIPS: Kehidupan di Shanghai, baik waktu kita antri di Expo, maupun di Subway Metro, orang-orang di sana selalu tampak sibuk, berjalan cepat sekali. Ngobrol maupun telepon, mereka kebanyakan juga bersuara sangat keras, tanpa memperdulikan sekitarnya. Satu lagi yang paling penting yaitu masalah antri. Di sini antri sama sekali tidak tertib, lain seperti di Singapura. Jadi seperti misalnya memasuki Metro, orang-orang langsung berdesak-desakan untuk masuk dengan saling mendorong, dengan tidak ada budaya antri yang tertib. Malahan saya pernah menemui orang yang mau keluar dari subway Metro, hampir tidak bisa keluar karena terdorong sama orang yang mau masuk. Pengalaman baru juga siiih, tapi salah satu pengalaman yang tidak mengenakkan, hehehe.. 🙂

* Hari Keempat (22 Oktober 2010), Expo Day 2:

Langsung naik bus ke zona Amerika, melanjutkan perjalanan kita terakhir dari Pavillion USA. Dari sini, kita coba masuk ke beberapa pavillion, seperti: negara2 di Amerika Latin, Slovenia, dan Egypt. Lanjut berfoto2 ria di depan pavillion Inggris dan Germany. Karena hari sudah siang, dan rasanya semua zona A, B, dan C di Pudong Site ini sudah terjelajahi, kita coba menyeberang naik kapal ke Puxi Site. Waah, ternyata naik kapal pun harus antriiii lagi. Yaah, karena sudah sampai di sini, akhirnya kita antri juga untuk menyeberang sungai Huangpu ke Puxi Site.

Sampai di Puxi Site, disini banyak juga terdapat pavillion dari berbagai perusahaan, dan juga theme pavillion dari China. Kita coba masuk ke Foot Print Pavillion, disini terdapat sejarah peninggalan berbagai negara. Lanjut foto2 dari luar, untuk pavillion Coca-Cola, Oil Company, dan lainnya. Pemandangan terutama pada waktu malam sangat bagus, karena di beberapa pavillion terdapat permainan lighting yang sangat bagus.

Untuk balik ke Pudong Site, karena sudah lumayan malam dan antrian kapal yang semakin panjang, akhirnya kita memutuskan untuk coba naik subway Metro khusus untuk Shanghai Expo ini. Ternyata malah tidak ada antrian sama sekali, dan kita bisa langsung balik ke Pudong Site untuk menuju ke stasiun Metro di Yaohua Road Station.

TIPS: Di Expo ini terdapat banyak transportasi gratis yang bisa dimanfaatkan, seperti misalnya bus, kapal, dan subway Metro. Untuk rutenya kita bisa membaca dari peta Expo Map yang disediakan gratis atau kita bisa minta di salah satu volunteer Expo yang berbaju hijau.

* Hari Kelima (23 Oktober 2010), Expo Day 3:

Beruntung sekali, paling tidak 2 hari pertama Expo sama sekali tidak ada hujan dan cuaca yang cukup cerah. Hari ketiga ini ternyata hujan sepanjang hari sampai dengan malam, dengan angin yang cukup kencang. Akhirnya kita cuma berjalan-jalan sebentar di Zona Eropa, makan siang di Hakuna Matata di Africa Pavillion, terus menunggu hujan reda di Expo Axis. Setelah ditunggu sampai dengan sore dan tidak terlihat hujan mau berhenti, akhirnya kita memutuskan untuk balik ke hotel.

* Hari Keenam (24 Oktober 2010):

Hari ini hujan masih turun, jadi kita memutuskan untuk lihat Madame Tussauds dan cari oleh2 di People Park dan Yuyuan Garden. Madame Tussauds ya seperti itu, kita bisa foto2 dengan patung lilin dengan berbagai figur yang sudah terkenal, sepuasnya.

Untuk People Park, kelihatannya lebih ke menjual barang2 yang ber-merk, dengan harga yang sudah mahal, jadi akhirnya kita cuman beli oleh2 makanan di sana. Lanjut ke Yuyuan Garden, di sini menjual perhiasan dan juga pakaian. Tapi sayangnya kita sampai di Yuyuan sudah sore mendekati malam, jadi toko-toko sudah banyak yang tutup. Lagian karena yang ikut cowok semua, jadi tidak terlalu pintar untuk milih pakaian dan menawar harga, hehe.. 🙂

TIPS: semua tempat yang saya sebutkan diatas, semuanya dapat dicapai dengan subway Metro. Jadi kalau ke Shanghai, sebaiknya manfaatkan fasilitas subway saja, karena harga jauh lebih murah ketimbang taxi. Untuk ongkos naik subway ini, tergantung jauh-dekatnya, untuk biaya sekitar 3-5 RMB (Rp. 4.000 s/d Rp. 7.000,-)

* Hari Ketujuh (25 Oktober 2010):

Persiapan bangun pagi2, untuk cari tiket kereta ke Hangzhou untuk melihat danau Xihu atau disebut juga West Lake, yang merupakan salah satu danau yang terkenal di China. Kita naik subway Metro menuju ke Shanghai South Railway Station. Sesampainya di sana, ada 3 kereta ke Hangzhou sampai dengan siang, semuanya untuk hari ini sudah habisss…!!

Untung salah satu saudara saya yang ikut bersama-sama, menyarankan naik bus. Dan lebih beruntungnya lagi, di stasiun kereta itu ternyata ada juga stasiun bus untuk jarak jauh. Langsung kita berjalan kaki sekitar 10-15 menit ke stasiun bus, dan dapet juga tiket ke Hangzhou. Yeeaahh…!!

Jam 11 siang, sampai juga di Hangzhou. Woow, stasiun bus-nya sangat bagus, mungkin bisa dibilang sama dengan bandara Juanda kita di Surabaya. Kalo dibandingkan dengan bandara Adisucipto di Jogjakarta, malah lebih bagus dan lebih besar stasiun bus di Hangzhou ini. Setelah tanya2 ke petugas stasiun, disarankan naik bus dengan kode 111 untuk menuju ke West Lake (Xihu Lake), murah sekali, cuman bayar RMB 2 sekali jalan.

Perjalanan ke Xihu Lake / West Lake lumayan juga, sekitar 40 menit. Sampai di halte bus disana, kita juga tidak langsung sampai ke West Lake, tapi harus lagi-lagi berjalan kaki, sekitar 15 menit. Tapi lumayan juga kok, danau Xihu dengan pulau kecilnya di tengah. Yang harus dicoba naik cruise kapal ke pulau di tengah, dan disana bisa foto2 dengan pemandangan danau dan background gunung & kuil / temple yang kelihatannya sudah ada sejak jaman dahulu kala..

TIPS: untuk pergi ke kota lain dari Shanghai, kita bisa mencoba berbagai rute transportasi. Mulai dari bus, kereta api, dan pesawat terbang. Kereta api juga sudah ada beberapa rute yang menggunakan kereta api cepat, dengan kode “D-Train“. Jadi pertimbangkan sendiri kira-kira alternatif transportasi apa yang hendak digunakan.

* Hari Kedelapan (26 Oktober 2010):

Sampai juga di hari terakhir di Shanghai. Setelah makan pagi, berangkat untuk foto-foto sebentar di Shanghai Bund, karena sebelumnya belum sempat ke Shanghai Bund di waktu pagi / siang. Cuaca untungnya tidak hujan, meskipun agak mendung. Tapi masih lumayan juga kok untuk berfoto ria. Setelah itu nyantai sebentar di hotel, sebelumnya jam 12 siang check out dari hotel, menuju ke bandara Hongqiao International, untuk balik ke Singapore via Kunming.

* Hari Kesembilan (27 Oktober 2010):

Sampai di Singapore, lanjut naik Air Asia ke Jogjakarta jam 11 siang. Sampai di Jogja jam 12.30 siang, langsung naik bus Trans Jogja ke Stasiun Tugu di Malioboro. Kita langsung pesan tiket kereta Sancaka Sore menuju ke Surabaya, dan untungnya masih ada..!! Waaah, lega juga, akhirnya jam 9 malam sampai juga kembali ke kota tercinta, Surabaya..

Demikian cerita perjalanan saya, semoga bisa membantu teman-teman Liburan Murah yang hendak pergi ke Shanghai, Hangzhou atau ke kota-kota lain di China.

Salam 🙂

Catatan Perjalanan Surabaya-Singapore-Shanghai-World Expo 2010-Hangzhou-Jogjakarta: Biaya Transportasi & Akomodasi

Biaya ke Shanghai

Sebelumnya setiap kali pergi ke China, selalu ikut dengan tour, jadi sudah terjadwal dan tidak repot. Kali ini, karena pergi sendiri tanpa keluarga, dan tentunya pengin pergi dengan harga semurah mungkin, akhirnya coba saya beranikan untuk pergi sendiri ke Shanghai dengan tujuan utama untuk liat World Expo 2010..

FYI: meskipun saya warga keturunan, tapi saya juga warga negara asli Indonesia, sama sekali nggak bisa bahasa Mandarin… 🙂

Untuk transport dan akomodasi, seperti yang sudah saya bahas sebelumnya, saya book hotel dari Agoda dan book penerbangan dari travel agent Chan Brother di Singapore untuk pesawat China Eastern Airlines. Untuk flight ke Singapore sendiri, waktu berangkat ke Singapore saya pakai Valuair, dan untuk pulangnya ke Indonesia saya naik Air Asia ke Jogjakarta.

Lho kok ke Jogjakarta ?

Iya, karena pas dapet harga promosi Air Asia dari Singapore ke Jogjakarta. Dari Jogja, transport juga tidak sulit, karena kita bisa naik Bus Trans Jogja, untuk menuju ke Stasiun Tugu Jogja, dari sini kita dapat naik kereta api Sancaka ke Surabaya. Repot dan capek juga siih, tapi ya itu, demi mengejar harga murah ke Shanghai 🙂

Total cost buat transportasi dan akomodasi untuk trip kali ini, berikut dengan jadwal harian untuk transportasi dan akomodasi dari tanggal 19-27 Oktober, sebagai berikut:

Transportasi:

Surabaya ke Singapore: Valuair USD 70 (sekitar Rp. 650.000,-)

Singapore ke Shanghai pp: harga promo, total per orang Rp. 2,7 juta-an.

Singapore ke Jogjakarta: harga promo, per orang sekitar Rp. 400.000,-

Jogjakarta ke Surabaya: Bus Trans Jogja ke Stasiun Tugu Rp. 3.000, Kereta Api Sancaka Sore Jogja-Sby Rp. 80.000,-

Bus ke kota Hangzhou: sekali jalan RMB 65, sekitar 90 ribu-an..

Bus dalam kota Hangzhou dari Bus Station ke Wes Lake ( Xihu Lake ): murah sekali, cuman RMB 2 ( 3000 rupiah )

Subway Metro Shanghai ( kereta bawah tanah ): RMB 3-5 (Rp. 4.000 s/d Rp. 7.000,-), tergantung jauh dekatnya kita bepergian.

Akomodasi:

Hotel: pesan di Agoda.com, ketemu Lakeside Holiday Inn Hotel Shanghai, total untuk 6 malam kamar Family Room (untuk 3 orang) Rp. 3.000.000,-: Rp. 500.000,- per malam

Biaya makan dan lainnya:

Makan di depot kecil Shanghai: sekitar RMB 8-10, antara 12 ribu-14 ribu-an..

Makan di fastfood Shanghai: sekitar Rp. RMB 18-30, antara 25 ribu-42 ribu-an..

Makan di Shanghai World Expo 2010: sekitar Rp. RMB 20-50, antara 28 ribu-70 ribu-an..

Makan di restaurant Shanghai: sekitar Rp. RMB 30-50, antara 42 ribu-70 ribu-an..

Tiket masuk Shanghai World Expo 2010 untuk 3 hari: Rp. 650.000,- (USD 70)

Tiket masuk Madame Tussauds Shanghai: Rp. 190.000,- (RMB 135)

TOTAL COST per orang:

Sekitar Rp. 6 juta-an untuk semuanya…!! Sudah termasuk tiket pesawat + kereta api pp All, tiket ke Shanghai Expo 2010 & Madame Tussauds, biaya makan + hotel dan bonus trip ke Hangzhou naik bus pp. Yang belum dihitung cuman biaya untuk oleh2-nya aja…

( NB: Bandingkan dengan harga tiket pesawat Garuda di internet, yang untuk tiket penerbangan dari Jakarta ke Shanghai saja sekitar Rp. 6 juta-an )

Sabar yaa, tunggu di posting-an berikutnya akan saya jelaskan perincian perjalanan saya dari hari ke hari (DAY by DAY) plus bonus FOTO2 Shanghai Expo, Madame Tussauds, kota Shanghai & Hangzhou.. 🙂

Shanghai Expo Tickets

Shanghai Expo Tickets

Setelah coba cari tiket di Website Shanghai Expo, ketemu agent penjualan resmi untuk Ticket Shanghai Expo ini yang ada di Singapore:

-Singapore, Indonesia, Malaysia and Brunei (Authorized agent):

Commonwealth Travel Service Corporation Pte Ltd

Trus coba search di om Google, dan sudah ketemu dengan contact email dari agent CTC (Commonwealth Travel Service). Ternyata mereka sudah kerjasama dengan travel agent di Indonesia, yaitu Bayu Buana Travel.

Jadi untuk teman2 yang ingin ke Expo Shanghai, jangan kuatir kehabisan tiket, langsung saja pesan ke Bayu Buana Travel (bukan promosi lhooo, saya juga bukan orang dari travel agent, hehehe… :)).

Lebih aman juga, daripada kita beli di sana langsung. Karena denger2 ada juga tiket palsu yang dijual disana. Dan beli di venue mestinya juga bisa sih, tapi lebih enak kan kalo kita brangkat ke Shanghai, sudah megang tiket Expo-nya terlebih dahulu…

Shanghai Expo Tickets

Kunming Stone Forest, Jiuxiang Caves, dan Dinosaurs Park

Kunming Stone Forest, Jiuxiang Caves, dan Dinosaurs Park

Ada beberapa tempat wisata terkenal di Kunming. Yang paling terkenal tentu saja Kunming Stone Forest, karena masuk dalam World Natural Heritage. Selain itu juga ada beberapa tempat wisata lainnya.

1. Stone Forest. Merupakan hutan batu, yang telah ada sejak jaman dahulu kala

2. Jiuxiang Caves. Merupakan gua terbesar di China (kata tour guide-nya) 🙂 , bahkan lebih besar dari gua di Guilin.

3. Yang baru ada sekarang ini di Kunming, yaitu Dinosaurs Park. Merupakan situs penggalian arkeologi untuk dinosaurus, dimana terdapat juga pembelajaran tentang dinosaurus, berupa film 3D tentang punahnya dinosaurus, dan berbagai bentuk patung dinosaurus, sesuai dengan ukuran aslinya, yang dapat bergerak-gerak dengan tenaga mesin, seakan-akan hidup.

Beijing History of China: Temple of Heaven, Summer Palace, Forbidden City, Tiananmen Square dan Great Wall China

Beijing History of China

Jalan-jalan ke Beijing History of China.

Beijing History of China

Apabila anda ingin pergi ke China untuk pertama kalinya, saya sangat menyarankan untuk pergi ke Beijing History of China.

Kenapa?

Karena di Beijing ini banyak terdapat tempat wisata yang sudah terkenal dari jaman dahulu, seperti misalnya:

1. Great Wall

2. Forbidden City & Tian An Men Square

3. Temple of Heaven

4. Summer Palace

5. Dan yang baru sekarang ini, Bird Nest (Tempat Opening Ceremony Olimpiade Beijing 2008)

So, sempatkan untuk pergi ke Beijing untuk melihat tempat-tempat wisata di atas…

BERBAGAI PILIHAN HOTEL & CEK HARGA HOTEL di CHINA:

HARGA HOTEL di CHENGDU
HARGA HOTEL di GUANGZHOU
HARGA HOTEL di GUILIN
HARGA HOTEL di HANGZHOU
HARGA HOTEL di SHANGHAI
HARGA HOTEL di BEIJING
HARGA HOTEL di TIANJIN
HARGA HOTEL di NANJING
HARGA HOTEL di CHANGSHA
HARGA HOTEL Di HONG KONG
HARGA HOTEL di MACAU
HARGA HOTEL di SHENZHEN
HARGA HOTEL di KUNMING
HARGA HOTEL di DALI
HARGA HOTEL di LIJIANG

Jiuzhaigou Heaven on Earth…

Jiuzhaigou Heaven on EarthJiuzhaigou Heaven on Earth…

Banyak yang bilang Jiuzhaigou Heaven on Earth (di brosur juga tertulis seperti itu),.. Memang bener sih, rasanya ketimbang ke Beijing, lebih worth it ke Jiuzhaigou. Cuman kalo ke Beijing kan ada Great Wall, dan kalo ke China tanpa ke Great Wall, yaaah, menurut pendapat orang belum ke China.

Cuma, in my own opinion, lebih bagus Jiuzhaigou,…!

Dalam rangka honey moon, cyyiiaaaa, tepatnya sekitar 1 tahun setelah menikah dan mempunyai tabungan yang cukup 🙂 , saya dan istri memutuskan untuk pergi berlibur. Tujuan utama kita ingin pergi ke China, tetapi dengan biaya murah. Tanya sana-sini ke teman dan keluarga, beberapa di antaranya bilang coba ikut tour yang berangkat dari Singapore, dengan harga yang jauh lebih murah.

Setelah googling di internet, kita memutuskan ikut Chan Brothers Tour, karena mereka mempunyai cabang di Jakarta. Dan pada waktu telpon ke cabang Jakarta, ternyata tour yang akan berangkat cuman pergi ke Jiuzhaigou, yaitu tempat dengan pemandangan alam yang “katanya” paling bagus di China. Agak heran juga, karena kita waktu itu (tahun 2004) belum pernah mendengar tempat ini sebelumnya. Petugas travel’nya bilang, coba lihat film “Hero”, itu tempat syuting’nya ada yang di Jiuzhaigou. Dan setelah kita lihat setting film “Hero” yang di Jiuzhaigou, langsung kita putuskan untuk mengambil paket tour ke Jiuzhaigou ini.. 🙂

Pemandangan di Jiuzhaigou ini kebanyakan tentang air, yaitu waterfall, danau, sungai, dan lainnya. Untuk pegunungan juga ada, tetapi masih kalah bagus dengan daerah Yunnan.

Selain itu, terdapat hotel bintang lima yang sangat terkenal, yaitu Jiuzhaigou Paradise, dengan bangunan yang dikelilingi kaca, dengan konsep glass house. Berada di lobby hotel, seperti berada di alam terbuka yang dikelilingi oleh pegunungan, karena dinding dan atap hotel terbuat dari kaca. Jadi, kita dapat melihat keindahan alam dari dalam hotel.

Lebih detail tentang Jiuzhaiguo, di sini terdapat berbagai macam danau, beberapa foto diantaranya:

Dan selain area Jiuazhaigou, kita juga bisa ke tempat wisata lain, yaitu Fairy Pool. Fairy Pool ini dikelola oleh Jiuzhaigou Paradise Hotel, dan pemandangan di sini hampir mirip dengan pemandangan di Huanglong (katanya tour guide, tapi saya sendiri belum pernah ke Huanglong… 🙂

BERBAGAI PILIHAN HOTEL & CEK HARGA HOTEL di CHINA:

HARGA HOTEL di CHENGDU
HARGA HOTEL di GUANGZHOU
HARGA HOTEL di GUILIN
HARGA HOTEL di HANGZHOU
HARGA HOTEL di SHANGHAI
HARGA HOTEL di BEIJING
HARGA HOTEL di TIANJIN
HARGA HOTEL di NANJING
HARGA HOTEL di CHANGSHA
HARGA HOTEL Di HONG KONG
HARGA HOTEL di MACAU
HARGA HOTEL di SHENZHEN
HARGA HOTEL di KUNMING
HARGA HOTEL di DALI
HARGA HOTEL di LIJIANG

Shangri-La China: The Lost Horizon

Shangri-La China - Yunnan

Shangri-la China… The Lost Horizon…

Shangri-la China ini seperti digambarkan oleh James Hilton dalam bukunya “The Lost Horizon”, seperti bagaikan kota yang hilang, dikelilingi oleh daerah pegunungan, yang terdapat salju abadi.

Disini kita dapat pergi ke Shika Mountain, dengan naik cable car ke puncak gunung, dimana terdapat salju abadi. Tapi hati-hati, kita harus mempersiapkan baju hangat dengan sarung tangan, tutup kepala, dll.

Karena, bbrrrr, udara di sini sangat dingin, yaitu -5 derajat Celcius di pagi hari, tapi sedikit lebih hangat di siang hari.

Perjalanan menuju ke puncak gunung Shika di Shangri-La dapat ditempuh dengan cable car, yang memakan waktu sekitar 15 menit untuk tiap cable car. Dalam perjalanan ke puncak ini total kita akan naik 2 cable car yang berbeda. Di pemberhentian cable car yang pertama, sebelum pindah ke cable car yang ke-2 kita berhenti dulu di suatu bangunan peristirahatan. Di sini kita dapat pergi dahulu ke toilet, atau beli minuman hangat yang dijual di sini.

Setelah sampai, kita masih harus berjalan kaki sedikit, menuju ke puncak gunung Shika. Pemandangan alam di puncak pegunungan Shangri-La ini juga sangat indah. Kita dapat melihat sepanjang mata kita memandang, seluruh jajaran pegunungan di Shangri-La, seakan-akan tanpa batas…

Dan setelah sampai di puncak gunung, waaah, perasaan senang dan kagum menjadi satu. Senang karena ini salah satu puncak gunung tertinggi yang berhasil kita taklukkan. Bayangkan, tingginya aja 5596 meter dari permukaan laut, hihihi, berasa kayak pendaki gunung aja..

Kagum terhadap kebesaran Tuhan, terhadap pemandangan alam yang sungguh indah ini.

NEXT: berikutnya, mendaki ke Mount Everest..?? Wkwkwkwk, semoga bisa tercapai, paling nggak ke First Base Camp di pegunungan Himalaya, Mount Everest.. 🙂

Lijiang: Yulong Snow Mountain dan Impression Lijiang

Yulong Snow Mountain dan Impression Lijiang

Jalan-jalan ke Lijiang: Yulong Snow Mountain dan Impression Lijiang

Di Lijiang ini tempat yang paling menarik adalah Yulong Snow Mountain atau juga biasa disebut Jade Dragon Snow Mountain. Di sini kita dapat naik cable car ke puncak gunung salju, atau bisa juga kita menuju ke lokasi Blue Moon Valley.

Pemandangan di sini sangat menakjubkan, karena kita dapat melihat pemandangan danau bening berwarna biru dengan latar belakang gunung bersalju. Selain itu, jangan lupa melihat pertunjukan/show Impression Lijiang. Show ini sangat bagus, karena disutradarai oleh sutradara pembuat Opening dan Closing Ceremony Olimpiade Beijing 2008.

Lijiang Ancient Town.

Di Lijiang Ancient Town ini, kita dapat melihat-lihat penataan kota kuno Lijiang yang telah dilindungi Cultural World Heritage, dan juga melihat banyak toko-toko yang berjualan barang-barang khas Lijiang.


Dali Yunnan Three Pagodas dan Gantong Cable Car

Dali Yunnan Three Pagodas dan Gantong Cable CarJalan-jalan ke Dali Yunnan Three Pagodas & Gantong Cable Car

Di daerah Dali, ada beberapa lokasi wisata yang harus dikunjungi, yaitu Three Pagodas of Dali, dan Gantong Cable Car.

Three Pagodas of Dali.

Di sini kita tidak hanya melihat pagoda Dali, tetapi kita juga dapat melihat kuil-kuil peninggalan jaman dahulu di Dali. Di dalam kuil tersebut terdapat beberapa patung Budha, yang berlapiskan emas 24 karat. Sangat menarik untuk kita yang senang terhadap sejarah jaman dahulu, dan juga bagi kita yang senang terhadap alam, karena pemandangan alam yang sangat bagus, membelakangi gunung Cangshan.

Gantong Cable Car.

Di Gantong Cable Car ini kita dapat melihat pemandangan keseluruhan gunung Cangshan (Mount Cangshan) dan danau Erhai (Erhai Lake). Sangat bagus, dan di ujung pemberhentian cable car, terdapat pemandangan danau Dewa Kwan Im, dan permainan catur China raksasa.