Pacitan

Best Beach in East Java with Best (new) Friend…

Tempat Wisata Pacitan

Foto by: Sugi Phang (fotografer, “kernet”, sekaligus ketua penyelenggara, hahaha.. ๐Ÿ™‚

Tempat Wisata Pacitan

Karena tidak ikut acara tour mbak Yuli waktu Tahun Baru kemarin ke Klayar & dapet info kalau pantai Klayar ini salah satu pantai terbaik di Jawa Timur, bareng temen2 ngadain acara trip bersama (group kecil) ke Pacitan.

Sebelumnya terimakasih dulu buat ketua acara pak Sugi Phang dan bu bendahara Monica Febriani, yang sudah repot-repot mengurus segala sesuatunya ๐Ÿ™‚ Acara berjalan sesuai jadwal meskipun sedikit nyasar, cuaca sempat hujan tapi langsung kembali cerah begitu kita mau foto2. Tidak ada masalah selama perjalanan, kecuali “insiden kecil” waktu mau memutuskan pergi ke Telaga Ngebet, eeh, Telaga Ngebel, atau nggak.. Pada akhirnya acara berjalan lancar, dan sewa mobil kita juga pas 2 hari, tidak sampai melewati jam 12 malam ๐Ÿ™‚

Kita sewa mobil untuk 10 orang dari Surabaya, dan supaya waktu sewa lebih maksimal kita berangkat sepagi mungkin, yaitu jam 2 pagi, sampai dengan jam 12 malam di esok harinya. Jadi total waktu sewa dihitung 2 hari. Penginapan juga sempat ada beberapa opsi, seperti Srikandi Hotel Pacitan, Hotel Graha Prima dan Alloro Guest House. Akhirnya teman-teman memutuskan untuk menginap di Alloro Guest House, dan pilihan kita tidak salah! Lokasi Alloro terletak di tengah kota Pacitan, dan jaraknya cukup dekat dengan alun-alun kota. Guest House ini merupakan rumah mewah di kota Pacitan yang dijadikan penginapan. Tersedia breakfast dan wifi, kamar standart di guest house juga cukup besar, bahkan katanya beberapa pejabat kalo datang ke Pacitan menginap di guest house ini.

Break down biaya & pengeluaran untuk transportasi, makan, dan penginapan kita sebagai berikut:

  • Rent Car 1,8 jt (mobil untuk 10 orang selama 2 hari): sewa mobil di Abba Transindo Rent Car: cukup recommended! Mobil KIA Travello dengan driver yg cukup ramah, meskipun sering nyasar, hehe..
  • Alloro Guest House 375 rb kamar superior (KM dalam) & 175 rb kamar standart (kamar mandi di luar): recommended! Breakfast nasgor & free WIFI..
  • extra bed 70 rb
  • karcis Pantai Klayar ยฑ 5 rb / orang
  • lunch nasi rames pindang (pantai Klayar) 7 rb / porsi
  • karcis goa Gong ยฑ 5rb / orang
  • karcis pantai Teleng Ria ยฑ 5rb / orang
  • seafood dinner di Mekar Jaya Seafood, Pacitan ยฑ 25 rb / orang
  • karcis pantai Srau ยฑ 3 rb / orang
  • lunch sate Ponorogo ยฑ 10 rb / 10 tusuk
  • dinner pecel Madiun 99 ยฑ 10 rb / orang

Total per orang mesti bayar sekitar 375 ribu.. Lumayan murah bukan? ๐Ÿ™‚

DAY 1: 23 Maret 2012

Berangkat jam 2 dinihari, kita berkumpul di rumah salah satu teman di daerah Nirwana Surabaya ๐Ÿ™‚

Mobil sewaan dari ABBA cukup on time, dan kita bisa berangkat tepat waktu. Selama perjalanan kita berusaha untuk istirahat, mengumpulkan tenaga buat jalan-jalan di pantai Klayar. Sayangnya jalan dari Surabaya ke Pacitan tidak terlalu mulus, sehingga acara “tidur bersama” cukup terganggu juga. Sekitar jam 6 pagi, sambil mampir di SPBU terdekat, kita makan nasi kotak dahulu yang sudah dipesan sebelumnya dari bro Christian Ticualo. Enak, cukup mengenyangkan, sambil makan dessert snack dari Pan-Pan Kuweh Bandung..

Rute perjalanan kita dari Surabaya ke arah Madiun – Ponorogo – Pacitan. Sampai di Pacitan, kita mengarah ke jalur Wonogiri – Solo. Hati-hati, jangan sampai terlewat. Arah ke pantai Klayar ini dapat dituju dengan 2 jalur, yaitu dengan berbelok ke kiri di jalur Wonogiri – Solo ini.

Belokan pertama persis sebelum belokan ke gua Gong. Sangat disayangkan, tidak ada petunjuk jalan yang jelas, yang kita lihat hanya terdapat papan reklame rokok yang cukup besar & plang kecil ke pantai Teleng Ria. Jalan ini kelihatannya lebih mudah untuk dilalui. Coba kalau ragu-ragu bisa tanya ke orang, arah jalan ke Pantai Teleng Ria. Sambil mengarah ke Teleng Ria, nantinya kita akan menjumpai plang jalan ke Pantai Srau & Pantai Klayar.

Belokan kedua, kita bisa belok ke arah kiri (dari jalur Pacitan ke Wonogiri – Solo), yaitu ke arah Gua Gong. Petunjuk jalan sendiri cukup jelas ke arah gua Gong ini, untuk selanjutnya dapat melanjutkan perjalanan ke pantai Klayar..

Kalau lebih dekat melihat keseluruhan pantai di Pacitan ini, rute terdekat yaitu menuju ke pantai Teleng Ria, sekitar cuman 15 menit dari Pacitan. Yang kedua ke pantai Srau. Kemudian yang senang surfing & istirahat di resort depan pantai, bisa mampir ke pantai Watu Karung, dimana banyak terdapat orang bule juga di resort pantai ini. Last but not least, pantai Klayar! Pantai terjauh tetapi juga salah satu pantai terindah di Jawa Timur (menurut saya lho yaa!)

PANTAI KLAYAR

Salah satu pantai terindah di Pacitan. Sampai di pantai Klayar jam 11 siang, banyak teman-teman yang sudah kelaparan dan segera mampir ke warung terdekat. Menu makanan berat tidak terlalu banyak, pilihannya makan mie ayam atau nasi rames. Saya coba makan nasi rames dengan ikan pindang. Tipe makanan rumahan, harganya sangat terjangkau, cuman 7 ribu rupiah! Minumnya es degan utuh (1 buah) hanya 5 ribu rupiah.

Setelah makan, kita berjalan menuju ke ujung pantai, dimana kita dapat melihat seruling laut. Ombak di pantai Klayar ini cukup besar, dan banyak terdapat batu karang yang cukup besar dengan bentukan batu yang unik.

Salah satu view pemandangan yang paling bagus di Klayar ini yaitu dari atas bukit. Jadi kita harus berjalan kaki dahulu sampai ke ujung pantai. Dari sini kemudian kita naik ke atas bukit / tebing. View sangat indah, kita dapat melihat laut dari berbagai sisi, dengan masing-masing sisi menawarkan view pemandangan yang berbeda. View laut dari bukit ini dapat dilihat di foto-foto saya di bawah ini:

GUA GONG

Dari pantai Klayar, tujuan kita berikutnya ke gua Gong. Sudah tidak terlalu terawat kelihatannya, tetapi masih cukup bagus untuk dikunjungi. Yang disayangkan sekali lagi, fasilitas di dalam gua yang tidak terawat, dan tidak tersedia lampu seperti gua di China maupun di Halong Bay, Vietnam. Memang siih, kita masih bisa menyewa lampu senter seharga 3 ribu rupiah yang banyak ditawarkan oleh ibu-ibu di sepanjang jalan masuk ke gua.

PANTAI TELENG RIA

Tujuan terakhir kita hari ini. Pantai Teleng Ria sendiri mungkin kalah bagus dengan pantai Klayar. Tetapi cukup banyak tempat makan di sepanjang pantai ini, dan kalo tidak salah terdapat satu penginapan juga di sini. Sudah tersedia jalan yang sudah diaspal di sepanjang sisi restaurant yang menghadap ke arah pantai ini, jadi dari segi infrastruktur pantai ini sudah lebih maju ketimbang pantai Klayar. Foto2 sebentar, setelah itu kita makan malam di Mekar Jaya Seafood di kota Pacitan, dan segera check-in di Alloro Guest House.

Alloro Guest House

Guest House yang cukup nyaman. Berada di pusat kota Pacitan, hanya 10 menit berjalan kaki dari alun-alun kota Pacitan, dimana banyak terdapat warung kaki lima di sekitar alun-alun. Guest House ini sendiri mempunyai fasilitas WIFI, breakfast standart nasi goreng + telur, tetapi dengan kamar yang cukup besar & set toiletries seperti handuk – sabun – shampoo yang lengkap. Untuk minuman juga sudah tersedia 2 botol air mineral & kopi – teh sachet dengan teko listrik untuk air panas layaknya hotel berbintang. Recommended lah, next time bisa balik lagi menginap di sini dengan mengajak keluarga!

Malam ini kita habiskan dengan jalan-jalan sebentar di alun-alun Pacitan. Meskipun masih jam 9 malam, sudah banyak yang tutup di alun-alun Pacitan ini, maklum mungkin karena di kota kecil. Akhirnya kita lihat ada beberapa warung yang buka, dan kita nyamil bakso & mie ayam di warung dekat alun-alun..

DAY 2: 24 Maret 2012

PANTAI SRAU

Pagi harinya kita sudah check-out dahulu dari hotel jam 9 pagi. Lanjut ke pantai berikutnya, yaitu pantai Srau. Rute ke pantai Srau hampir sama dengan rute ke pantai Klayar. Nantinya jalan utama akan bercabang dua, satu ke pantai Srau dan yang satu ke pantai Klayar. Pantai Srau ini sendiri terdiri dari beberapa pantai, dan masing-masing mempunyai keunikan tersendiri.

Di pantai yang pertama, kita akan menemukan pantai berpasir putih, dengan dikelilingi oleh bukit di sisi kiri dan kanannya. Kalau teman-teman ke sini, bisa coba mendaki bukit di sisi kanan pantai, dan kita dapat melihat pemandangan dari atas bukit & juga dari balik bukit yang sangat indah.

Di pantai yang kedua ada 1 tempat yang menurut saya cukup menarik, yaitu bukit dengan karang lobang di tengahnya. Letaknya cukup tersembunyi, yaitu di sisi paling kiri dari pantai. Tempat ini tidak langsung terlihat dari pantai, tetapi kita harus jalan mendekati bukit ini. Dan begitu sampai kita akan melihat pemandangan bukit karang kecil dengan lobang di tengah, sehingga air laut dapat masuk dari celah lobang ini, seakan-akan seperti pantai yang tersembunyi. Kereenn..!

Pantai yang ketiga di pantai Srau ini pemandangannya hampir sama dengan pantai pertama, tetapi sedikit lebih kecil. Bukit mengapit di sisi kiri dan kanan pantai, sedangkan di kejauhan kita dapat melihat pantai lain nun jauh di sana.

Puas mengelilingi pantai Srau, kita segera melanjutkan perjalanan dari Pacitan ke Ponorogo. Berhenti sebentar di Ponorogo untuk makan siang sate Ponorogo yang terkenal dengan bumbu kacangnya yang halus.

Hmm, enaakk…! Bumbu kacang yang enak dan bawang merah yang bisa diambil sepuasnya, cocok untuk penggemar sate + bawang merah seperti saya.

Setelah selesai mengisi perut yang kelaparan, kita melanjutkan perjalanan ke Telaga Ngebel yang berjarak cukup dekat dari Ponorogo. Petunjuk jalan ke arah telaga Ngebel dari Ponorogo cukup jelas, sehingga kita bisa langsung sampai di tujuan.

TELAGA NGEBEL

Telaga Ngebel di Ponorogo ini berjarak sekitar setengah jam dari kota Ponogoro. Dan pulangnya kita tidak perlu melewati Ponorogo lagi, karena bisa langsung menuju ke Madiun dari Dolopo.

Telaga ini terletak di atas pegunungan, sehingga suhu udara cukup dingin. Telaga masih terlihat alami, dan di pinggir telaga tersedia penyewaan kapal, tempat makan, dan penginapan. Tidak seramai telaga Sarangan di Magetan – Madiun, tetapi cukup worthed untuk dikunjungi bila kita melewati kota Ponorogo.

Setelah berfoto sebentar di telaga Ngebel, kita turun dari telaga menuju ke arah Madiun. Di Madiun ini kita beli oleh2 dahulu di Toko Mirasa dekat alun-alun Madiun, dan kemudian lanjut makan malam nasi pecel Madiun 99 yang di fotonya pernah dikunjungi oleh bapak presiden SBY. Banyak sekali penjual nasi pecel di Madiun ini, mungkin pak SBY sendiri bingung pilih makan nasi pecel yang mana, hehe.. ๐Ÿ™‚

Dari Madiun langsung balik non stop ke Surabaya, dan akhirnya, jam 11 malam kita sudah sampai di Surabaya. Nice trip teman2! So, what’s next ? Karimunjawa Island ? ๐Ÿ™‚

Tempat Wisata Pacitan – Goa Gong dan Pantai Klayar

Tempat Wisata Pacitan

Mungkin objek wisata Goa Gong masih belum marak di Indonesia sekalipun keindahannya telah diakui seantero Asia Tenggara. Berbagai alasan logis seperti akses yang jauh dan jalanan yang belum nyaman seperti itulah yang kurang membuat eksotisme objek wisata ini tidak berkembang. Goa Gong yang notabene terletak di kota Pacitan dan berada di daerah pantai selatan; harus dilalui dengan mengendarai kendaraan melewati daerah gunung dan batuan karas yang rawan longsor di musim penghujan – mungkin itu pula yang menjadi kendala. Sementara ini, Pacitan yang juga tempat kelahiran dan rumah kecil presiden Susila Bambang Yudhiyono (SBY) memiliki keuntungan tersendiri dengan diangkatnya beliau menjadi SBY ; yaitu perkembangan akses ring road selatan sewaktu beliau mengunjungi rumah orang tua nya ๐Ÿ˜€ Perlahan akses semakin baik dan dijanjikan untuk semakin aman dengan bekal mempromosikan keindahan alam selatan..

Terakhir saya kesana sewaktu liburan Lebaran (sebelum berangkat ke Menjangan dan Baluran), saya mengendarai Cherry QQ kesayangan dari Malang menuju Pacitan. Tampak jalur antara Ponorogo dan Pacitan mulai banyak diperbaiki untuk menyambut musim penghujan. Jalannya masih kecil dan beberapa lubang perbaikan di kiri kanan jalan, tapi saya dan orang tua terhibur dengan pemandangan alam selatan pulau Jawa di sekitarnya ๐Ÿ™‚

Tiba di kota Pacitan yang terletak tepat di pinggir garis pantai, saya mampir sebentar di pantai Teleng Ria yang berjarak cuma 3km dari pusat kota. Di Pacitan selain terkenal dengan Kota Gua, juga terkenal sebagai tempat bagi para penggemar surfingย ; yang mana banyak foreignersย khusus mengunjungi Pacitan hanya untuk menikmati gelombang ombak dan menari di atasnya dengan papan mereka ๐Ÿ™‚

Kita menginap di bungalow persis di depan pantai Teleng Ria seharga 150000IDR/malam. Mungkin untuk keluarga bungalow ini kurang nyaman karena fasilitas kamarnya dikelola oleh warga lokal seadanya. Dan kenapa masih mahal? yah karena mereka mengikuti tarif orang asing ๐Ÿ™

pantai Teleng Ria

Keesokan harinya, kita segera menuju Goa Gong yang berjarak sekitar 20km ke arah barat dari pantai Teleng Ria. Akses menuju Goa Gong masih normal – dalam konteks jalanan kampung yang masih tidak berleok-leok. Setiba di area Goa Gong, tiket masuk diharga 5000IDR/orang dan di sepanjang jalan menuju pintu goa banyak warga lokal yang menawarkan jasanya untuk memandu kita di dalam sambil menjelaskan tiap bagian gua. Berhubung warga tersebut minta dibayar seikhlasnya, jadilah orang tua merasa simpati dan menyewa salah seorang dari mereka untuk memandu kita. Bayar berapa? ya seikhlasnya saja ๐Ÿ˜€

Sepanjang jalan menuju pintu gua banyak warga yang berjualan aksesoris di kanan kiri jalan. Kalau di luar gua udara masih sejuk dan segar, begitu masuk di dalam gua terasa lapisan udara yang lebih tipis dan tekanan udara yang berbeda di luar. Kami pun menjelajahi gua sampai ke dalamnya.

mami papi ๐Ÿ˜€

Di dalam, pemandu kita menjelaskan semua hal mengenai lapisan-lapisan gua. Banyak bentuk stalaktit yang menarik dan kadang sangat aneh ๐Ÿ˜€ yang membuat saya tertegun adalah proses terbentuknya stalaktit itu sampai membentuk rangkaian indah dan kuat ; pasti sudah dari ratusan bahkan ribuan tahun lalu..wow!

Masih ada pula beberapa celah gua yang menurut pemandu masih sedang dikerjakan oleh proyek pemerintah untuk menjelajah lebih dalam; untuk melihat apakah masih ada ruang lagi di dalamnya. Celah yang masih dikerjakan tersebut ditutup dikarenakan tidak adanya oksigen ataupun ditakutkan memiliki kandungan gas yang kurang ramah terhadap kondisi fisik kita.. hmm..jadi penasaran..;)

wow!

Puas menjelajahi gua, kita pun keluar dan menikmati kelapa muda langsung dari buahnya untuk menyegarkan badan dari udara gua yang pengap hehe.. di area parkir, banyak warung kecil yang menjual makanan dan kita pun menyantap makan siang disana sebelum menyetir lebih jauh menuju pantai Klayar..

OH MY GODDDD…!!!!!

perjalanan ke pantai Klayar adalah MENGGEMASKANNN!!!!!… ๐Ÿ˜ฎ ๐Ÿ˜ฎ

menanjak, menanjak, dan menanjak… dan ketika sampai di ujung tanjakan, langsung curam turun ke bawah sampai-sampai rasanya di ujung tanjakan itu seperti jalannya terpotong. Lagi-lagi, lebar jalan hanya bisa dilalui 1 mobil, dan ketika ada mobil datang dari arah depan maka salah satu harus mengalah dengan menaiki halaman penduduk ataupun memundurkan mobilnya.. untuk yang bawa mobil besar, harap sabar sepanjang 17km dari Goa Gong menuju pantai Klayar ๐Ÿ˜€

Ternyata ketika tiba, pantai Klayar worthedย untuk perjalanan yang susah dan jauh itu hehe ๐Ÿ˜‰ pantainya terbentang luas dan bersih dengan pasir putihnya. Dan di ujung garis pantai, seperti yang terkenal selama ini adalah suling lautย di antara tebing-tebing pantai Klayar ๐Ÿ™‚ pastinya saya menikmati selama mungkin siulan air laut yang menyembur dari karang tersebut untuk mengobati rasa lelah…

suling laut

ombak jalur selatan selalu besar ๐Ÿ˜›

Lagi-lagi kita puas bermain dan lupa waktu, hari sudah sore dan saya tidak mau terjebak di jalanan gila pantai Klayar di gelapnya malam; maka kami memutuskan untuk segera kembali menuju pantai Teleng Ria tempat kita menginap.. dan keesokannya, perjalanan kembali ke Malang dan mampir sejenak di pantai Prigi di Trenggalek sebelum akhirnya kembali ke Malang ๐Ÿ™‚

pantai Prigi terkenal sebagai pantai nelayan

pantai Pasir Putih – 3km dari pantai Prigi

sunset di pantai Prigi

NOTE : untuk pecinta surfing beginner, lebih baik mencoba di pantai Teleng Ria yang lengkap dengan pemandu surfing dan tempat persewaan surf board. Untuk expert, bisa langsung coba di pantai Srau yang harus berenang ke tengah dulu – banyak foreignerย yang memiliki bungalow di area pantai Srau (sekitar 3km dari pantai Klayar).