Tempat Wisata Jawa Tengah

Road Trip ke Jawa Tengah, mengingat masa kecil.. :)

Liburan Murah ke Jawa Tengah

“Dulu waktu masih kecil sering diajak orang tua pulang kampung ke Jawa Tengah. Kebetulan orang tua berasal dari Jawa Tengah, papa dari Solo, dan mama dari Banjarnegara (dekat dengan Dieng – Wonosobo)”

Tutup tahun di bulan Desember 2011 ini, diajak lagi oleh kakak ipar pergi road trip ke Jawa Tengah: Solo, Jogja, Semarang dan sekitarnya. Kita pergi dengan 3 mobil, sekitar 20 orang. Rute kita ke Jawa Tengah sebagai berikut:

Surabaya-Solo: 25 Desember 2011

Rute kita hari ini sebagian keluarga ada yang belanja ke Pasar Klewer Solo, sedangkan mobil kita sendiri karena sudah kemalaman sampai di Solo, kita langsung menuju ke Riyadi Palace Hotel. Pesan makan di room service hotel, dan masakannya lumayan enak + muraaah banget untuk ukuran hotel bintang 3, harga berkisar antara 18 ribu – 25 ribu rupiah aja. Di sekitar hotel terdapat beberapa restaurant, seperti Pizza Hut & Diamond Cafe.

Solo-Magelang-Jogja: 26 Desember 2011

Jam 8 pagi setelah makan nasi liwet khas Solo di dekat Riyadi Palace Hotel, sebagian keluarga ada yang mengunjungi Kraton Solo terlebih dahulu.

Jam 9 pagi, kita semua bersiap-siap check out dari hotel untuk melanjutkan perjalanan. Rute kita hari ini menuju ke Sendangsono di daerah Muntilan, sebelum kota Magelang. Sebelumnya tidak lupa untuk membeli oleh2 khas Solo & Srabi Notosuman untuk dimakan di perjalanan 🙂

Siangnya kita makan siang di Mbok Berek Garden dahulu di daerah Sleman Jogjakarta, dan sekitar jam 2 siang kita sampai juga di Sendangsono. Sendangsono sendiri terletak di daerah Muntilan, jadi kalau kita dari arah Sleman Yogyakarta, sesampainya di Muntilan ada belokan ke Sendangsono ke arah kiri, setelah itu tinggal mengikuti petunjuk jalan.  Sendangsono ini Lourdes’nya Indonesia, merupakan objek wisata religius / tempat wisata ziarah untuk umat Katolik di Indonesia. Di sini juga terdapat air dari sumber, yang dipercaya dapat menyembuhkan berbagai penyakit.

Tiba di Jogja malam hari sekitar jam 8 malam, langsung kita sempatkan waktu terlebih dahulu untuk jalan-jalan & makan nasi gudeg di jalan Malioboro, sebelum toko-toko di Malioboro tutup jam 10 malam.

Yogyakarta-Magelang-Wonosobo: 27 Desember 2011

Pagi harinya, kita jalan-jalan di area hotel All Season tempat kita menginap. Dari lantai paling atas, yaitu di lantai 7 Hotel All Season, kita dapat melihat city view kota Jogja sambil berenang. Yap benar, kolam renang hotel ini juga terletak di lantai paling atas. Lobby dan Restaurant di hotel All Season Jogja ini juga didesain dengan cukup unik.

Dari Jogja, kita mampir dulu untuk membeli oleh-oleh khas Jogja. Memang pergi bareng-bareng bersama keluarga ada suka dukanya, jadi banyak pit stop / tempat pemberhentian, tapi nggak masalah juga, senang sekali bisa jalan liburan rame-rame bareng keluarga 🙂

Siangnya kita mampir dulu ke tempat wisata di Magelang, yaitu Ketep Pass. Lokasi Ketep Pass agak sulit untuk ditemukan, karena tidak ada petunjuk jalan. Ancer-ancer’nya begitu kita sampai di daerah Blabak Magelang, coba tanya ke penduduk setempat untuk belokan ke Ketep Pass. Setelah itu dari Blabak tinggal belok ke kanan, kurang lebih 17 km kita akan sampai di Ketep Pass. Ketep Pass ini dikenal sebagai tempat view point yang paling bagus untuk melihat gunung Merapi. Selain itu di sini kita juga bisa melihat museum gunung Merapi, dan juga menyaksikan film tentang gunung Merapi di Ketep Volcano Theater.

Malam harinya setelah check in di hotel Surya Asia Wonosobo, kita mampir dulu untuk makan di Mie Ongklok, makanan khas kota Wonosobo yang sudah terkenal 🙂 Lokasi hotel cukup strategis, dengan lumayan banyak tempat makan di sekitar hotel Surya Asia.

Wonosobo-Dieng-Kledung: 28 Desember 2011

Hari ini kita Full Day jalan-jalan di berbagai tempat wisata di pegunungan Dieng Plateau, seperti Dieng Plateau Theater, Telaga Warna, Kawah Sikidang Dieng, & Komplek Candi Arjuna. Kita bisa membeli tiket terusan untuk 4 tempat wisata utama di Dieng tersebut dengan harga lebih murah. Pemandangan alam di pegunungan Dieng ini sangat indah & terkenal sampai ke mancanegara, tidak kalah dengan pemandangan alam pegunungan di luar negeri. Jadi kalau teman-teman Liburan Murah yang dari Indonesia & belum pernah pergi ke Dieng, once in a lifetime harus disempatkan untuk pergi berlibur ke Dieng 🙂

Setelah mengelilingi 4 tempat wisata di Dieng, pulangnya masih bisa kita sempatkan waktu untuk mampir ke Agrowisata Kebun Teh Tambi Wonosobo & berfoto ria di tengah pemandangan kebun teh yang segar & asri. Lokasi Teh Tambi berada di kilometer ke-16 dari arah kota Wonosobo ke Dieng, setelah itu nanti ada petunjuk jalan untuk belokan ke arah Agrowisata Kebun Teh Tambi. Ternyata di area Kebun Teh Tambi ini juga disewakan tempat menginap berupa villa. Waah, kelihatannya lain kali harus balik lagi ke Dieng, dan menginap di Kebun Teh Tambi ini 🙂

Kledung-Ambarawa-Bandungan: 29 Desember 2011

Dari Hotel Kledung Pass, pagi harinya kita berfoto-foto dulu dengan latar belakang pegunungan. Hotel Kledung Pass ini terkenal dengan view pemandangan gunungnya yang sangat indah, karena diapit oleh dua gunung, yaitu gunung Sindoro di belakang hotel, dan gunung Sumbing di depan hotel.

Siang harinya, sesampainya di Ambarawa kita mampir dahulu ke Museum Kereta Api Ambarawa. Meskipun masih direnovasi, kita tetap diijinkan untuk masuk dengan membayar secara sukarela 🙂

Setelah itu balik lagi ke arah kota Ambarawa, dan nggak sampai 10 menit kita sudah sampai di Gua Maria Kerep Ambarawa. Setelah menunggu beberapa anggota keluarga berdoa dahulu di Gua Maria, kita segera melanjutkan perjalanan ke hotel kita berikutnya, yaitu tempat wisata Umbul Sidomukti di daerah Bandungan. Bandungan sendiri bisa dicapai dari 2 arah, yaitu dari arah Ambarawa dan Semarang. Kalau dari Ambarawa cuman sekitar 20 menit sudah sampai ke Bandungan, sedangkan menuju Bandungan dari arah Semarang lebih lama, yaitu sekitar 1 jam.

Sebelumnya supaya teman-teman tidak kaget, untuk menuju ke Umbul Sidomukti ini kita harus berbelok ke jalan kecil di daerah Jimbaran, Bandungan. Dan perjalanan naik ke atas melewati jalan yang masih agak bergelombang, dengan tanjakan yang cukup tajam. Cuma segala kerepotan untuk menuju Umbul Sidomukti ini benar-benar terbayarkan, setelah kita melihat pemandangan alam yang sangat bagus di kawasan Umbul Sidomukti, terutama di area penginapan kita, Pondok Wisata Umbul Sidomukti. Belakang tempat penginapan kita ada sebuah bukit (atau gunung?) yang sangat indah, sedangkan di depan kita dapat melihat city view, dengan barisan awan, seakan-akan kita berada di negeri di atas awan 🙂

Villa di Umbul Sidomukti ini juga cukup murah, bayangkan harga hotel di high season / liburan cuman Rp. 440.000,- dan bisa dihuni sampai dengan 4 orang.

Bandungan-Semarang-Pati-Surabaya: 30 Desember 2011

Hari ini kita meluncur dari arah Bandungan menuju ke kota Semarang. Mampir dulu untuk membeli oleh-oleh Wingko Kereta Api di jalan Cendrawasih & Lumpia Semarang di Jalan Ahmad Yani, kemudian makan siang di Bakso Asia Semarang, setelah itu kita menuju ke daerah Gedung Batu Semarang.

Ada apa di Gedung Batu Semarang? Di sini kita bisa melihat klenteng paling besar di kota Semarang, yaitu Klenteng Sam Poo Kong. Dan siapa sangka, kalo klenteng Sam Poo Kong ini sudah terkenal hingga ke mancanegara lhoo, dan sudah menjadi tempat wisata umum bagi semua kalangan. Karena itu begitu kita masuk ke area klenteng Sam Poo Kong, kita diharuskan untuk membeli tiket masuk Rp. 3.000,- (wisatawan dalam negeri) & Rp. 10.000,- (wisatawan mancanegara). Tidak seperti di klenteng lainnya, yang biasanya dapat dimasuki dengan gratis.

Pit Stop kita yang terakhir: Dua Kelinci Pati, tepatnya yaitu Kios Kelinci di arah sebelum kota Pati. Beli oleh2 kacang Dua Kelinci dulu, dengan harga yang lebih murah dari harga di Supermarket, semua varian dari kacang Dua Kelinci dapat kita temukan disini. Selain itu kita dapat berfoto dengan Jackalope, yaitu kelinci bertanduk dari Amerika.

Aaah, tidak terasa sampai juga di Surabaya. Selesai sudah liburan kita kali ini. Capek, tapi totally FUN, bisa pergi bareng2 dengan keluarga! 🙂

Harga Hotel (High Season / Harga Liburan):

1)      Solo: Rp. 315 ribu

Hotel Riyadi Palace Klik untuk melihat Review Hotel

Jalan Brigjen Slamet Riyadi, Surakarta / Solo

2)      Jogja: Rp. 524 ribu

All Seasons Hotel Klik untuk melihat Review Hotel

Jalan Dagen Malioboro, Yogyakarta

3)      Wonosobo: Rp. 550 ribu

Surya Asia Hotel Klik untuk melihat Review Hotel

Telp. 62-(0)286-322992 Jl. Jend. A. Yani 137 Wonosobo, Central Java, Indonesia 56311 General Information: [email protected]

4)      Kledung: Rp. 350 ribu

Kledung Pass Hotel

Telp. 0813 2811 9888 Jl. Raya Wonosobo Parakan KM. 07 Wonosobo, Jawa Tengah

5)      Bandungan, Semarang: Rp. 440 ribu

Pondok Wisata Umbul Sidomukti

Telp. (024)70128686 Desa Sidomukti Kecamatan Bandungan Kab. Semarang, Jawa Tengah

www.umbulsidomukti.com

Lokasi: Untuk mencapai lokasi wisata cukup mudah, dibutuhkan waktu 40-60 menit dari pusat kota Semarang (Simpang Lima). Dari kota Semarang, pacu kendaraan menuju Bandungan. Sesampainya di Pasar Jimbaran, Bandungan, arahkan kendaraan berbelok ke arah kanan, dan naik sekitar 4 kilometer. Di sepanjang jalan dari Pasar Jimbaran hingga gerbang lokasi wisata  ada banyak penunjuk arah agar pegunjung tidak tersesat.

Biaya Makan, Transportasi & Masuk ke Tempat Wisata:

  • Restaurant Hotel Riyadi Palace: Rp. 18.000 s/d Rp. 25.000,-
  • Nasi Liwet Solo: Rp. 10.000,-
  • Mbok Berek Garden (Paket Nasi+Ayam): Rp. 18.000,-
  • Gudeg Malioboro: Rp. 10.000,-
  • Mie Ongklok Wonosobo: Rp. 4.500,-
  • Makan Kentang di Dieng: Rp. 5.000,-
  • Nasi Goreng / Mie Goreng Umbul Sidomukti: Rp. 12.000,-
  • Bakso Campur di Bakso Asia Semarang: Rp. 22.000,-
  • Sendangsono (tempat wisata ziarah): gratis 🙂
  • Ketep Pass Magelang: Rp. 7.000,-
  • Tiket Terusan Dieng: Rp. 20.000,- (masuk ke 4 tempat wisata utama Dieng: Telaga Warna, Kawah Sikidang, Candi Arjuna, dan Dieng Plateau Theater)
  • Agrowisata Kebun Teh Tambi Wonosobo: Rp. 5.000,-
  • Museum Kereta Api Ambarawa: gratis, karena masih dalam renovasi 🙂
  • Gua Maria Kerep Ambarawa: gratis 🙂
  • Klenteng Sam Poo Kong Semarang: Rp. 3.000,- & tambah Rp. 20.000,- untuk masuk ke dalam klenteng
  • Kios Kelinci (Dua Kelinci) Pati: gratis & dapat free sample kacang + minum jus sepuasnya, hehehe.. 🙂
  • Biaya Transportasi: gratisss, nunut Kapten Dony Istiawan, thanks ya pak Dony Istiawan 🙂

Tempat Makanan & Beli Oleh-Oleh:

  • Nasi Liwet Jalan Keprabon, Solo
  • Srabi Jalan Notosuman, Solo
  • Oleh-oleh Jalan Mataram & Malioboro, Jogjakarta
  • Resto Jejamuran, Jalan Raya Yogyakarta-Sleman-Magelang
  • Toko Oleh-oleh Aneka & Varia, Wonosobo
  • Wingko Kereta Api Jalan Cendrawasih, Semarang
  • Lumpia Mataram di Jalan Ahmad Yani, Semarang
  • Nasi Ayam Bu Nyoto Jalan MT Haryono, Semarang
  • Bakso Asia Jalan MT Haryono, Semarang
  • Nasi Gandul Jalan Merdeka, Pati
  • Kios Kelinci, Pati

Karimunjawa :D

Karimunjawa

Karimunjawa

Karimunjawa, yang mungkin sudah sering kali kita dengar dari mulut ke mulut ataupun pernah kita jumpai beberapa artikel yang membahas tentangnya di majalah travelling. Terkenal akan areanya yang terdiri dari beberapa pulau kecil tak berpenghuni, dan semakin ternama dengan lautan yang sebening kristal. Para penggemar snorkeling pun tak kalah marak mengunjungi Karimunjawa yang memiliki tipikal terumbu karang berukuran raksasa.

Kalau dibandingkan dengan laut di daerah timur Indonesia, Karimunjawa memiliki sensasi natural tersendiri karena hampir semua pulau-pulau kecil di area itu berbatasan langsung dengan laut lepas. Jadi kalau kita sedang bersantai di pantai salah satu pulau, sering kali akan mendapati pemandangan laut lepas, ombak yang bergulung-gulung, bahkan kalau memang beruntung Anda bisa menyaksikan rombongan lumba-lumba dan ikan-ikan lainnya.

Sebenarnya, nama Karimunjawa digunakan sebagai nama pulau utama di area tersebut. Sedangkan beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Kecil, Pulau Besar, Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Cemara Kecil, Cemara Besar, dan lainnya dapat diraih dengan menggunakan kapal nelayan setempat. Dari Jepara ataupun Semarang, masing-masing kota awal pemberangkatan ke Karimunjawa memiliki jadwal layar yang berbeda. Kalau memang mau travelling ala backpack, sangat disarankan berangkat dari Jepara. Harga untuk ferry kelas ekonomi cuma dibandrol Rp35.000,- (6 jam perjalanan). Dibandingkan dari Semarang yang cuma menyediakan kapal cepat (3 jam perjalanan) dengan harga Rp125.00,- sekali jalan. Untuk detail jadwal berangkat kapal bisa di-check di situs ini

http://www.karimunjawa-ticketing.co.id/

Untuk tempat menginap di Karimunjawa, banyak penduduk lokal yang mengubah rumahnya menjadi guest house, kalau mau di hotel juga ada beberapa hotel mulai dari harga Rp150.000,-/malam. Kalau baru kali ini Anda bertualang di daerah yang dikelilingi perairan, sangat disarankan untuk coba stay di “Wisma Apung” dengan harga Rp140.000,-/malam (harga Mei 2010). Oh, perlu saya ingatkan, karena Karimunjawa menggunakan jalur listrik bawah air and jauh dari pulau Jawa, listrik di sini baru ada mulai dari jam 6 malam. Jangan lupa charger HP Anda selama siang hari – tidak perlu membawa HP ke setiap pulau karena signal sangat sedikit.

Belum ke Karimunjawa namanya kalau belum mencoba makan “Pindang Serani” asli buatan penduduk Karimunjawa. Kalau ingat acara travellingnya Fauzi Baadillah sewaktu dia ke Karimunjawa, dia mampir di salah satu guest house dan minta ke ibu empunya guest house untuk memasakkan pindang serani spesial ala Karimunjawa. Rasa kuah asam pedas yang segar berpadu dengan ikan langsung tangkapan laut khusus yang sama sekali tidak amis hehe.. saya sendiri habis 1 panci!!

Kalau Anda penggemar photo hunting, jangan lupa untuk mampir ke Tanjung Gelam untuk hunting sunset dan pemandangan sekitar yang berasa seperti kita sedang terdampar di pulau Robinson Cruise. Pohon-pohon kelapa di sepanjang pesisir pantai, air jernih, dan karang-karang yang berdeburan ombak berubah menjadi objek sempurna untuk foto. Tanjung Gelam berada di bagian atas pulau Karimunjawa, dan bisa Anda raih dengan perahu nelayan.

Mampir juga di Menjangan Besar untuk mengunjungi penangkaran hiu. Bisa foto bersama hiu di penangkaran dengan membayar Rp5.000,- . Asalkan sedang tidak luka, jangan takut sama hiunya karena hampir semua hiu disana masih muda dan jinak. Saya dekati saja semua hiu nya pada pergi semua, atau mungkin hiu nya mikir ada paus sedang menginvasi kandang mereka haha.. J

Lebih baik pergi ke Karimunjawa dalam grup yang banyak orangnya supaya harga share untuk mengunjungi antar pulau kecil dengan perahu nelayan lebih murah. Dan juga sewa guest house bisa lebih murah pastinya. Bulan yang baik untuk ke Karimunjawa sekitar Maret – Juni/Juli. Lewat dari bulan itu, arus pasang laut kadang susah diprediksi dan jadwal kapal bisa berubah ataupun dibatalkan sewaktu-waktu L

Well, selamat berlibur di Karimunjawa! 😀