Bromo.. ouoo..

Bromo

Bromo

Siapa yang tidak tahu Bromo? Sampai namanya pun sekarang sudah meluas di kanca internasional. Beberapa minggu lalu, teman dari Hong Kong datang ke Malang dan membawa potongan majalah travelling dari Hong Kong yang memuat artikel penuh tentang Bromo. Minggu lalu juga baru jalan-jalan ke Bromo untuk kedua kalinya dengan teman dari Jerman dan Belanda. Sebenarnya kali pertama ke Bromo saya tidak dapat sunrise karena kabut sangat tebal dan cuaca sangat lembab sehingga gerimis sampai agak siang, nah kali ini saya pergi lagi dengan harapan dapat sunrise yang tepat 😀

Kali ini, kita janjian menggunakan jasa tur Helios dengan mengendarai land rover dengan rute Tumpang yang terkenal akan pemandangan dan landscape pegunungan serta perbukitannya. Saya dan beberapa teman saya menjulukinya dengan nama bukit Teletubbies karena warna hijau yang sangat rata dan tanpa celah sedikitpun. Kita pun nggak pikir panjang dan langsung naik ke atap land rover sambil menikmati pemandangan sepanjang stepa hijau tersebut J kita juga banyak menemui beberapa backpacker asing dengan bawaan yang lebih besar dari badan mereka berjalan sepanjang stepa tersebut yang jauhnya kurang lebih 15KM ke desa terdekat :O u-ohh.. u-ohh…

Kita dijemput jam 1 pagi dan perjalanan via Tumpang memakan waktu sekitar 2 jam sampai di area Penanjakan. Berhubung masih terlalu awal dan belum ada orang sama sekali, sopir mobil kita menyediakan teh/kopi yang termasuk servis dari biaya tur seharga Rp 250.000,- tersebut. Baru 15 menit berlalu, mulai banyak turis asing berdatangan. Banyak yang dari daratan Eropa seperti Prancis, Italia, dan juga beberapa dari negara yang berbahasakan Spanyol.

Selama kita menunggu sunrise, kita disajikan pemandangan yang spektakuler. Mulai dari langit cerah berbintang (banyak bintang jatuh!), pemandangan sekilas gunung yang diselimuti awan, sampi perubahan warna langit dari biru-ungu-oranye-kuning yang langsung diserbu oleh semua turis untuk diabadikan dengan kamera. Sementara saya menikmati sunrise dengan duduk, semua orang sudah mengantri di pinggiran untuk berebut mengambil foto haha.. tampak seperti lautan bule haha 😀

Setelah puas menikmati sunrise dan mengambil foto, perjalanan lanjut ke gunung Bromo. Banyak kuda yang ditawarkan untuk mencapai bawah anak tangga, berhubung saya pernah jalan penuh tanpa naik kuda dan kuat, saya dan teman-teman (bule rata-rata kuat jalan) menolak tawaran kuda. Anda bisa nawar Rp30.000,-/pulang-pergi atau mungkin nawar lebih rendah lagi J apa yang tidak bisa ditawar di Indonesia? Hehe.. (tanpa bermaksud rasis)

Di atas Bromo, Anda dapat melihat kawah kecil yang mengeluarkan bau sulfur (kalau pernah ke Ijen, Bromo tidak terlalu bau menyengat). Jangan cuman berhenti di sekitar area yang berpagar, coba terus jalan mengitari kawah dan Anda akan menemui pemandangan di balik kawah yang tidak kalah fantastis J memang agak berbahaya, tapi sedikit tantangan adrenalin akan semakin menyerukan perjalanan ke Bromo Anda 😉

Kalau sudah bosan, bisa segera turun dan kembali ke mobil. Di mobil, sopir kita sudah menyiapkan kita dengan roti yang ukurannya sangat besar, sebuah apel, dan sebotol aqua botol. Akhirnya makann!! 😀 setelah kedinginan, berulang-ulang kebelet boker karena dingin, dan juga capek naik turun Bromo, akhirnya dapat sebongkah roti juga haha.. yumm yumm

Sesudah itu, sopir akan menawari untuk pulang dan Anda bisa berhenti di beberapa spot seperti bukit Telletubbies untuk hunting photo ataupun sekedar bersantai. Jangan lupa mengingatkan sopir untuk mampir sebentar ke air terjun Coban Pelangi dalam arah perjalanan pulang Anda via Tumpang. Tidak jauh beda dari air terjun Coban Rondo di kota Batu, hanya saja area air terjun ini lebih sepi dan tidak terlalu ramai pengunjung, tapi tetap saja ramai turis asing 😛

Dan berakhir udah perjalanan Bromo kita kali ini.. dengan banyak kenangan akan keindahan alam Indonesia yang akan selalu terlintas di benak saya dan teman-teman saya J

4 Comments

  1. Monica
    Sep 14, 2011 @ 11:03:30

    Maaf mas/mbak, punya kontak travel2 yang ekonomis seperti travel yang membawa mas/mbak ke Bromo ini nggak? terus bisa kasih review dikit nggak wisata apa saja yang enak dinikmati estafet dari Jogja sampai Bromo? makasih banyak loh mbak/mas. Sukses terus ya web nya 🙂

  2. Wahyu Helios
    Feb 10, 2012 @ 11:02:15

    Halooo para backpackers Indonesia !!
    Travel yang mbak Martha Yuliana (penulis) maksud adalah :
    …”Helios Hotel dan Transport Malang”…

    Kami memang hadir di tengah kebutuhan para backpackers Indonesia yang ingin berwisata menikmati dan menghargai keindahan alam, budaya, dan kearifan lokal asli masyarakat Indonesia (khususnya area Malang & Bromo)yang dikemas dalam sebuah Paket Wisata yang “terjangkau” namun memberikan pengalaman hidup yang “tidak terjangkau” !!

    *Selalu ingat kami jika Anda membutuhkan akomodasi “murah” tapi “tidak murahan”, serta paket wisata yang “aneh” “tapi nyata” !!

    *Silahakan mengirimkan e-mail ke :
    [email protected] atau [email protected], jika para “Backpackers Indonesia” semua merasa membutuhkan bantuan kami saat berwisata ke Kota Malang & Bromo (ready 24 hours) !!

    Salam Solid Backpackers Indonesia !!!

  3. Agus
    Jul 14, 2012 @ 02:19:16

    Coban pelangi terlalu jauh jalannya nggak kayak dicoban rondo 🙂

  4. wisata bromo
    Jan 22, 2015 @ 04:38:55