Tempat Wisata Vietnam

Tempat Wisata Mui Ne

Tempat Wisata Mui Ne

Tempat Wisata Mui Ne

Ho Chi Minh – Muine, 24 Oktober 2012

Pagi hari kita sudah bersiap-siap menuju Open Tour bus dari Sinh Tourist. Seperti biasa, bus berangkat tepat waktu. Kita segera naik bus & memulai perjalanan kita. Bus dari Saigon ke Mui Ne akan berhenti 1x sepanjang perjalanan selama 20 menit, untuk kita beristirahat dan pergi ke toilet.

Sampai di Mui Ne, hotel-hotel umumnya berada di satu jalan utama saja, jadi kita bisa meminta untuk berhenti di hotel tempat tujuan kita. Sudah booking terlebih dahulu, kita meminta pada supir bus untuk menurunkan kita di Muine Backpacker Resort. Hotel di Muine ini kebanyakan berada di tepi pantai, cocok bagi wisatawan yang suka bersantai dan leyeh-leyeh di tepi pantai. Check-in, menitipkan barang dahulu di kamar hotel, kemudian kita keluar untuk mencari makan siang terlebih dahulu. Seperti biasa, opsi makan murah di Vietnam, kita tinggal cari warung makan kaki lima bertuliskan COM! Harga di COM ini bervariasi, tetapi umumnya cukup murah, tidak sampai 15 ribu kalo dirupiahkan.

Setelah selesai makan, sambil jalan balik ke hotel kita mampir ke beberapa agent travel yang berada di dekat hotel. Ketemu salah satu agent yang berada paling dekat dari hotel, terletak hampir di seberang Muine Backpacker, yang menawarkan tour sand dunes tempat wisata Mui Ne hanya 6 USD per orang.

Sand Dunes tour termasuk:

Fairy Stream

Tempat yang kita kunjungi pertama kalinya. Awalnya kita harus berjalan kaki di tengah sungai yang tidak terlalu dalam (cuma setinggi 20-30 cm), kemudian kita akan sampai di formasi karang batu, yang berpadu dengan pasir berwarna kuning kemerahan. Cukup indah, apalagi bila kita naik ke atas bukit pasir dan memandang dari kejauhan.

Fishing Village

Kampung nelayan di Muine. Cukup menarik, dengan banyaknya kapal nelayan yang tertambat di pinggir laut. Sangat menarik untuk menjadi objek foto..

White Sand Dunes

Salah satu dari 2 padang pasir yang ada di Muine. Di White Sand Dunes ini pasir berwarna putih, dengan luasan gurun pasir yang lebih luas dari red sand dunes. Di sini juga terdapat danau kecil, jadi apabila dilihat dari kejauhan mirip dengan mata air di padang gurun yang luas. Tersedia juga motor ATV yang disewakan untuk para pengunjung, apabila takut kecapekan berjalan kaki keliling padang pasir yang cukup luas ini. Sangat menarik wisata gurun pasir yang mirip dengan padang pasir di Sahara. Tidak menyangka juga terdapat tempat wisata seperti ini di Vietnam, sayangnya cuman tidak terdapat binatang unta di sand dunes Muine :p

Red Sand Dunes

Padang pasir di red sand dunes ini tidak terlalu besar. Banyak anak kecil yang menyewakan semacam karet untuk bermain seluncur di gurun pasir ini. Yang paling bagus sebenarnya adalah view sunset dari red sand dunes, tetapi persis setelah kita sampai di sana, matahari sudah mulai tidak terlihat. Yaah, tidak apa-apa juga, mungkin kita lupa waktu di white sand dunes, dan menghabiskan waktu yang cukup lama juga di sana. Jeep kemudian mengantar kita untuk balik ke hotel.

Malamnya kita makan malam di restaurant pinggir pantai, letaknya di sebelah Muine Backpacker Resort. Menu seafood & makanan khas Vietnam, dengan harga yang masih terbilang cukup murah di Muine ini, yaitu di Lam Tong Restaurant. Dibandingkan beberapa restaurant pinggir pantai yang sekelas di Indonesia, harga resto pinggir pantai di Vietnam ini benar2 terjangkau & lebih murah. Enak sekali rasanya duduk santai, makan, sambil mendengarkan ombak berdebur, hmmm.. πŸ™‚

Foto Selengkapnya di FB Page kita: Facebook Liburan Murah | Cheap Travel

Pilihan Hotel di Vietnam

Pilihan hotel saya di beberapa kota yang saya singgahi yaitu sebagai berikut (semua hotel yang saya pilih berada di lokasi yang sangat strategis, mempunyai review yang baik, dari Agoda maupun TripAdvisors, dan paling penting punya family room / triple room untuk bertiga yang sesuai dengan budget kita) :

Masih bingung memilih hotel di Vietnam? Sebenarnya memang ada banyak sekali pilihan hotel murah di Vietnam. Sebagian mempunyai lokasi yang strategis, dengan berbagai range harga (mulai dari 10 USD sampai dengan 50 USD ke atas). Jadi sebaiknya survei dahulu untuk menentukan pilihan hotel yang terbaik untuk anda. Atau apabila tidak mau repot, bisa membeli buku #WisataHematVietnam #Elexmedia #PesanSponsor :p

Tempat Wisata Dalat

Tempat Wisata Dalat

Tempat Wisata Dalat

Dalat, 26 Oktober 2012

Pagi hari ini kita akan melakukan city tour kota Da Lat.Makan pagi dulu di hotel, dan ternyata tersedia makan pagi buffet (buffet breakfast) di hotel Trung Cang ini. Padahal harga sudah cukup murah, tidak sampai USD 30 untuk triple room. Dan pilihan menu buffet menurut saya cukup banyak, lebih dari cukup dibandingkan dengan harga hotel yang murah..

Agenda hari ini kita akan pergi ke beberapa tempat, kebetulan kita sudah mengambil paket tour harian keliling tempat wisata Dalat supaya tidak repot dari segi transportasi, dan bisa mencapai beberapa tempat sekaligus dalam 1 hari.

Summer PalaceΒ 

Pertama kali kita pergi ke Summer Palace ini, yang merupakan tempat peristirahatan salah satu raja di Vietnam. Ada 3 istana musim panas, tetapi kita pergi ke istana yang waktu itu dihuni oleh raja tersebut. Tempatnya mempunyai desain bangunan khas Prancis, dengan letak bangunan yang berada di atas bukit, sehingga dapat melihat pemandangan yang indah dari balkon istana. Di dalam Summer Palace ini kita juga dapat berfoto dengan pakaian khas kerajaan. Menarik!

Crazy House

Bangunan Crazy House ini sebenarnya merupakan rumah idaman bagi si pemilik rumah, seorang arsitek wanita yang masih hidup dan tinggal di rumah ini sampai dengan sekarang. Desain bangunan rumah yang unik sehingga akhirnya menjadi salah satu jujugan wisatawan yang pergi ke kota Dalat.

Dalat Cathedral

Gereja Cathedral di kota Dalat. Desain simpel, dengan ciri khas bangunan gereja Prancis yang memiliki tower tinggi di depan.

Cable Car – Robin Hills

Cable Car ini terletak di Robin Hills di mana kita dapat melihat pemandangan kota Dalat dari atas bukit. Perjalanan cable car tidak terlalu lama, sekitar 15 menit atau kurang, tetapi pemandangan sangat indah mengarah ke danau Paradise.

Truc Lam Pagoda

Pagoda ini berada di ujung cable car dari Robin Hills. Dari pagoda ini kita dapat berjalan ke danau Paradise, tetapi berhubung waktu yang tidak memungkinkan, akhirnya kita cuman melihat-lihat keliling pagoda, dan dari atas pagoda terlihat sedikit pemandangan danau Paradise.

Prenn Waterfalls

Air terjun Prenn ini merupakan tujuan terakhir kita sebelum makan siang. Air terjun ini cukup unik, berada di sebuah batu yang letaknya menjorok keluar, sehingga kita dapat berjalan mengitari bagian belakang air terjun. Lokasi air terjun Prenn ini juga cukup ramai dengan turis lokal, dimana tersedia berbagai permainan ketangkasan, naik gajah, ataupun keliling danau mendekati air terjun dengan menggunakan perahu kayuh.

Setelah itu kita beristirahat & makan siang terlebih dahulu di Trung Cang Hotel. Selesai makan kita beristirahat sejenak, dan kemudian jam 1 siang kita segera melanjutkan perjalanan berikutnya ke stasiun kereta api kuno Dalat..

Dalat Train Station

Merupakan stasiun kereta api kuno di Dalat. Sekarang ini sudah tidak berfungsi sebagai stasiun kereta api umum, tetapi lebih ke stasiun untuk kereta api turis. Seringkali tempat ini dijadikan lokasi foto pre-wedding, seperti yang kita lihat di sana, ada 2 pasang pengantin baru yang sedang melakukan photoshot di lokasi Dalat Train Station ini..

Valley of Love

Taman Cinta, atau Bukit Cinta! Banyak sekali pernak-pernik yang bertemakan “cinta” di taman ini, dan sangat cocok untuk foto bersama dengan pasangan, hehehe.. Tentunya saya bersama istri tidak melewatkan foto di taman ini, tapi dengan sedikit malu-malu, karena difoto oleh mertua alias orang tua istri πŸ™‚ Apabila anda berkunjung ke Valley of Love, view paling bagus berada di bagian belakang “bukit cinta” ini, di mana terdapat danau buatan yang cukup besar. Sangat cocok untuk tempat berfoto-ria..

Beli souvenir & oleh-oleh

Terakhir sebelum balik ke hotel, kita diajak untuk mampir ke tempat oleh-oleh. Mungkin yang agak mahal oleh-oleh minuman seperti anggur. Tetapi tersedia juga berbagai oleh-oleh makanan/cemilan khas kota Dalat, seperti jelly atau permen yang berwarna-warni, dan berbagai makanan khas Dalat lainnya.

Keseluruhan day tour ini tidak terlalu mahal, per orangnya cuma 12,5 USD, yaitu sekitar 100 ribu lebih sedikit. Harga sudah termasuk makan siang & tiket masuk berbagai tempat wisata di atas. Yang perlu membayar lagi cuma tiket naik cable car yang sifatnya optional. Apabila kita tidak mau naik cable car, maka mobil akan langsung mengantar ke pagoda.

Secara garis besar, kota Da Lat ini adalah salah satu kota favorit saya, terutama karena kota yang berada di pegunungan. Lebih enak lagi apabila punya waktu beberapa hari di kota Dalat, kita bisa bersantai duduk-duduk di pinggir danau, atau menikmati pemandangan air terjun yang banyak terdapat di kota Dalat ini.

Malam harinya, kita berjalan kaki dari hotel Trung Cang menuju ke pasar Da Lat. Tidak jauh juga ternyata, cuman berjalan kaki santai sekitar 10-15 menit, dan kita sudah sampai di pasar Da Lat. Pasar yang cukup ramai, menjadi salah satu tempat tujuan bagi warga kota Dalat maupun bagi wisatawan yang pergi ke kota Dalat. Menjual bermacam-macam barang, baik pasar basah sayuran, pakaian, dan juga berbagai oleh-oleh makanan & minuman khas Dalat. Berbagai makanan juga dijual di pasar Dalat ini. Kita menjumpai banyak penjual makanan seperti Tahua di Indonesia, maupun penjual pho (mie beras) dan bubur nasi. Rasa pho di Dalat sedikit berbeda, dengan kuah berwarna kekuningan, rasa yang lebih tajam dan lebih terasa bumbunya di lidah. Cocok sekali untuk dimakan di malam hari yang cukup dingin ini.

Foto Selengkapnya di FB Page kita: Facebook Liburan Murah | Cheap Travel

Pilihan Hotel di Vietnam

Pilihan hotel saya di beberapa kota yang saya singgahi yaitu sebagai berikut (semua hotel yang saya pilih berada di lokasi yang sangat strategis, mempunyai review yang baik, dari Agoda maupun TripAdvisors, dan paling penting punya family room / triple room untuk bertiga yang sesuai dengan budget kita) :

Masih bingung memilih hotel di Vietnam? Sebenarnya memang ada banyak sekali pilihan hotel murah di Vietnam. Sebagian mempunyai lokasi yang strategis, dengan berbagai range harga (mulai dari 10 USD sampai dengan 50 USD ke atas). Jadi sebaiknya survei dahulu untuk menentukan pilihan hotel yang terbaik untuk anda. Atau apabila tidak mau repot, bisa membeli buku #WisataHematVietnam #Elexmedia #PesanSponsor :p

Tempat Wisata Nha Trang

Tempat Wisata Nha Trang

Tempat Wisata Nha Trang

Dalat – Nha Trang, 27 Oktober 2012

Pagi hari ini kita bersiap-siap untuk perjalanan menuju ke kota Nha Trang. Minibus berangkat cukup pagi, yaitu sekitar 7.30. Perjalanan ditempuh sekitar 4 jam, dan kita sampai di Nha Trang mendekati jam 12.00. Sampai di kantor Sinh Tourist Nha Trang sebagian penumpang minibus ini ternyata juga hanya numpang lewat di Nha Trang, untungnya tersedia tempat penitipan bagasi untuk penumpang yang akan melanjutkan perjalanan dengan bus malam (baik ke Hoi An, Danang maupun Hue). Segera kita menitipkan tas, kemudian cari makan siang di COM terdekat, dan kita sudah siap untuk menjelajahi tempat wisata Nha Trang!

Keliling kota Nha Trang

Dari info yang kita dapatkan sebelumnya di internet, ada beberapa lokasi wisata di Nha Trang. Yang paling terkenal sebenarnya adalah Vin Pearl Land, dimana kita dapat naik cable car terpanjang di laut (versi Guinness World) menuju ke pulau Vin Pearl & main di theme park yang cukup besar untuk keluarga. Tetapi berhubung tidak membawa anak kecil, Vin Pearl Land kita skip dahulu..

Long Son Pagoda

Pertama kita menuju ke Long Son Pagoda dengan menggunakan taxi, untuk melihat patung Buddha yang cukup besar di puncak Long Son Pagoda ini. Dari sini kita juga dapat melihat pemandangan kota Nha Trang dari atas bukit..

National Oceanographic Museum

Setelah itu kita lanjut ke National Oceanographic Museum, untuk melihat berbagai hewan laut, baik yang masih hidup maupun diawetkan. Koleksi hewan laut di Oceanographic Museum ini terkenal cukup banyak, dan juga terdapat fosil ikan paus yang masih utuh, yang ditemukan terdampar di dekat kota Nha Trang ini.

Pantai Nha Trang

Puas berkeliling di Oceanographic Museum, kita menghabiskan sore hari di pantai Nha Trang, sambil berjalan kaki sepanjang pantai. Di ujung pantai tepatnya dekat dengan hotel Novotel, terdapat bangunan semacam tugu peringatan, yaitu Thap Tram Huong Building, dengan bentuk bangunan seperti kelopak bunga yang sangat cocok menjadi background foto di tepi pantai kota Nha Trang ini..

Malam harinya kita makan malam terlebih dahulu, kemudian jam 19.00 kita naik bus malam yang berupa sleeping bus, dengan tempat duduk tidur yang cukup nyaman. Ukuran tempat duduk tidur ini masih cukup atau bisa dibilang pas untuk saya yang tinggi 170an cm, tetapi apabila tinggi anda lebih dari 175-180 cm, saya rasa tidak terlalu nyaman karena kaki harus ditekuk sepanjang perjalanan πŸ™‚

Foto Selengkapnya di FB Page kita: Facebook Liburan Murah | Cheap Travel

Pilihan Hotel di Vietnam

Pilihan hotel saya di beberapa kota yang saya singgahi yaitu sebagai berikut (semua hotel yang saya pilih berada di lokasi yang sangat strategis, mempunyai review yang baik, dari Agoda maupun TripAdvisors, dan paling penting punya family room / triple room untuk bertiga yang sesuai dengan budget kita) :

Masih bingung memilih hotel di Vietnam? Sebenarnya memang ada banyak sekali pilihan hotel murah di Vietnam. Sebagian mempunyai lokasi yang strategis, dengan berbagai range harga (mulai dari 10 USD sampai dengan 50 USD ke atas). Jadi sebaiknya survei dahulu untuk menentukan pilihan hotel yang terbaik untuk anda. Atau apabila tidak mau repot, bisa membeli buku #WisataHematVietnam #Elexmedia #PesanSponsor :p

Wisata Vietnam murah dan mudah!

Wisata Vietnam murah dan mudah

Wisata Vietnam murah dan mudah

Kenapa kok saya katakan wisata Vietnam murah dan mudah?

Ada beberapa alasan kenapa wisata Vietnam murah dan mudah, yaitu sebagai berikut:

  • Website dari hotel & agent perjalanan, sehingga kita dapat mengetahui terlebih dahulu lokasi & harga hotel, begitu juga tempat wisata yang akan kita tuju.
  • Booking online: OnePay Vietnam! Apabila anda tidak mau repot & ingin semuanya beres setelah sampai disana, kebanyakan travel agent di Vietnam sudah bisa booking online & punya sistem pembayaran yang terpercaya dengan OnePay Vietnam..
  • WIFI everywhere! Pulsa mahal dan ingin mengirit biaya, tapi tetep mau eksis di internet? WIFI gratisan banyak tersedia, mulai di kamar hotel kecil sampai dengan tempat makan.
  • Pilihan tour murah? Jangan takut, kebanyakan kota di Vietnam sudah menyediakan layanan day tour, yang bisa anda booking saat itu juga, atau mungkin lebih aman bisa booking sehari sebelumnya. Dan day tour di Vietnam cukup murah, dibandingkan apabila anda harus booking tour Vietnam dari Indonesia. Usahakan anda memilih tempat menginap di lokasi strategis/daerah turis, sehingga banyak pilihan hotel & juga travel agent lokal. Di beberapa kota bahkan anda tidak membutuhkan travel agent, karena tempat wisata yang berdekatan & bisa ditempuh dengan perjalanan mandiri, baik dengan berjalan kaki maupun menyewa kendaraan bermotor.
  • Transportasi di Vietnam. Yang saya temui, transportasi di Vietnam Utara mungkin awalnya sedikit membingungkan. Sedangkan transportasi di Vietnam Selatan & Tengah sangat mudah, dengan adanya bus antar kota yang berjalan setiap harinya & tepat waktu! Anda tinggal memilih tipe bus, karena tentunya kenyamanan bergantung juga pada harga. Rekomendasi saya menggunakan bus SinhTourist, tetapi apabila anda ingin menyimpan uang beberapa dollar, bisa memakai bus lain dengan harga yang lebih murah..
  • Berbagai pilihan hotel murah. Apabila di beberapa negara maju di Asia & Eropa, untuk mengirit biaya anda harus menginap di hostel / penginapan dormitory, lain halnya di Vietnam. Hanya dengan biaya Rp. 200 ribu per kamar, anda sudah bisa mendapatkan kamar hotel yang sangat layak, dengan AC dan kamar mandi dalam! Murah sekali bukan?
  • Kebanyakan orang masih ragu pergi ke Vietnam. Mungkin ada beberapa orang yang mikir, memangnya ada apa aja di Vietnam? Kenyataannya banyak sekali tempat wisata di Vietnam dengan kelas international, misalnya aja Bana Hills Resort di kota Danang dengan cable car terpanjang di dunia, Vin Pearl Land di Nha Trang yang lagi-lagi mempunyai cable car terpanjang di atas lautan, beberapa situs UNESCO World Heritage di Vietnam seperti Hoi An Ancient City, Hue Imperial City, dan masih banyak tempat wisata Vietnam lain yang sangat menarik..
  • Takut dengan kendala bahasa? Saya rasa asalkan anda tinggal di daerah yang dekat dengan pusat turis, harusnya masih ada yang bisa berbahasa Inggris, meskipun kurang lancar. Apabila anda bertanya di jalan, sebaiknya cari anak muda yang kebanyakan cukup bisa berbahasa Inggris.

Dengan demikian wisata di Vietnam dapat saya katakan: murah & mudah! Tempat wisata, hotel, dan transportasi bus mereka pun cukup baik, karena lumayan banyak turis dari negara Barat yang datang ke Vietnam ini, dan mereka biasanya mempunyai standart yang tinggi terhadap kebersihan dan ketepatan waktu. Saya sendiri merasakan selama naik bus, pergi ke berbagai tempat wisata, dan menginap di hotel Vietnam ini tingkat kebersihan dan ketepatan waktu cukup terjaga. Meskipun tidak ada transportasi massal yang memadai & kondisi negara yang masih di bawah negara maju di Asia seperti Singapore & Jepang, tetapi paling tidak dibandingkan dengan negara berkembang lain di Asia, Vietnam ini sudah cukup sadar terhadap pengembangan pariwisata di negaranya..

Tempat Wisata Hoi An

Tempat Wisata Hoi An

Tempat Wisata Hoi An

Nha Trang – Hoi An, 28 Oktober 2012

Perjalanan bus malam dari Nha Trang, akhirnya sampai juga pagi hari ini di Hoi An. Segera kita check-in di hotel Dai Long yang terletak di seberang kantor bus Sinh Tourist & untungnya kita sudah diperbolehkan untuk check-in. Makan pagi terlebih dahulu, kemudian kita menunggu bus tour yang akan mengantar kita ke situs My Son, salah satu UNESCO World Heritage yang ada di Vietnam. My Son merupakan salah satu tempat wisata Hoi An yang harus dikunjungi.

My Son Tour

Dari Hoi An ke My Son sekitar 2 jam perjalanan. Situs My Son merupakan salah satu peradaban tertua di Asia Tenggara, dan sangat menarik juga orang pada jaman dahulu bisa membuat bangunan yang kompleks hanya dengan batu bata. Kompleks My Son sendiri sebenarnya sangat luas, tetapi sayangnya sebagian sudah hancur terkena bom pada waktu jaman perang Vietnam.

Kita datang hampir bersamaan dengan dimulainya jadwal show tarian khas suku Champa, yang dulunya merupakan penduduk setempat di My Son. Cukup menarik, dengan lama pertunjukan sekitar 20 menit. Setelah itu kita berkeliling situs My Son selama lebih dari 1 jam didampingi oleh tour guide.

Tour guide kita selama di My Son ini adalah orang bule. Dan memang karena pekerjaan yang bermula dari hobi sejarah, tour guide kita sewaktu di My Son ini sangat bersemangat dalam menjelaskan segala sesuatunya tentang My Son. Dia bahkan menjelaskan panjang lebar hubungan antara sejarah di kuil dan candi di Vietnam, sampai dengan candi di Indonesia, negara kita. Tidak terasa sudah lebih dari 1 jam, dan waktunya kita kembali ke Hoi An.

Hoi An Ancient Town

Dari My Son kita diantar kembali menuju ke hotel tempat kita menginap. Makan siang sebentar, kemudian kita istirahat dahulu sampai dengan jam 3 sore. Sore ini kita akan menuju ke Hoi An Ancient Town. Cukup dekat, hanya dengan berjalan kaki sekitar 15 menit dari hotel Dai Long.

Hoi An Ancient Town merupakan pusat kota Hoi An di masa lalu, dan merupakan salah satu kota tertua di Asia Tenggara. Ada 18 situs bangunan di Hoi An Ancient Town, yang hingga kini masih berdiri & tetap dipelihara. Kita dapat membeli tiket masuk Hoi An, dan memilih untuk masuk ke 5 bangunan bersejarah dari total 18 bangunan bersejarah di Hoi An Ancient Town. Cukup unik & kekhasannya tetap terjaga sampai dengan sekarang, sehingga Hoi An Ancient Town ini juga terpilih menjadi UNESCO World Heritage Sites.

Makan malam bisa mencoba berbagai pilihan restaurant di sepanjang Hoi An, atau makan di pasar Hoi An / Cho Hoi An untuk opsi makan murah. Sedangkan untuk transportasi dapat berjalan kaki saja di sekitar Hoi An, atau naik semacam becak apabila kecapekan berjalan kaki. Kita 2 kali mengitari Hoi An Ancient Town ini dengan berjalan kaki, dan belum capek juga pada malam harinya kita masih sempat menyaksikan pertunjukan yang digelar oleh warga setempat di pinggir sungai Hoi An.

Salah satu malam yang sangat menyenangkan & cukup berkesan bagi saya, berjalan santai di kota kuno, sambil melihat aktivitas & pertunjukan warga. Dibandingkan dengan kota lain di Vietnam Tengah (seperti Hue & Danang), Hoi An ini termasuk salah satu kota yang cukup banyak dikunjungi turis asing. Seperti yang kita lihat di malam hari, Hoi An Ancient Town cukup ramai dengan turis yang menghabiskan waktu di salah satu cafe/restaurant di pinggir sungai Hoi An..

Foto Selengkapnya di FB Page kita: Facebook Liburan Murah | Cheap Travel

Pilihan Hotel di Vietnam

Pilihan hotel saya di beberapa kota yang saya singgahi yaitu sebagai berikut (semua hotel yang saya pilih berada di lokasi yang sangat strategis, mempunyai review yang baik, dari Agoda maupun TripAdvisors, dan paling penting punya family room / triple room untuk bertiga yang sesuai dengan budget kita) :

Masih bingung memilih hotel di Vietnam? Sebenarnya memang ada banyak sekali pilihan hotel murah di Vietnam. Sebagian mempunyai lokasi yang strategis, dengan berbagai range harga (mulai dari 10 USD sampai dengan 50 USD ke atas). Jadi sebaiknya survei dahulu untuk menentukan pilihan hotel yang terbaik untuk anda. Atau apabila tidak mau repot, bisa membeli buku #WisataHematVietnam #Elexmedia #PesanSponsor :p

Wisata Hai Van Pass dan Ba Na Hills

Wisata Hai Van Pass dan Ba Na Hills

Wisata Hai Van Pass dan Ba Na Hills

Hue – Hai Van Pass – Ba Na Hills – Da Nang, 30 Oktober 2012

Hari ini kita akan pergi ke 2 tempat wisata, yaitu wisata Hai Van Pass dan Ba Na Hills. Hai Van Pass adalah rute jalan yang dulunya merupakan jalan utama dari Da Nang menuju ke Hue (atau sebaliknya). Tetapi sejak Hai Van Tunnel, yaitu terowongan yang menembus gunung dibuka, rute Hai Van Pass sekarang ini lebih merupakan rute turis, untuk menikmati pemandangan dari puncak Hai Van. Di puncak Hai Van kita bisa naik ke atas bukit, dan melihat pemandangan yang indah dari dua sisi di puncak Hai Van Pass.

Sebelumnya kita sudah nego harga untuk sewa mobil dengan pengelola Hue Nino Hotel. Harga termasuk cukup murah dibandingkan dengan beberapa travel agent sewa mobil yang sudah kita kontak sebelumnya, yaitu sebesar USD 80 untuk rute Hue – Hai Van Pass – Ba Na Hills – Da Nang. Mobil yang kita naiki sedan Toyota keluaran baru, sehingga perjalanan kita kali ini cukup nyaman dibanding perjalanan sebelumnya yang naik bus.

Sampai di Hai Van Pass, banyak tersedia warung pinggir jalan yang menjual kopi Vietnam maupun berbagai minuman lain & soft drink. Kita minum sebentar dan melepas lelah, kemudian menuju lokasi tertinggi di Hai Van Pass ini, yang terletak di bekas bunker Amerika di seberang jalan. Foto2 sebentar, dan kita melanjutkan rute ke tujuan berikut, Ba Na Hills.

Ba Na Hills Mountain Resort, lokasinya berada di puncak Ba Na. Setelah sampai di Ba Na Hills ini kita dapat naik cable car, dari station cable car pertama sampai dengan station cable car kedua yang berada di puncak Ba Na. Sepanjang perjalanan cable car ini kita akan disuguhkan pemandangan alam yang indah, bukit dengan aneka pepohonan, dengan air terjun di lereng pegunungan. Perjalanan cable car di Ba Na Hills ini juga menjadi salah satu daya tarik turis, baik domestik maupun mancanegara, karena merupakan cable car terpanjang di dunia menurut Guinness World Record..

Di station pertama cable car sebelum melanjutkan perjalanan menuju ke puncak, kita berhenti dahulu untuk melihat Linh Ung Pagoda yang terkenal. Di Linh Ung Pagoda ini terdapat patung Buddha duduk yang cukup tinggi, dengan ketinggian sekitar 24 meter. Cukup menarik, dan kelihatannya masih belum banyak turis yang tahu tempat ini. Waktu kita ke sana sangat sedikit turis asing, kebanyakan cuma warga lokal yang mengunjungi Linh Ung Pagoda sekaligus naik ke tangga paling atas menuju ke patung Buddha duduk ini.

Setelah itu kita melanjutkan perjalanan cable car, dan dapat diperhatikan di foto bawah cable car menuju ke puncak Ba Na ini lebih kecil dibandingkan sebelumnya, karena perjalanan yang ditempuh juga cukup dekat. Tidak terlalu lama kemudian kita sudah sampai di stasiun kedua, atau stasiun terakhir cable car. Di puncak Ba Na Hills terdapat Indoor Fantasy Park, yang akan dibuka (grand opening) di bulan Mei-Juni 2013. Sangat menarik, dan bisa menjadi saingan Genting Highlands di Malaysia nantinya. Dengan desain arsitektur yang menyerupai French Village, ditambah lagi dengan pengalaman naik single cable car terpanjang di dunia (versi Guinness World Record), saya yakin nantinya Ba Na Hills ini akan menjadi tempat wisata yang populer di Vietnam. Sekarang ini juga sudah tersedia penginapan di area Ba Na Hills ini..

Dari Ba Na Hills kita melanjutkan perjalanan ke kota terakhir, yaitu kota Da Nang. Di sini kita menginap di Dai A Hotel yang terletak di tengah kota Da Nang.

Foto Selengkapnya di FB Page kita: Facebook Liburan Murah | Cheap Travel

Pilihan Hotel di Vietnam

Pilihan hotel saya di beberapa kota yang saya singgahi yaitu sebagai berikut (semua hotel yang saya pilih berada di lokasi yang sangat strategis, mempunyai review yang baik, dari Agoda maupun TripAdvisors, dan paling penting punya family room / triple room untuk bertiga yang sesuai dengan budget kita) :

Masih bingung memilih hotel di Vietnam? Sebenarnya memang ada banyak sekali pilihan hotel murah di Vietnam. Sebagian mempunyai lokasi yang strategis, dengan berbagai range harga (mulai dari 10 USD sampai dengan 50 USD ke atas). Jadi sebaiknya survei dahulu untuk menentukan pilihan hotel yang terbaik untuk anda. Atau apabila tidak mau repot, bisa membeli buku #WisataHematVietnam #Elexmedia #PesanSponsor :p

Tempat Wisata Da Nang

Tempat Wisata Da Nang

Tempat Wisata Da Nang

Da Nang, 31 Oktober 2012

Pagi hari ini kita makan pagi terlebih dahulu di Hotel Dai A. Makan pagi kali ini cukup simpel, dengan pilihan ala carte untuk breakfast. Kita bisa memilih makan dengan roti + omelette, atau pho (mie beras). Pegawai hotel di sini juga cukup ramah, dan salah satu karyawan hotel yang sudah agak berumur & bekerja cukup lama di hotel ini bahkan bisa sedikit berbahasa Mandarin & mengobrol dengan orang tua saya.

Setelah itu kita pergi ke tempat wisata Da Nang yang dapat ditempuh cukup dengan berjalan kaki santai dari hotel, sekitar 10-15 menit menuju Cham Museum. Cukup banyak relic suku Champa yang berada di Cham Museum ini. Suku Cham sendiri merupakan salah satu suku tertua di Vietnam, bahkan di Asia Tenggara. Karena itu museum ini merupakan salah satu acuan bagi turis, untuk melihat berbagai peninggalan suku Champa yang masih dipertahankan sampai dengan sekarang.

Setelah dari Cham Museum, dalam perjalanan kita berhenti sebentar di pinggiran sungai Han (Han River), untuk berfoto sebentar dan melihat pemandangan dari tepi sungai Han yang indah. Banyak terdapat patung dari batu marmer yang ditempatkan di sepanjang pedestrian di tepi sungai Han, untuk mempercantik kawasan pinggir sungai ini. Waktu kita kesana, ada beberapa turis yang juga memanfaatkan tempat ini untuk spot berfoto-ria.

Siang harinya, kita bersiap-siap packing untuk menuju ke Da Nang International Airport, balik ke Kuala Lumpur untuk kemudian pulang ke Surabaya, Indonesia dengan menggunakan pesawat Air Asia. Tidak mau repot, kita naik salah satu taxi yang mangkal di depan hotel. Dan jarak antara pusat kota dengan Aiport sangat dekat ternyata, tidak sampai 20 menit kemudian kita sudah sampai di Da Nang International Airport. Bye Bye Vietnam, will be back again someday! πŸ™‚

Foto Selengkapnya di FB Page kita: Facebook Liburan Murah | Cheap Travel

Pilihan Hotel di Vietnam

Pilihan hotel saya di beberapa kota yang saya singgahi yaitu sebagai berikut (semua hotel yang saya pilih berada di lokasi yang sangat strategis, mempunyai review yang baik, dari Agoda maupun TripAdvisors, dan paling penting punya family room / triple room untuk bertiga yang sesuai dengan budget kita) :

Masih bingung memilih hotel di Vietnam? Sebenarnya memang ada banyak sekali pilihan hotel murah di Vietnam. Sebagian mempunyai lokasi yang strategis, dengan berbagai range harga (mulai dari 10 USD sampai dengan 50 USD ke atas). Jadi sebaiknya survei dahulu untuk menentukan pilihan hotel yang terbaik untuk anda. Atau apabila tidak mau repot, bisa membeli buku #WisataHematVietnam #Elexmedia #PesanSponsor :p

Cerita Liburan: “Dejavu” di Vietnam

Dejavu di Vietnam

Dejavu di Vietnam

Pertama kalinya pergi ke Vietnam..

Banyak yang bilang sebelumnya di berbagai forum, ada yang bilang bagus, ada juga yang bilang jelek, karena kota yang semrawut lah, dan lainnya.

Ternyata bayangan saya, terutama yang jelek-jelek SALAH !!

Menurut saya, kota di Vietnam, seperti Hanoi,Β  termasuk kota yang sangat menarik untuk dikunjungi. Bahkan seperti “dejavu” bagi saya, karena kota-kota di Vietnam yang lumayan mirip dengan kota di China yang telah beberapa kali saya kunjungi. Beberapa notes dari saya sebagai berikut :

* Banyak yang jual masakan dan camilan, di pinggir jalan, di Hanoi, Vietnam. Tapi jangan bayangkan kita duduk di kursi, ataupun lesehan. Kita harus di kursi pendek (kursi untuk anak kecil), dan sambil makan di kursi itu. Makanya di Vietnam tidak ada orang gemuk, lha duduk di kursi’nya aja susaaahh (bagi orang gemuk) *JOKE* πŸ™‚ Dan makanan’nya, terutama camilan di pinggir jalan, kalo bagi saya enak dan lumayan cocok di lidah saya..

* Terdengar suara klakson dimana-mana, dan juga sepeda motor yang hilir mudik nggak karuan. Tapi jangan takut menyeberang, pelan-pelan aja, jangan mundur, sambil melambaikan tangan πŸ™‚

* Dari tipe masyarakat, terus terang masyarakat Vietnam lebih terdidik, lebih disiplin. Lain dengan negara yang sudah sering saya kunjungi di atas, yang selalu serobotan disana-sini..

* Apabila ikut tour di sini, makanan di dalam tour cukup lumayan, karena biasanya terdiri dari SET MENU, yaitu ada appetizer, main course, dan dessert. Tetapi nggak enaknya, minum’nya harus bayar sendiri. Mungkin karena banyak orang asing yang ikut tour di sini, dan mereka biasanya minum bir, atau bahkan wine. Jadi mungkin karena itu tour di sini minum’nya harus bayar sendiri..

* Berlaku 2 mata uang untuk pembayaran, bisa dengan USD ataupun Vietnam Dong. Untuk jaga-jaga, sebaiknya kita menyimpan kedua mata uang tersebut.

* Banyak sekali terdapat bangunan Prancis di sini, karena dulunya merupakan jajahan Prancis. Orang-orang tua di sini, ada beberapa yang masih bisa bahasa Prancis, juga ada yang bisa bahasa Mandarin, terutama untuk orang tua yang berada di kota yang berdekatan dengan perbatasan China. Ciri-ciri bangunan Prancis di sini yaitu bangunan imperial classic, dengan warna cat kuning menyala. Banyak terdapat bangunan Prancis di sini, terutama di area yang dekat dengan West Lake, French Quarter, Hanoi.

* Wajah masyarakat di sini sangat mirip dengan masyarakat di China. Tetapi mereka tidak mau disebut Chinese people, mereka tetap bilang bahwa mereka adalah Vietnamese, karena rasa kebangsaan yang sangat tinggi terhadap negara’nya.. Hebat2..!!

* Rumah penduduk di sini lebarnya sangat kecil, tapi memanjang sampai kebelakang. Tinggi lantai juga mirip dengan ruko, bahkan lebih tinggi. Dari yang saya lihat minimal 4 s/d 5 lantai. Ceritanya begini, dulu pajak untuk bangunan di sini dihitung dari lebar rumah, bukan dari luasan rumah (lebar x panjang), sehingga masyarakat disini untuk bisa menghindari bayar pajak lebih mahal, mereka membangun rumah dengan lebar sekecil mungkin, tetapi panjaaaang ke belakang. Kalau masih tidak cukup, mereka menambah lantai bangunan ke atas, sehingga mulai bermunculan bangunan yang tinggi dan ramping keatas, sampai dengan sekarang ini..

* Termasuk lumayan banyak turis asing dari barat di sini, terutama di kota tempat saya berlibur, yaitu Hanoi. Mereka biasanya stay di kota Hanoi, setelah itu lanjut ke tujuan utama mereka, yaitu Halong Bay & Sapa !

Biaya Liburan Murah ke Vietnam Hanoi-Sapa-Halong Bay

Biaya Liburan Murah ke Vietnam Hanoi-Sapa-Halong Bay

Biaya Liburan Murah ke Vietnam Hanoi-Sapa-Halong Bay

Kurs Mata Uang waktu saya ke Vietnam di bulan Maret 2011:

1 USD = 8825 Rupiah

1 USD = 20800 Dong Vietnam. Jadi bandingkan saja, lebih dari 2x lipat mata uang kita di Indonesia πŸ™‚

1 RM (Malaysia) = 6000 Dong Vietnam

1 RMB (China) = 2850 Dong Vietnam

Dari penukaran mata uang asing di atas, saran saya sebaiknya bawa mata uang USD di sana, untuk kemudian bisa ditukar di money changer, ataupun di hotel tempat kita menginap juga bisa, dengan kurs yang tidak terlalu jauh berbeda. Karena mata uang USD ini paling dihargai tinggi dibandingkan dengan mata uang negara lain.

Sedangkan CUACA di Vietnam, selama saya pergi ke Vietnam di akhir Maret 2011, cukup dingin juga, yaitu sekitar:

* di kota Hanoi 11-15 derajat Celcius waktu pagi, siang naik menjadi 18 derajat.

* di Sapa, Lao Cai, udara sekitar 5 derajat Celcius waktu pagi, dan siang menjadi 10-15 derajat. Wuiiiih, lumayan dingin juga lhoo, apalagi kalo tidak membawa peralatan lengkap (baju dingin+sarung tangan+tutup kepala).

Untuk tour, akhirnya saya memutuskan mengambil paket tour di Vietnam Sunrise Travel. William, yang punya Vietnam Sunrise, orang’nya enak untuk diajak konsultasi tentang tempat-tempat wisata apa saja di Vietnam Utara. Service’nya OK, setiap kali saya email selalu dijawab, dan juga service ON THE SPOT, pada waktu tour sangat memuaskan. Hotel yang dipilih lokasinya strategis, kamar hotel yang bagus, pelayanan hotel yang sangat bersahabat dan juga tour guide kita, Son, yang sabar melayani peserta tour kita yang rata-rata sudah berusia lanjut.

Perincian Harga Tour per orang untuk agenda perjalanan saya, selama 8 hari 7 malam, “break down”nya begini:

* USD 130 Sapa (3 malam), termasuk tiket pp menginap di kereta api Livitrans Express dan Bac Ha (biaya ke Sapa termasuk pergi ke Bac Ha Market, biasanya nambah USD 20)

* USD 130 untuk 2 hari 1 malam Emotion Cruise

* USD 75 Hotel di Hanoi selama 3 malam

* USD 25 City Tour Hanoi + Water Puppet Show

* USD 20 Biaya Tour ke Tam Coc

* USD 20 Biaya makan + semua tambahan transportasi (bandara-hotel) & pengurusan booking kereta api

* Free Tour Guide

* Free Transit Hotel di New Moon Hotel, include Breakfast..

* Break Down di atas merupakan perkiraan saya pribadi, untuk harga tour harus diambil secara keseluruhan*

Total Harga perinciannya sebagai berikut:

* USD 400 = Rp. 3,6 juta’an.. (biaya Tour selama 8 hari 7 malam, sesuai itinerary)

 

* Tiket Air Asia + Tune Hotel LCCT 1 malam = Rp. 800 ribu nett / orang. Kok murah? Soalnya beli pas FREE SEAT Air Asia, hehehe..

TOTAL HARGA = Rp. 4,4 JUTA..! πŸ™‚

Harga di atas sudah Tour lengkap, termasuk semua transportasi & makan selama di Vietnam (minivans, kereta api, kapal, Emotion cruise). Hotel bebas terserah kita, tetapi untuk dapat harga di atas akhirnya kita pilih hotel’nya:

* Golden Sunrise Hotel selama di Hanoi

* Thai Binh Hotel di Sapa

* Livitrans Express untuk kereta ke Sapa

* Emotion Cruise di Halong Bay

* dan dari pihak tour dikasih FREE hotel transit New Moon Hotel (yaitu berangkat naik kereta api dari Sapa, kita tiba di Hanoi jam 4 pagi, daripada menunggu di train station selama 4 jam sampai dengan jam 8 pagi)

Yang belum termasuk:

* Biaya tips untuk driver & tour guide (besarnya sukarela kok..)

* Biaya minum ! Ya, itu juga sedikit aneh, karena selama ini kalo ikut tour di mana saja, selalu dikasih minum. Tetapi di Vietnam ini biaya minumnya terpisah, alias bayar sendiri. Mungkin karena banyak orang asing yang pesan minum bir dll, jadi karena itu dipisah antara makan & biaya minum. Range harga minumnya paling murah antara 15.000 Dong – 25.000 Dong (untuk minum teh / kopi Vietnam) untuk resto standart, sedangkan untuk resto di cruise (yang saya ikut Emotion Cruise) harga minum paling murah USD 2 (untuk soft drink / teh Lipton)

* Biaya makan malam selama 3x yang tidak disediakan, karena tour sudah selesai di sore hari. Tetapi selain 3x makan malam di atas, SEMUA makan pagi, siang & malam selama 8 hari 7 malam sudah disediakan oleh pihak tour kok..

Banyak yang bilang, mestinya kita bisa dapat harga lebih murah dengan GO SHOW, alias datang langsung ke Hanoi, setelah itu pergi ke agent tour yang banyak terdapat di sepanjang jalan Hoan Kiem Lake. Tetapi akhirnya kita tetap memutuskan ikut tour. Kenapa? Karena rencana liburan saya kali ini membawa orang tua (ortu & mertua), jadi agak takut juga kalau belum beres sebelum kita berangkat. Dan lagi fasilitas seperti: “dapat makan malam selama kita menunggu kereta dari Hanoi ke Sapa”, “hotel transit di pagi hari (daripada menunggu di train station)”, “antar jemput hotel-bandara”, naah, hal-hal seperti itu mungkin agak repot juga kalau kita tidak ikut tour.. πŸ™‚

Salah satu keuntungan ikut tour selama di Vietnam ini, bisa dapat tour FREE / GRATIS untuk anak saya (kurang lebih usia di bawah 6 tahun), jadi tinggal membayar tiket pesawat AA Rp. 800 ribu.. Lumayaaan, gini-gini anak saya udah pernah ke Malaysia, Thailand, & Vietnam for FREE, tinggal bayar tiket AA yang murah meriah. Bandingkan dulu waktu saya masih TK, paling jauh mungkin ke Jakarta saja, hehehe.. πŸ™‚

Review dan Perbandingan HARGA HOTEL TERMURAH di VIETNAM :

HARGA HOTEL di HO CHI MINH, VIETNAM

HARGA HOTEL DI HANOI, VIETNAM

HARGA HOTEL DI DA NANG, VIETNAM

A Complete Tour: Catatan Perjalanan Liburan Murah ke Vietnam 8 hari 7 malam, cuma 4 juta’an termasuk PESAWAT…!!

Liburan Murah ke Vietnam

Hanoi, Sapa & Halong Bay

Catatan perjalanan selama saya bepergian ke Vietnam, yaitu ke kota Hanoi, Tam Coc, Sapa / Lao Cai, dan Ha Long Bay. Sebelumnya mampir dulu 1 malam ke Tune Hotel LCCT, selama total selama 9 hari 8 malam, dari tanggal 22 Maret sampai dengan 30 Maret 2011.

Agenda tour yang cukup komplit, mulai dari melihat berbagai macam pemandangan, seperti sawah, gunung, stone karst, gua, air terjun, danau, sampai lautan.

Selain pemandangan juga keliling kota Hanoi, dan melihat berbagai bentuk bangunan, mulai dari bangunan historis / bersejarah, museum, bangunan religius, melihat rumah asli penduduk ethnis minoritas di gunung (Sapa) lengkap dengan baju’nya yang COLORFUL, sampai dengan mencoba berbagai jenis makanan khas Vietnam.

Transportasi juga lumayan lengkap, mulai dari mencoba naik becak (cyclo), mobil, kereta api, sampan, kapal (cruise), sampai naik pesawat, ya iya lah naik pesawat, hehe.. πŸ™‚

(*) Untuk PERINCIAN HARGA & BIAYA selama di Vietnam, bisa lihat DI SINI..

(*) REKOMENDASI AGENT TOUR di Vietnam, klik DI SINI..

(*) Klik juga DEJAVU di VIETNAM, karena berlibur ke Vietnam ini mengingatkan saya selama bepergian ke China, dan ada beberapa catatan tambahan tentang kehidupan masyarakat setempat di Vietnam..

*CATATAN PERJALANAN*

DAY 1: 22 Maret 2011

Hari pertama, akhirnya berangkat juga ke Vietnam! Start dari bandara Juanda, pertama-tama kita harus berangkat dulu ke Bandara LCCT di Kuala Lumpur, karena tidak ada direct flight ke Hanoi, Vietnam. Berhubung flight dari Vietnam yang berangkat pagi-pagi sekali, yaitu jam 6 pagi, maka kita harus menginap dulu di Tune Hotel LCCT, untuk kemudian besok pagi-pagi baru berangkat ke Vietnam. Sore hari, kita berjalan kaki sebentar sekitar 10 menit, menuju ke Food Garden di area LCCT (semacam food court) untuk makan malam. Malam itu kita tidur agak awal, karena besoknya harus bangun jam 3 pagi untuk check in di bandara LCCT.

DAY 2: 23 Maret 2011

Bangun jam 3 pagi, kita kemudian siap-siap sebentar, untuk kemudian jam 3.30 kita sudah siap di lobby Tune Hotel naik vans menuju ke Bandara LCCT. Kurang lebih jam 4 pagi, sampai di bandara LCCT, langsung mengurus check-in dan bagasi menuju ke Hanoi, Vietnam..

Persis jam 9.30 pagi, pesawat kita sampai juga di Vietnam. Sudah ditunggu oleh pihak VIETNAM SUNRISE TRAVEL yang sudah kita contact dari Surabaya, segera kita berangkat menuju ke hotel kita di area Old Quarter, yaitu Golden Sunrise Hotel. Begitu sampai di hotel sekitar jam 11, setelah kita check-in dan taruh barang di kamar hotel, langsung keluar untuk jalan-jalan dan cari makan siang. Tujuan kita pertama yaitu, Hoan Kiem Lake. Tidak terlalu jauh dari hotel, cuman berjalan kaki sekitar 10 menit. Setelah foto-foto sebentar, kemudian kita cari makan di dekat hotel. Hmm, pengin makan apa yaa ? Yang harus dicoba pertama kali di Vietnam, ya tentunya makan P.H.O. Pho ini yaitu makanan mie dari beras, yang banyak dijumpai di setiap tempat di Hanoi, Vietnam. Rasanya ? Enak! Kuah kaldu bening, dengan mie beras yang enak. Pilihan daging bisa daging ayam, sapi atau babi. Budaya makan di Vietnam ini berbeda dengan warung pinggir jalan di Indonesia. Tempat makan pinggir jalan di Vietnam ini selalu memakai kursi pendek, sehingga cukup menyulitkan orang bertubuh gemuk untuk duduk. Pantesan nggak ada orang gemuk di Vietnam, hehe.. πŸ™‚

Siang menjelang sore, sekitar jam 2, kita jalan kaki menuju gedung tempat Water Puppets Show. Tiket untuk melihat pertunjukan water puppets sudah kita pesan sebelumnya. Lumayan bagus, karena baru pertama kali juga lihat pertunjukan boneka di atas air. Tidak tahu bahasa Vietnam juga, tetapi show boneka ini kurang lebih memperlihatkan kehidupan sehari-hari dari masyarakat Vietnam.

DAY 3: 24 Maret 2011

Hari ketiga ini schedule kita yaitu jalan-jalan keliling kota Hanoi. Ada beberapa tempat wisata di sekitar kota, terutama yaitu melihat bangunan bersejarah di sekitar kota Hanoi. Karena ada banyak tempat yang bisa dilihat, akhirnya kita pilih 5 tempat, yang merupakan tempat wisata utama bagi turis di kota Hanoi ini.

(1) Ho Chi Minh Mausoleum & Ho Chi Minh Stilth House

Di sini kita dapat melihat jasad Ho Chi Minh yang sudah diawetkan. Antrian di sini sangat panjang, untuk antri sendiri bisa lebih dari setengah jam. Setelah sampai di tempat jasad Ho Chi Minh yang dijaga sangat ketat, kita juga tidak boleh mengambil foto dan harus terus berjalan, tanpa boleh berhenti. Di area ini juga kita bisa melihat rumah tinggal Ho Chi Minh (Ho Chi Minh Stilt House) pada jaman dahulu, melihat perabotan rumah yang masih asli terjaga, dan juga kendaraan mobil pribadi dari Ho Chi Minh.

(2) One Pillar Pagoda

Kita dapat melihat pagoda tempat sembahyang. Yang unik di sini pagoda ini berdiri di atas kolam kecil, dengan 1 pillar saja, tetapi pillar yang besar. Bisa dilihat di gambar di bawah ini.

(3) Temple of Literature

Tempat pendidikan pertama kali di kota Hanoi. Area Temple of Literature ini lumayan besar juga. Di area paling belakang ada show dari penampil musik setempat, yang menampilkan musik khas dari Vietnam. Salah satu alat musik (lihat gambar di bawah) dibunyikan hanya dari tepukan tangan.

Setelah tempat ketiga di atas, kita break alias makan siang dahulu karena waktu sudah sekitar jam 12.30. Baru sekitar jam 2 siang, kita lanjut lagi ke tempat yang berikutnya.

(4) Hoa Lu Prison

Tempat penjara jaman dahulu, yaitu mulai dari jaman kependudukan Prancis di Vietnam, sampai dengan jaman perang Vietnam dengan U.S.A. Di sini diceritakan nasib tahanan perang waktu dipimpin oleh Prancis yang tidak berperikemanusiaan, sampai dengan tahanan perang dari U.S.A. waktu dipimpin oleh Vietnam, yang diceritakan sangat baik. Bahkan tentara Amerika, saking enaknya, menyebut penjara ini sebagai Hanoi “Hilton” Hotel.

(5) Temple di Hoan Kiem Lake

Tempat terakhir, kita pergi ke Temple yang ada di tengah-tengah Hoan Kiem Lake. Hampir mirip seperti pemandangan temple di tengah danau terkenal di China, yaitu danau West Lake di kota Hangzhou, cuma masih kalah besar. Enak juga apabila sore-sore duduk santai di sini.

Setelah selesai melihat ke-lima tempat di atas, di akhir tour hari ini kita naik Cyclo, alias “naik becak” keliling Old Quarter, mengelilingi toko-toko yang banyak terdapat di area Old Quarter ini. Lumayan lama juga yaitu sekitar 1 jam, dan lumayan puas bisa mengelilingi Old Quarter tanpa harus lelah berjalan kaki.

DAY 4: 25 Maret 2011

Jadwal hari ini kita pergi ke daerah Tam Coc, yaitu sekitar 2,5 jam perjalanan dari kota Hanoi. Tempat pertama yang kita tuju di Tam Coc ini yaitu mengunjungi Temple yang memuja Raja Dinh dan Raja Le, yang dulunya disini merupakan pusat pemerintahan di Hoa Lu, sebelum pindah ke kota Hanoi.

Setelah dari Temple ini, yaitu sekitar jam 12.30, kita makan siang dahulu. Berikutnya, waktunya SAMPAN RIDE, atau NAIK SAMPAN! Seru juga, pengalaman pertama buat Anna naik sampan kecil seperti ini. Rute perjalanan sampan ini juga sangat asyik, karena melalui gunung batu dan juga 3 gua di bawah kaki gunung, dengan stalagtit dan stalagmit’nya yang bagus.

Sore hari setelah acara naik sampan, kita balik menuju ke kota Hanoi. Sempat makan malam dahulu sebentar, setelah itu segera kita menuju ke stasiun kereta api, untuk berangkat naik kereta api Livitrans Express menuju ke kota Lao Cai. Dari Lao Cai kita akan naik vans untuk melanjutkan perjalanan ke kota Sapa. Lumayan, kereta api Livitrans ini lumayan bersih, ada tempat tidurnya lagi, seperti kereta di Eropa. Tapi kereta api di sini lumayan juga goyangan’nya, bahkan lebih goyang dari kereta api Argo di Indonesia! Tidak apa-apa, seperti kereta tidur bayi, semakin digoyang tidurnya pasti semakin pulas, hehe.. πŸ™‚

DAY 5: 26 Maret 2011

Jam 5 pagi tiba di stasiun kota Lao Cai, kita dijemput oleh supir dari Thai Binh Hotel untuk menuju ke kota Sapa. Sampai di Thai Binh Hotel di kota Sapa jam 6 pagi, kita menghangatkan diri dulu di perapian, mengingat suhu udara di kota Sapa yang masih dingin, sekitar 5 derajat Celcius, sambil menunggu menu breakfast yang sedang disiapkan oleh pemilik hotel. Breakfast hari ini sederhana, tapi mengenyangkan. Menu seperti menu breakfast orang barat, yaitu Roti French Bagel dan Omelette, berikut dengan kopi/teh/coklat hangat. Hmmmm…

Setelah itu, kita bisa beristirahat sebentar di kamar hotel, karena membawa orang tua yang tentunya sulit untuk tidur di dalam kereta. Jam 10.30, kita sudah dijemput oleh tour guide setempat, untuk menuju ke Cat Cat Minority Village, yaitu perkampungan asli dari penduduk setempat. Tempat tinggal penduduk setempat sangat sederhana, di tengah-tengah bukit & pegunungan. Yang menarik di sini yaitu pakaian asli penduduk di Cat Cat Minority Village yang sangat khas, sangat COLORFUL, berwarna-warni, sama seperti semangat penduduk setempat di sini yang selalu tersenyum terhadap orang asing yang datang πŸ™‚

Di ujung jalan setapak dari perkampungan Cat Cat ini, terdapat air terjun yang cukup bagus, dengan penjual makanan di pinggir air terjun. Cukup mengenyangkan juga setelah kita menuruni jalan setapak yang cukup panjang.

Siangnya, kita makan dahulu di hotel Thai Binh. Setelah itu, orang tua saya memutuskan untuk istirahat saja. Sedangkan saya sendiri masih pengin jalan-jalan. Sebenarnya bisa juga naik ke atas kota, ke gunung Ham Rong. Tetapi karena waktunya tidak cukup, akhirnya saya cukup jalan-jalan keliling kota Sapa saja.

Sapa Town

Malam harinya kita makan malam di restaurant di dalam kota Sapa. Suasana malam sangat berkabut, dengan jarak pandang yang sangat dekat. Lebih dingin lagi dibanding siang hari. BBRRR…..!!

Sapa di waktu malam

DAY 6: 27 Maret 2011

Besoknya, setelah breakfast, kita sudah harus siap berangkat jam 8 pagi. Sebelumnya kita mengurus check out hotel dahulu, karena malam harinya kita akan langsung menuju ke stasiun kereta untuk balik ke kota Hanoi. Pagi itu kita akan melakukan perjalanan yang cukup lama, yaitu sekitar 3 jam, menuju ke kota Bac Ha. Ada ada di kota Bac Ha ? Di sini kita bisa melihat pasar tradisional terbesar di daerah Sapa, yaitu tempat berkumpulnya semua suku ethnic minority, yang hanya berkumpul di hari Minggu, untuk melakukan jual-beli. Tempat yang akan kita tuju yaitu Bac Ha Sunday Market. Foto-foto Bac Ha Sunday Market bisa dilihat di bawah ini. Hampir segala jenis barang dapat kita temui di Bac Ha Market ini..

Setelah dari Bac Ha, sore harinya kita berangkat ke kota Lao Cai. Makan malam sebentar, kemudian kita segera menuju ke stasiun Lao Cai, untuk balik ke kota Hanoi, dan besok kita akan menuju ke Halong Bay dengan Emotion Cruise.

DAY 7: 28 Maret 2011

Jam 4.30 pagi sudah sampai di kota Hanoi. Untungnya kita memakai jasa tour, jadi mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya supaya kita tidak usah menunggu sampai dengan jam 8 pagi di stasiun. Pihak Sunrise Travel sudah menyediakan Transit Hotel yang berada dekat dengan Stasiun Hanoi, cukup berjalan kaki 5 menit, dan kita dapat mandi-mandi dan istirahat sebentar di Hotel New Moon ini, sebelum jam 8 nanti dijemput oleh pihak Emotion Cruise.

Emotion Cruise.

Jam 8 pagi tepat sudah dijemput oleh pihak Cruise. Cruise ini akan melakukan perjalanan ke Halong Bay, yaitu merupakan kumpulan gunung batu atau disebut juga limestone karst yang sangat banyak, yaitu sekitar 2000 gunung batu. Perjalanan ke Halong Bay ini memakan waktu sekitar 3 jam, tetapi kita sempat berhenti sebentar untuk istirahat, makan & minum, dan pergi ke kamar kecil. Kita tiba di Halong Bay sekitar jam 12.

Woooww !!

Sebelumnya cuma melihat dari website Emotion Cruise. Ternyata kapal cruise ini lumayan mewah juga, dengan interior, baik interior kamar maupun interior lobby & restaurant yang didesain dengan baik. Makanan di cruise ini juga cukup enak. Siang hari kita disediakan set menu untuk makan siang. Setelah itu istirahat sebentar di kamar, sore harinya kita pergi ke Fishing Village, atau perkampungan nelayan di Halong Bay.

Malam harinya menu makan malam kita sangat enak, yaitu Seafood Buffet Dinner! Kenyaaangg.. Malam itu setelah selesai makan malam, Anna ketemu teman bermain baru, yaitu Mari Kite dari Norwegia. Aneh juga, meskipun Anna tidak bisa berbahasa Inggris, tetapi mereka dapat berkomunikasi satu sama lain. Mungkin pake bahasa anak-anak kali ya, hehehe.. πŸ™‚ Setelah bermain cukup lama, sekitar jam 9 malam, kita turun ke dek bawah di lantai 1 menuju ke kamar kita untuk tidur.

DAY 8: 29 Maret 2011

Pagi harinya, kita dapat mengikuti acara Tai Chi di Sun Deck kapal Emotion Cruise ini. Setelah itu jam 7 pagi kita dapat breakfast roti seperti biasa, dan jam 8 kita dapat mengikuti tour ke Sung Sot Cave, atau disebut juga Amazing Cave. Gua yang terletak di salah satu gunung batu di Halong Bay ini sangat menakjubkan, sesuai dengan namanya, Amazing Cave..

Dari Sung Sot Cave, kita kembali ke kapal, untuk proses check out. Setelah itu kita dapat foto-foto Halong Bay dahulu dari Sun Deck di dek paling atas dari kapal. Baru kemudian sambil menunggu kapal merapat ke kota Halong, kita dijamu buffet brunch terlebih dahulu, sekitar jam 11. Tiba di dermaga Halong City pada jam 12, kita langsung naik vans untuk balik ke kota Hanoi. Malam ini rencananya kita pergi ke Supermarket dan toko buku, untuk beli oleh-oleh buat dibawa pulang nanti.

DAY 9: 30 Maret 2011

Akhirnya pulang juga ke Surabaya. Tapi sekali lagi, kita tidak langsung menuju ke Surabaya, melainkan transit dulu ke Kuala Lumpur, melalui bandara LCCT. Sampai di LCCT sekitar jam 2 siang, kita jalan kaki menuju ke Food Garden. Di sana kita duduk-duduk santai, karena flight berikutnya menuju ke Surabaya masih cukup lama, yaitu boarding sekitar jam 18.30.

Jam 9 malam, aaah, sampai juga di kota Surabaya tercinta ! Puji Tuhan, terimakasih untuk perjalanan kali ini yang cukup sukses, semua agenda perjalanan dapat ditempuh tanpa hambatan yang berarti. Awalnya cukup kuatir juga karena membawa anak kecil & orang tua. Semuanya bisa sehat-sehat, dan juga senang sekali dapat ikut cruise & melihat Halong Bay yang sudah terkenal di dunia. Tidak lupa, di bawah ini ada sedikit oleh-oleh buat teman-teman Liburan Murah, Spring Rolls dan Kopi Vietnam yang uenaaakkk, hehehe.. πŸ™‚

Review dan Perbandingan HARGA HOTEL TERMURAH di VIETNAM :

HARGA HOTEL di HO CHI MINH, VIETNAM

HARGA HOTEL DI HANOI, VIETNAM

HARGA HOTEL DI DA NANG, VIETNAM

cuma 5 hari, cuma ber-2 .. CUMA banyak cerita (Ho Chi Minh – Mekong – Muine – Dalat)

Ho Chi Minh – Mekong – Muine – Dalat

Vietnam .. I am coming back again and AGAIN – Ho Chi Minh – Mekong – Muine – Dalat

Datang juga hari yang ditunggu-tunggu. Ketika kami berangkat tidak ada persiapan detail itinerary, kami hanya tau kota-kota mana saja yang kami tuju, kamipun belum memutuskan kota terakhir adalah kota apa.

Bawaan ku selalu bikin orang histeris, tas punggung yang melebihi ukuran badan dan betul saja kena over baggage pada waktu berangkat karena melebihi 7 Kg. Tas ku 11 Kg (darn, I need to learn how to be a light traveler*).

08:00pm, Ho Chi Minh tak ku lihat bus umum menuju Pham Ngu Lao, terpaksa naik taksi. Taksi tanpa meter dengan supir taksi yang terbatas bahasa Inggrisnya. Setelah perdebatan sengit didalam taksi akhirnya kami dapat harga yang cocok dan make sense. Beruntung dari Bandara Tan Son Nhat International Airport dapet temen tebengan 2 orang yang mengarah ke daerah Pham Ngu Lao. Jadi share taksi lebih ringan. Ubek-ubek daerah Pham Ngu Lao (*backpacker area*). Akhirnya malam itu kami dapat penginapan. Taroh tas dan bergegas keliling Pham Ngu Lao sambil cari makan malam.

Day 1 : 09:00am kami keluar dari penginapan, rencana hari ini keliling kota saja dengan berjalan kaki. Dan ada beberapa PR yang harus kami selesaikan ; 1. cari penerbangan domestic dari kota terakhir (*yg pada waktu itu kami belum tentukan*), 2. cari bus malam menuju Mekong, 3. service kamera ku yang mendadak penyakitan ngga bisa dipakai. Otomatis hari pertama di Ho Chi Minh tanpa kamera sungguh merana.

Puter-puter keliling travel sial kami hadapi, pesawat domestic dari Dalat ataupun Nha Trang harganya 2 kali lipat dari harga waktu aku jadwal penerbangan di Jakarta. Akhirnya kami singgah di kantor Vietnamese Airlines dan disitu kami memutuskan kota terakhir adalah Dalat. Dari Dalat kami menuju Ho Chi Minh. PR pertama lewat sudah. Sekarang kita cari service kamera, sambil berjalan saya menemukan tempat service kamera. PR sudah selesai, tinggal 1 PR cari bus malam menuju Mekong. Di terminal bus Benh Tanh ternyata tidak ada bus menuju Mekong kami harus mencarinya di terminal bus Cho Lon. Diterminal bus Benh Thanh kami mendapatkan peta jalur bus yang lengkap. Dipikir-pikir sudahlah kita liat nanti sore saja, sekarang kita jalan-jalan dulu di Ho Chi Minh. Musium pertama adalah historical site of ho chi minh, lalu kami lanjut berjalan menuju hotel rex, setelahnya menikmati es krim dipinggir jalan dan menuju cathedral dengan mengunakan bus umum dan klenteng tua. Kembali ke area Pham Ngu Lau sekitar pukul 04.00pm, tidak ada waktu untuk mencari bus umum di Cho Lon. Akhirnya kami memilih menggunakan travel. Ho Chi Minh – Vin Long, Mekong, malam ini jam 08:00pm.

Tiba di Ving Long, Mekong sekitar jam 11pm, dan sial kota itu sudah sepi tak ada kehidupan padahal kalau siang daerah itu adalah pasar. Kami belum punya penginapan malam ini, namun beruntung 1 boarding house masih buka. 1 kamar, boat untuk besok pagi kami keliling menuju Cai Be floating market di Mekong, dan travel untuk kembali ke Ho Chi Minh. One stop shopping disatu tempat menyelesaikan segala urusan dan malam ini kami tidur tenang.

Day 2 : 06:00am, Ibu kos, begitu biasa kami sebut Ibu sipemilik penginapan membangunkan kami untuk bersiap-siap boat trip keliling delta Mekong selama 4 jam. Tanpa mandi kami bergegas dan mencari sarapan seadanya. Temanku membeli jambu merah dan putih , manis dan besar-besar. Beberapa tempat yang kami kunjungi tapi saya hanya ingat 1 tempat, Cai Be floating market. Menurut bapak boat kami seharusnya berada di Cai Be floating market ini sekitar jam 5 pagi, dimana seluruh area tertutup oleh kapal-kapal. Untuk mengetahui apa yang mereka jual dikapal mereka kita tidak perlu melihat isi kapal, cukup melihat tanda bambu tinggi yang mereka pasang di ujung kapal dan dibambu itu mereka gantung barang / buah / sayur yang mereka jual. Delta ini pasti dalam karena kapal-kapal mereka besar dan yang mereka angkut bukan main banyak dan padatnya. Selama menyusuri Delta, saya beberapa kali bertemu per-4an delta. Dari tempat kapal bersandar menuju Cai Be floating market sekitar 1 jam.

11:00 am kami tiba kembali ke penginapan dan acara ngebut mandi, ngebut packing dimulai. Bus kami menuju Ho Chi Minh sekitar jam 12:00pm.

Paginya di Mekong saya sempat memesan melalui telepon ke travel di Ho Chi Minh untuk bus malam menuju Mui Ne. Karena tidak ada bus langsung dari Mekong ke Mui Ne jadi harus stop sebentar di Ho Chi Minh dan lanjut ke Mui Ne.

Hari ini sekitar pukul 04:00pm kami sudah kembali ke Ho Chi Minh. Sambil menunggu bus malam yang berangkat pukul 09:00pm, temanku tak sabar untuk ubek-ubek pasar Behn Than. Makan sebentar dan langsung menuju Benh Thanh. Dan betul saja keluar dari pasar itu kami sudah membawa tentengan.

Tak kusangka ternyata bus malam kami adalah sleeper bu, cita-cita naik sleeper bus tercapai walau Cuma 5 jam berjalanan.

Day 3 : 09:00am kami baru keluar kamar penginapan dan mulai mengopi. Sedikit lebih pintar dari hari ke-2, belajar dari pengalaman malam kemarin kami memesan kamar penginapan di Ho Chi Minh sebelum menuju Mui Ne. Kami baru tiba di Mui Ne sekitar pukul 01:00 am dini hari. Bus kami berhenti tepat di depan penginapan. Kami baru betul-betul jalan dari penginapan sekitar pukul 10:00am dan PR hari ini mencari bus malam menuju Dalat. Sungguh sial setelah hunting ke beberapa travel disana dan positif tidak ada bus malam menuju Dalat. Hanya ada 2 kali bus dari Mui Ne menuju Dalat, jam 07:00am dan jam 13:00pm. Ke-2nya tidak memungkinkan bagi kami. Kalau kami kejar bus jam 13:00pm berarti kami tidak sempat keliling Mui Ne, kalau kami kejar Dalat esok jam 07:00am berarti kami pun tidak bisa keliling Dalat. Satu-satunya solusi adalah SEWA MOBIL. Darn keputusan sewa mobil ini MENYEBALKAN, beberapa travel kami coba untuk mendapatkan harga terbaik. Kami hanya ber-2 sewa mobil ini sungguh menampar dompet kami. Akhirnya kami mendapatkan travel dengan harga terbaik, one stop shopping lagi. 1. sewa mobil untuk malam ini ke Dalat, 2. sewa mobil untuk keliling Mui Ne, 3. Booking kamer 2 malam di Dalat. Selesai segala urusan yang menyebalkan ini kami keliling ke Pantai depan penginapan kami. Jam 2pm, mobil jeep kami telah siap membawa kami keliling Mui Ne. Mui Ne is AMAZING, red sand dune, white sand dune, spring waterfall dan fisherman village, they’re all so GREAT. Terbayang kalau saya mempunyai kamera yang tepat untuk mengabadikan tempat-tempat indah ini.

Pukul 08:00pm mobil private panther yang membawa kami ke Dalat sudah menunggu didepan penginapan. Penyesalan menyewa mobil karena mislek dijadwal bus terganti sudah dengan pemandangan Mui Ne dan sesi photo gila kami di white sand dune.

Day 4 : 07:30am, Dalat adalah kota yang sejuk. Kami bergegas mencari sarapan pagi dan siap-siapk keliling Dalat. Beberapa tempat kami kunjungi dan seperti biasa aku lupa nama tempatnya. Yang Kuingat adalah Danlat waterfall. Air terjunnya biasa saja tapi yang menyenangkan naik roller costernya. Menuju air terjun dibawa lembah apabila berjalan kaki bisa ditempuh 1 jam, namun naik roller coster ini hanya 10 menit. Roller coster ini tanpa mesin, jalur berkelok dan turun tajam menukik. Pengendara diikat dengan safety belt dan hand break untuk melambatkan dan menyetop laju kereta. 1 kereta bisa diisi 1 hingga 2 orang. Dan untuk menuju kembali kejalan masuk air terjun bisa menggunakan roller coaster ini. Seperti yang saya bilang roller coster ini tanpa mesin jadi mereka hanya menggunakan system katrol untuk menarik kereta kembali keatas bukit, sementara menuruni bukit kereta ini meluncur dengan bebas. Ide sederhana namun cemerlang.

Dalat kota yang sejuk siang haripun udara berhembus dingin, terkenal dengan wine, teh dan kopinya. Kota ini dihiasi dengan bunga-bunga cantik dan pohon-pohon besar, sepanjang hari kami berkeliling dari satu taman bunga ke taman bunga lainnya. Perempuannya cantik-cantik perpaduan muka Vietnam dan Perancis.

Pukul 15:00pm kami selesai dengan keliling kota dan menghilangkan diri dipasar tradisional Dalat. Kembali ke hotel sudah menjelang malam, namun energi kami sepertinya masih full jadi sekitar pukul 20:00pm kami jalan-jalan di tengah kota Dalat. Seru banget dingin-dingin keluar jalan dimalam hari, tengah kota Dalat sungguh hidup, ada pasar malam dan tempat makan bertebaran disana kamipun kalap ditengah-tengah pasar malam Dalat. Jam 23:00pm tak terasa dan kami kembali ke penginapan, tak mau rugi menikmati dinginnya kota Dalat, dalam gelap, mengigil kami berjalan sekitar hampir 1 jam dari pusat kota menuju penginapan.

Lagi-lagi mendapat kejutan dikota lain.

Tas kami sudah beranak pinak, malam ini kami harus packing seringkes mungkin. Esok pesawat kami menuju Ho Chi Minh akan terbang pukul 07.40am.

Day 5 : 07.00 am. Kami sudah berada dibandara udara Dalat (Lien Khuong airport), terletak di provinsi Lam Dong, sekitar 1 jam dari penginapan. Sekitar pukul 09:00am kami sudah berada di Tan Son Nhat airport – Ho Chi Minh. Tas-tas kami sudah kami titipkan dilocker bandara. Untuk membuang waktu yang tersisa karena penerbangan kami ke Jakarta sekitar pukul 20:20pm kami kembali ke daerah Behn Than. Naik bus dari bandara menuju Benh Thanh temanku langsung menyerbu pasar itu sementara aku sibuk cari internet karena ada urusan kantor. Sekitar jam 13:00 pm aku menuju Benh Than. Kami sudah ada meeting point didaerah pasar itu sekitar pukul 15:00pm. Rencanaku keliling kembali ke cathedral batal karena waktu terbatas, dan aku kembali menghilang di pasar Benh Thanh. Tak lama disana aku menunggu temanku di meeting point yang sudah ditetapkan. Seperti yang disepakati pukul 15:00pm kami bertemu dan kembali ke Tan Son Nhat airport. Setiba di airport itu repack kembali barang-barang kami yang semakin banyak. Dan berdoa tidak kena access baggage.

Sekitar 23:30pm tiba di Jakarta. Cuma 5 hari, cuma ber-2 .. CUMA banyak cerita.

Kami akan kembali dengan itinerary Ho Chi Minh – Mui Ne – Ho Chi Minh .. mudah-mudahan Juni 2011 ini.

Wisata Murah ke Vietnam: ada apa saja di Vietnam Utara ?

Wisata Murah ke Vietnam

Wisata Murah ke Vietnam

Untuk wisata Vietnam, karena saya lebih senang melihat pemandangan alam (berhubung di Vietnam ini wisata sejarah / historical building kurang begitu menarik), karena itu akhirnya saya memutuskan untuk menjelajahi Vietnam bagian Utara. Sudah mencari tahu dulu sebelumnya, bahwa di Vietnam Utara ini terdapat beberapa wisata utama untuk landscape / pemandangan alam, seperti misalnya:

* Tam Coc & Bich Dong Pagoda Ninh Binh

Di sini kita dapat melihat pemandangan alam yang terdiri dari limestone karst yang berada di daratan. Hampir mirip dengan pemandangan alam di Guilin, China.

* Beautiful Sapa, Ta Van & Cat Cat Minority Village, dan Bac Ha Sunday Market

Perjalanan yang paling jauh dari kota Hanoi, yaitu menuju ke kota Sapa ini. Karena kita harus melakukan perjalanan dengan kereta api semalaman, dan pulang pergi nantinya. Cuman jangan kuatir kecapekan, karena sebagian besar kereta api ke Sapa ini terdapat tempat tidur, jadi kita bisa tidur dengan nyaman di dalam kereta.

Di kota Sapa ini kita dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti trekking di gunung Fansipan (yang merupakan gunung tertinggi di Indochina, dan dekat dengan perbatasan China), atau mengunjungi berbagai suku di Vietnam, yang masih hidup sederhana dengan memakai pakaian khas Vietnam yang sangat colorful (warna-warni). Ada 2 perkampungan suku yang paling sering didatangi oleh turis di Sapa, yaitu perkampungan Ta Van dan Cat Cat Minority Village, yang berada di dekat kota Sapa. Khusus pada hari Minggu, kita dapat mengunjungi pasar terbesar, yaitu di daerah Bac Ha Sunday Market.

* Halong Bay, Hanoi Vietnam

Nah, ini wisata tujuan utama di Vietnam Utara. Termasuk dalam UNESCO WORLD HERITAGE, dan termasuk salah satu calon dalam New 7 Seven Wonders of Nature..

Kita dapat melihat pemandangan limestone karst yang berada di tengah lautan, dan merupakan salah satu area dengan limestone karst terbanyak, yaitu sekitar 3000 limestone. Perjalanan ke Halong dapat ditempuh dalam 1 hari, atau apabila kita ingin menikmati pemandangan di Halong Bay lebih lama, kita dapat melakukan perjalanan menginap di atas kapal, 1 malam atau 2 malam, tergantung dari operator cruise / kapal di Halong Bay ini (banyak tersedia operator cruise untuk Halong Bay, tapi harap hati-hati dalam memilih, sebaiknya memilih kapal yang dibuat di atas tahun 2005 / kapal yang masih baru, yang ditakutkan adanya beberapa kecelakaan yang terjadi di kapal yang sudah tua / lama )

* Wisata Historis kota Hanoi juga tetap ada, yaitu kita dapat melihat berbagai bangunan bersejarah di kota Hanoi.

Kita bisa jalan-jalan ke French colonial architecture, berbagai danau & kuil di area sekitar kota Hanoi, Old Quarter (terdapat berbagai bangunan bersejarah & museum di sekitar Old Quarter: Ho Chi Minh Museum, One Pillar pagoda, Ho Chi Minh Stilt House, Ho Chi Minh Museum, the Temple of Literature, Danau Hoan Kiem dengan Ngoc Son temple di tengah danau, Hoa Lo prison, The Museum of Ethnology)

Nantikan Catatan Perjalanan saya ke Vietnam, selama total 8 hari 7 malam ke Vietnam Utara, yaitu ke tempat-tempat wisata yang sudah saya tulis di atas πŸ™‚