Dieng Culture Festival 2011 : Ruwatan anak-anak rambut gembel di Dieng

Dieng Culture Festival 2011

Candi di Dieng dinamai tokoh-tokoh pewayangan Pandawa Lima. Ada empat kelompok candi yakni kelompok Candi Dwarawati dan Parikesit, kelompok Candi Dwarawati Timur, kelompok Candi Setyaki, Ontorejo, Petruk, Nala Gareng, dan Nakula-Sadewa, serta kelompok Candi Arjuna, Semar, Sembodro, Puntadewa, dan Srikandi.

Dieng Culture Festival

Komplek candi hari ini ramai pengunjung, lapangan dekat komplek candi berdiri panggung kesenian, sementara sekeliling Candi Arjuna ditutupi kain putih mengitari candi hingga tempat pemandian sendang sedayu, komplek Darmasala. Esok menjadi hari ritual besar di Dieng, yaitu Dieng Culture Festival 2011.

Puncak acara Ruwatan rambut gimbal atau orang Dieng menyebutnya dengan rambut gembel, dilakukan didua tempat tersebut, Sendang Sedayu dan Candi Arjuna. Hari sebelum puncak acara diadakan beberapa pentas seni di lapangan dekat komplek candi, ada tari-tarian dan malamnya pertunjukan wayang kulit. Ruwatan rambut gembel sudah dilakukan turun termurun dan sejak tahun 2010 kegiatan ruwatan ini diagendakan sebagai acara festival, bukan lagi hanya sekedar acara budaya. Dengan demikian diharapkan dapat meningkatkan wisata Dieng.

Menurut kepercayaan orang Dieng, rambut gembel ini bukanlah karena faktor genetik. Rambut ini mulai tumbuh pada saat usia bayi menginjak 40 hari, biasanya sang bayi akan rewel, demam tinggi atau diare keadaan ini terus menerus berlanjut hingga usia 1-2 bulan. Konon rambut gembel ini adalah warisan turun temurun dari Kyai Kolodete, merupakan salah seorang dari tiga pendiri Kota Wonosobo. Ki Kolodete bersumpah tak akan memotong rambutnya dan tak akan mandi sebelum desa yang akan dibangunnya makmur. Kelak, keturunannya akan mempunyai ciri seperti dirinya. Ada pula cerita bahwa rambut gembel ini timbul karena kemarahan Ratu Nyi Roro Kidul kepada manusia yang membuang rontokan rambut mereka kelaut sehabis disisir hingga mengganggu kediaman Ratu Nyi Roro Kidul. Akibat dari itu sang Ratu menyuruh para pembantunya untuk mengumpulkan rambut-rambut itu, kemudian rambut-rambut itu diwariskan kepada anak-anak Dieng. Orang tua para anak berambut gembel itu harus memenuhi permintaan Sang Ratu agar anak-anaknya terlepas dari kutukan rambut gembel. Itulah sebab anak-anak rambut gembel perlu diruwat. Setelah diruwat anak-anak ini akan terbebas dari sakit-sakitan.

Kirab sebelum acara ruwatan digelar sejak pagi hari sekitar pukul 09. 7 orang anak berambut gembel diarak menggunakan mobil, dan diiringi oleh beberapa kelompok pasukan kirab seperti barong, warok dan kelompok tari-tarian lainnya. Kirab dimulai dari rumah Mbah Naryono dan berakhir di Candi Arjuna, tempat berlangsungnya pemotongan rambut gembel. Mbah Naryono berusia 61 tahun adalah sesepuh Dieng yang akan melaksanakan ruwatan tersebut. Permintaan ruwatan bukan berasal dari orang tua si anak gembel, melaikan harus dari keinginan anak gembel itu sendiri.

Tahun ini ada 7 orang anak yang akan di ruwat, 1 laki-laki bernama Fajar dan 6 lainnya perempuan berusia antara 4 hingga 6 tahun. Acara pemotongan rambut dilakukan bergilir dipimpin oleh Mbah Naryono sebagai sesepuh Dieng dan beberapa pejabat pariwisata Banjarnegara.

Sebelum prosesi pemotongan rambut anak-anak gembel itu diarak menuju Sendang Sedayu untuk dimandikan, dimandikan dalam arti rambut anak tersebut diciprati air suci.

Fajar yang memiliki rambut gembel ini meminta wedus begos (biri-biru) dan tempe kemul 100 buah sebagai maharnya. Naysila (4,5tahun) meminta minyak rambut, bekel, boneka. Muthoharoh (6 tahun) meminta tempe mentah daun 500 buah. Dewi Anjani (4tahun) meminta telur mentah 600 buah, tempe mateng Rp500 (1), tahu mateng Rp500 (1), ayam mateng. Suwaibatul Aslamiyah meminta sepeda ontel warna jambon. Maro’ah meminta anting2 1 gram, baju muslim, sandal, payung kecil. Nurselli Marselina meminta Rese Tanjan 1 kg, pindang 2 keranjang. Sungguh permintaan-permintaan yang janggal untuk anak-anak seusia mereka yang biasanya lebih senang memilih mainan.

Setelah rambut ke tujuh anak gembel usai dipotong, rambut-rambut itupun dilarung ke ke Kali Tulis dan Telaga Warna.

http://langkahkecil.com/ ~

~

3 Comments

  1. Paket Wisata Bromo
    Feb 25, 2014 @ 02:06:01

    Gunung Dieng, dari 4 lokasi yang bisa di kunjungi hanya 3 lokasi saja yang bisa saya kunjungi, mungkin karena kelelahan dan kecape’an,, yang membuat saya terkesan hanya di Telaga Warna yang mempunyai nice view…

  2. Bromo Tour
    Feb 25, 2014 @ 02:09:40

    Keren banget,, jadi pengen berpetualang ke jawa tengah,,, kira-kira hais budget berapa ya ?