Pulau Sempu

Pulau Sempu

Pulau Sempu yang terletak di seberang Teluk Sendang Biru, Malang, Jawa Timur – sebenarnya merupakan basis militer AU – TNI. Di tengah-tengah pulau Sempu,terdapat sejenis laguna yang diberi nama ‘Segara Anakan’. Dinamai ‘Segara Anakan’ karena air di laguna tersebut berasal dari celah-celah batu karang yang berbatasan langsung dengan samudra pasifik, yang mana membentuk suatu kumpulan air berupa laguna di tengah-tengah pulau Sempu tersebut. Sedangkan teluk Sendang Biru sendiri adalah tempat berkumpulnya para nelayan yang menangkap hasil buruannya dari pinggiran samudra Pasifik dan dijual secara massal di Pasar Ikan Sendang Biru. Tidak heran ketika Anda menunggu kapal untuk meyebrang ke pulau Sempu dari Sendang Biru, akan terasa sedikit bau ikan 🙂

Dari Malang, butuh 2-3 jam perjalanan untuk sampai ke Sendang Biru dan 20-30 menit untuk menyebrang ke pulau Sempu dengan kapal nelayan. Kebanyakan nelayan dan calo kapal akan mematok harga awal Rp 150.000,- untuk mengitari dan mendarat di pulau Sempu. Saran saya, sebaiknya langsung menawar separuh harga dengan bilang kita hanya menyebrang dan tidak bermaksud mengitari pulau Sempu. Karena pada saat-saat tertentu, ombak bisa pasang dan surut dengan cepat sehingga trlalu riskan untuk berkeliling mengitari pulau Sempu (juga karena berbatasan dengan laut lepas samudra pasifik).

Setelah sampai di Pulau Sempu, kapal akan meninggalkan Anda dan menjemput lagi sebelum pk 17.00 untuk menghindari karam kapal karena surut. Anda harus berjalan melalui trek lintas alam yang telah disediakan oleh penduduk lokal selama kurang lebih 1 jam. Jika malam sebelum Anda tiba di pulau Sempu hujan, Anda akan menemui banyak lumpur dan jalan yang licin. Karena itu hati-hati saja. Tetapi kalau kering, perjalanan dapat selesai lebih singkat dan kaki tidak perlu sampai ber-spa lumpur 🙂

Mungkin Anda akan mendengar banyak bunyi-bunyian asing di hutan itu, seperti suara burung liar, monyet, bahkan suara sesuatu sedang bergerak begitu cepat di antara rerumputan tinggi. Tidak perlu takut, itu hanya babi hutan. Atau mungkin macan liar jika Anda beruntung 🙂

Mendekati ‘Segara Anakan’, Anda harus berjalan agak merambat di tepian batu karang karena laguna itu persis berada di tepian pulau yang berbatasan langsung dengan laut lepas. Sesampainya di ‘Segara Anakan’, Anda pasti langsung terkesima dengan keindahan laguna tersebut yang begitu jernih dengan pasir yang sangat putih. Tone warna air yang begitu kentara, sayangnya tidak banyak bahkan hampit tidak ada karang ataupun ikan-ikan disana. Hanya air dan pasir.

Silakan bermain-main sepuasnya disana, berjemur, snorkling (mungkin Anda dapat menemukan ular laut kalau beruntung hehe), ataupun bermain di tepian. Anda juga dapat berenang ke seberang pantai karena disana ada gua kecil dan lebih banyak ikan serta sedikit karang tumbuh disana. Tapi ingat, jangan terlalu dekat dengan gerombolan karang yang merupakan perbatasan ‘Segara Anakan’ dan samudra Pasifik. Arus disana terlalu deras dan jika Anda lalai, Anda bisa tersedot ke dalamnya 🙁

Anda punya waktu bermain paling tidak sampai pk 15.00 jika berencana balik, tpi jika Anda ingin berkemah dapat izin dulu ke petugas di Sendang Biru dan silakan membangun kemah Anda di tepi pantai ‘Segara Anakan’. Selanjutnya, perjalanan pulang kembali masih sama dengan jalan yang Anda ambil sewaktu tiba tadi. Dan disana kapal Anda akan menunggu. Coba tengok kiri kanan Anda selama di kapal, Anda akan menjumpai lautan lepas samudra Pasifik persis di hadapan Anda. Dan mungkin Anda berani mencoba berenang menuju Australia? 😉

Sempu aka Kho Phi Phi island in Indonesia version 🙂

happy travelling readers!

By: Martha Yuliana

Pulau Sempu

view of Segara Anakan from rock wall