Wisata Hanoi

Cerita Liburan: “Dejavu” di Vietnam

Dejavu di Vietnam

Dejavu di Vietnam

Pertama kalinya pergi ke Vietnam..

Banyak yang bilang sebelumnya di berbagai forum, ada yang bilang bagus, ada juga yang bilang jelek, karena kota yang semrawut lah, dan lainnya.

Ternyata bayangan saya, terutama yang jelek-jelek SALAH !!

Menurut saya, kota di Vietnam, seperti Hanoi,  termasuk kota yang sangat menarik untuk dikunjungi. Bahkan seperti “dejavu” bagi saya, karena kota-kota di Vietnam yang lumayan mirip dengan kota di China yang telah beberapa kali saya kunjungi. Beberapa notes dari saya sebagai berikut :

* Banyak yang jual masakan dan camilan, di pinggir jalan, di Hanoi, Vietnam. Tapi jangan bayangkan kita duduk di kursi, ataupun lesehan. Kita harus di kursi pendek (kursi untuk anak kecil), dan sambil makan di kursi itu. Makanya di Vietnam tidak ada orang gemuk, lha duduk di kursi’nya aja susaaahh (bagi orang gemuk) *JOKE* 🙂 Dan makanan’nya, terutama camilan di pinggir jalan, kalo bagi saya enak dan lumayan cocok di lidah saya..

* Terdengar suara klakson dimana-mana, dan juga sepeda motor yang hilir mudik nggak karuan. Tapi jangan takut menyeberang, pelan-pelan aja, jangan mundur, sambil melambaikan tangan 🙂

* Dari tipe masyarakat, terus terang masyarakat Vietnam lebih terdidik, lebih disiplin. Lain dengan negara yang sudah sering saya kunjungi di atas, yang selalu serobotan disana-sini..

* Apabila ikut tour di sini, makanan di dalam tour cukup lumayan, karena biasanya terdiri dari SET MENU, yaitu ada appetizer, main course, dan dessert. Tetapi nggak enaknya, minum’nya harus bayar sendiri. Mungkin karena banyak orang asing yang ikut tour di sini, dan mereka biasanya minum bir, atau bahkan wine. Jadi mungkin karena itu tour di sini minum’nya harus bayar sendiri..

* Berlaku 2 mata uang untuk pembayaran, bisa dengan USD ataupun Vietnam Dong. Untuk jaga-jaga, sebaiknya kita menyimpan kedua mata uang tersebut.

* Banyak sekali terdapat bangunan Prancis di sini, karena dulunya merupakan jajahan Prancis. Orang-orang tua di sini, ada beberapa yang masih bisa bahasa Prancis, juga ada yang bisa bahasa Mandarin, terutama untuk orang tua yang berada di kota yang berdekatan dengan perbatasan China. Ciri-ciri bangunan Prancis di sini yaitu bangunan imperial classic, dengan warna cat kuning menyala. Banyak terdapat bangunan Prancis di sini, terutama di area yang dekat dengan West Lake, French Quarter, Hanoi.

* Wajah masyarakat di sini sangat mirip dengan masyarakat di China. Tetapi mereka tidak mau disebut Chinese people, mereka tetap bilang bahwa mereka adalah Vietnamese, karena rasa kebangsaan yang sangat tinggi terhadap negara’nya.. Hebat2..!!

* Rumah penduduk di sini lebarnya sangat kecil, tapi memanjang sampai kebelakang. Tinggi lantai juga mirip dengan ruko, bahkan lebih tinggi. Dari yang saya lihat minimal 4 s/d 5 lantai. Ceritanya begini, dulu pajak untuk bangunan di sini dihitung dari lebar rumah, bukan dari luasan rumah (lebar x panjang), sehingga masyarakat disini untuk bisa menghindari bayar pajak lebih mahal, mereka membangun rumah dengan lebar sekecil mungkin, tetapi panjaaaang ke belakang. Kalau masih tidak cukup, mereka menambah lantai bangunan ke atas, sehingga mulai bermunculan bangunan yang tinggi dan ramping keatas, sampai dengan sekarang ini..

* Termasuk lumayan banyak turis asing dari barat di sini, terutama di kota tempat saya berlibur, yaitu Hanoi. Mereka biasanya stay di kota Hanoi, setelah itu lanjut ke tujuan utama mereka, yaitu Halong Bay & Sapa !

Biaya Liburan Murah ke Vietnam Hanoi-Sapa-Halong Bay

Biaya Liburan Murah ke Vietnam Hanoi-Sapa-Halong Bay

Biaya Liburan Murah ke Vietnam Hanoi-Sapa-Halong Bay

Kurs Mata Uang waktu saya ke Vietnam di bulan Maret 2011:

1 USD = 8825 Rupiah

1 USD = 20800 Dong Vietnam. Jadi bandingkan saja, lebih dari 2x lipat mata uang kita di Indonesia 🙂

1 RM (Malaysia) = 6000 Dong Vietnam

1 RMB (China) = 2850 Dong Vietnam

Dari penukaran mata uang asing di atas, saran saya sebaiknya bawa mata uang USD di sana, untuk kemudian bisa ditukar di money changer, ataupun di hotel tempat kita menginap juga bisa, dengan kurs yang tidak terlalu jauh berbeda. Karena mata uang USD ini paling dihargai tinggi dibandingkan dengan mata uang negara lain.

Sedangkan CUACA di Vietnam, selama saya pergi ke Vietnam di akhir Maret 2011, cukup dingin juga, yaitu sekitar:

* di kota Hanoi 11-15 derajat Celcius waktu pagi, siang naik menjadi 18 derajat.

* di Sapa, Lao Cai, udara sekitar 5 derajat Celcius waktu pagi, dan siang menjadi 10-15 derajat. Wuiiiih, lumayan dingin juga lhoo, apalagi kalo tidak membawa peralatan lengkap (baju dingin+sarung tangan+tutup kepala).

Untuk tour, akhirnya saya memutuskan mengambil paket tour di Vietnam Sunrise Travel. William, yang punya Vietnam Sunrise, orang’nya enak untuk diajak konsultasi tentang tempat-tempat wisata apa saja di Vietnam Utara. Service’nya OK, setiap kali saya email selalu dijawab, dan juga service ON THE SPOT, pada waktu tour sangat memuaskan. Hotel yang dipilih lokasinya strategis, kamar hotel yang bagus, pelayanan hotel yang sangat bersahabat dan juga tour guide kita, Son, yang sabar melayani peserta tour kita yang rata-rata sudah berusia lanjut.

Perincian Harga Tour per orang untuk agenda perjalanan saya, selama 8 hari 7 malam, “break down”nya begini:

* USD 130 Sapa (3 malam), termasuk tiket pp menginap di kereta api Livitrans Express dan Bac Ha (biaya ke Sapa termasuk pergi ke Bac Ha Market, biasanya nambah USD 20)

* USD 130 untuk 2 hari 1 malam Emotion Cruise

* USD 75 Hotel di Hanoi selama 3 malam

* USD 25 City Tour Hanoi + Water Puppet Show

* USD 20 Biaya Tour ke Tam Coc

* USD 20 Biaya makan + semua tambahan transportasi (bandara-hotel) & pengurusan booking kereta api

* Free Tour Guide

* Free Transit Hotel di New Moon Hotel, include Breakfast..

* Break Down di atas merupakan perkiraan saya pribadi, untuk harga tour harus diambil secara keseluruhan*

Total Harga perinciannya sebagai berikut:

* USD 400 = Rp. 3,6 juta’an.. (biaya Tour selama 8 hari 7 malam, sesuai itinerary)

 

* Tiket Air Asia + Tune Hotel LCCT 1 malam = Rp. 800 ribu nett / orang. Kok murah? Soalnya beli pas FREE SEAT Air Asia, hehehe..

TOTAL HARGA = Rp. 4,4 JUTA..! 🙂

Harga di atas sudah Tour lengkap, termasuk semua transportasi & makan selama di Vietnam (minivans, kereta api, kapal, Emotion cruise). Hotel bebas terserah kita, tetapi untuk dapat harga di atas akhirnya kita pilih hotel’nya:

* Golden Sunrise Hotel selama di Hanoi

* Thai Binh Hotel di Sapa

* Livitrans Express untuk kereta ke Sapa

* Emotion Cruise di Halong Bay

* dan dari pihak tour dikasih FREE hotel transit New Moon Hotel (yaitu berangkat naik kereta api dari Sapa, kita tiba di Hanoi jam 4 pagi, daripada menunggu di train station selama 4 jam sampai dengan jam 8 pagi)

Yang belum termasuk:

* Biaya tips untuk driver & tour guide (besarnya sukarela kok..)

* Biaya minum ! Ya, itu juga sedikit aneh, karena selama ini kalo ikut tour di mana saja, selalu dikasih minum. Tetapi di Vietnam ini biaya minumnya terpisah, alias bayar sendiri. Mungkin karena banyak orang asing yang pesan minum bir dll, jadi karena itu dipisah antara makan & biaya minum. Range harga minumnya paling murah antara 15.000 Dong – 25.000 Dong (untuk minum teh / kopi Vietnam) untuk resto standart, sedangkan untuk resto di cruise (yang saya ikut Emotion Cruise) harga minum paling murah USD 2 (untuk soft drink / teh Lipton)

* Biaya makan malam selama 3x yang tidak disediakan, karena tour sudah selesai di sore hari. Tetapi selain 3x makan malam di atas, SEMUA makan pagi, siang & malam selama 8 hari 7 malam sudah disediakan oleh pihak tour kok..

Banyak yang bilang, mestinya kita bisa dapat harga lebih murah dengan GO SHOW, alias datang langsung ke Hanoi, setelah itu pergi ke agent tour yang banyak terdapat di sepanjang jalan Hoan Kiem Lake. Tetapi akhirnya kita tetap memutuskan ikut tour. Kenapa? Karena rencana liburan saya kali ini membawa orang tua (ortu & mertua), jadi agak takut juga kalau belum beres sebelum kita berangkat. Dan lagi fasilitas seperti: “dapat makan malam selama kita menunggu kereta dari Hanoi ke Sapa”, “hotel transit di pagi hari (daripada menunggu di train station)”, “antar jemput hotel-bandara”, naah, hal-hal seperti itu mungkin agak repot juga kalau kita tidak ikut tour.. 🙂

Salah satu keuntungan ikut tour selama di Vietnam ini, bisa dapat tour FREE / GRATIS untuk anak saya (kurang lebih usia di bawah 6 tahun), jadi tinggal membayar tiket pesawat AA Rp. 800 ribu.. Lumayaaan, gini-gini anak saya udah pernah ke Malaysia, Thailand, & Vietnam for FREE, tinggal bayar tiket AA yang murah meriah. Bandingkan dulu waktu saya masih TK, paling jauh mungkin ke Jakarta saja, hehehe.. 🙂

Review dan Perbandingan HARGA HOTEL TERMURAH di VIETNAM :

HARGA HOTEL di HO CHI MINH, VIETNAM

HARGA HOTEL DI HANOI, VIETNAM

HARGA HOTEL DI DA NANG, VIETNAM

A Complete Tour: Catatan Perjalanan Liburan Murah ke Vietnam 8 hari 7 malam, cuma 4 juta’an termasuk PESAWAT…!!

Liburan Murah ke Vietnam

Hanoi, Sapa & Halong Bay

Catatan perjalanan selama saya bepergian ke Vietnam, yaitu ke kota Hanoi, Tam Coc, Sapa / Lao Cai, dan Ha Long Bay. Sebelumnya mampir dulu 1 malam ke Tune Hotel LCCT, selama total selama 9 hari 8 malam, dari tanggal 22 Maret sampai dengan 30 Maret 2011.

Agenda tour yang cukup komplit, mulai dari melihat berbagai macam pemandangan, seperti sawah, gunung, stone karst, gua, air terjun, danau, sampai lautan.

Selain pemandangan juga keliling kota Hanoi, dan melihat berbagai bentuk bangunan, mulai dari bangunan historis / bersejarah, museum, bangunan religius, melihat rumah asli penduduk ethnis minoritas di gunung (Sapa) lengkap dengan baju’nya yang COLORFUL, sampai dengan mencoba berbagai jenis makanan khas Vietnam.

Transportasi juga lumayan lengkap, mulai dari mencoba naik becak (cyclo), mobil, kereta api, sampan, kapal (cruise), sampai naik pesawat, ya iya lah naik pesawat, hehe.. 🙂

(*) Untuk PERINCIAN HARGA & BIAYA selama di Vietnam, bisa lihat DI SINI..

(*) REKOMENDASI AGENT TOUR di Vietnam, klik DI SINI..

(*) Klik juga DEJAVU di VIETNAM, karena berlibur ke Vietnam ini mengingatkan saya selama bepergian ke China, dan ada beberapa catatan tambahan tentang kehidupan masyarakat setempat di Vietnam..

*CATATAN PERJALANAN*

DAY 1: 22 Maret 2011

Hari pertama, akhirnya berangkat juga ke Vietnam! Start dari bandara Juanda, pertama-tama kita harus berangkat dulu ke Bandara LCCT di Kuala Lumpur, karena tidak ada direct flight ke Hanoi, Vietnam. Berhubung flight dari Vietnam yang berangkat pagi-pagi sekali, yaitu jam 6 pagi, maka kita harus menginap dulu di Tune Hotel LCCT, untuk kemudian besok pagi-pagi baru berangkat ke Vietnam. Sore hari, kita berjalan kaki sebentar sekitar 10 menit, menuju ke Food Garden di area LCCT (semacam food court) untuk makan malam. Malam itu kita tidur agak awal, karena besoknya harus bangun jam 3 pagi untuk check in di bandara LCCT.

DAY 2: 23 Maret 2011

Bangun jam 3 pagi, kita kemudian siap-siap sebentar, untuk kemudian jam 3.30 kita sudah siap di lobby Tune Hotel naik vans menuju ke Bandara LCCT. Kurang lebih jam 4 pagi, sampai di bandara LCCT, langsung mengurus check-in dan bagasi menuju ke Hanoi, Vietnam..

Persis jam 9.30 pagi, pesawat kita sampai juga di Vietnam. Sudah ditunggu oleh pihak VIETNAM SUNRISE TRAVEL yang sudah kita contact dari Surabaya, segera kita berangkat menuju ke hotel kita di area Old Quarter, yaitu Golden Sunrise Hotel. Begitu sampai di hotel sekitar jam 11, setelah kita check-in dan taruh barang di kamar hotel, langsung keluar untuk jalan-jalan dan cari makan siang. Tujuan kita pertama yaitu, Hoan Kiem Lake. Tidak terlalu jauh dari hotel, cuman berjalan kaki sekitar 10 menit. Setelah foto-foto sebentar, kemudian kita cari makan di dekat hotel. Hmm, pengin makan apa yaa ? Yang harus dicoba pertama kali di Vietnam, ya tentunya makan P.H.O. Pho ini yaitu makanan mie dari beras, yang banyak dijumpai di setiap tempat di Hanoi, Vietnam. Rasanya ? Enak! Kuah kaldu bening, dengan mie beras yang enak. Pilihan daging bisa daging ayam, sapi atau babi. Budaya makan di Vietnam ini berbeda dengan warung pinggir jalan di Indonesia. Tempat makan pinggir jalan di Vietnam ini selalu memakai kursi pendek, sehingga cukup menyulitkan orang bertubuh gemuk untuk duduk. Pantesan nggak ada orang gemuk di Vietnam, hehe.. 🙂

Siang menjelang sore, sekitar jam 2, kita jalan kaki menuju gedung tempat Water Puppets Show. Tiket untuk melihat pertunjukan water puppets sudah kita pesan sebelumnya. Lumayan bagus, karena baru pertama kali juga lihat pertunjukan boneka di atas air. Tidak tahu bahasa Vietnam juga, tetapi show boneka ini kurang lebih memperlihatkan kehidupan sehari-hari dari masyarakat Vietnam.

DAY 3: 24 Maret 2011

Hari ketiga ini schedule kita yaitu jalan-jalan keliling kota Hanoi. Ada beberapa tempat wisata di sekitar kota, terutama yaitu melihat bangunan bersejarah di sekitar kota Hanoi. Karena ada banyak tempat yang bisa dilihat, akhirnya kita pilih 5 tempat, yang merupakan tempat wisata utama bagi turis di kota Hanoi ini.

(1) Ho Chi Minh Mausoleum & Ho Chi Minh Stilth House

Di sini kita dapat melihat jasad Ho Chi Minh yang sudah diawetkan. Antrian di sini sangat panjang, untuk antri sendiri bisa lebih dari setengah jam. Setelah sampai di tempat jasad Ho Chi Minh yang dijaga sangat ketat, kita juga tidak boleh mengambil foto dan harus terus berjalan, tanpa boleh berhenti. Di area ini juga kita bisa melihat rumah tinggal Ho Chi Minh (Ho Chi Minh Stilt House) pada jaman dahulu, melihat perabotan rumah yang masih asli terjaga, dan juga kendaraan mobil pribadi dari Ho Chi Minh.

(2) One Pillar Pagoda

Kita dapat melihat pagoda tempat sembahyang. Yang unik di sini pagoda ini berdiri di atas kolam kecil, dengan 1 pillar saja, tetapi pillar yang besar. Bisa dilihat di gambar di bawah ini.

(3) Temple of Literature

Tempat pendidikan pertama kali di kota Hanoi. Area Temple of Literature ini lumayan besar juga. Di area paling belakang ada show dari penampil musik setempat, yang menampilkan musik khas dari Vietnam. Salah satu alat musik (lihat gambar di bawah) dibunyikan hanya dari tepukan tangan.

Setelah tempat ketiga di atas, kita break alias makan siang dahulu karena waktu sudah sekitar jam 12.30. Baru sekitar jam 2 siang, kita lanjut lagi ke tempat yang berikutnya.

(4) Hoa Lu Prison

Tempat penjara jaman dahulu, yaitu mulai dari jaman kependudukan Prancis di Vietnam, sampai dengan jaman perang Vietnam dengan U.S.A. Di sini diceritakan nasib tahanan perang waktu dipimpin oleh Prancis yang tidak berperikemanusiaan, sampai dengan tahanan perang dari U.S.A. waktu dipimpin oleh Vietnam, yang diceritakan sangat baik. Bahkan tentara Amerika, saking enaknya, menyebut penjara ini sebagai Hanoi “Hilton” Hotel.

(5) Temple di Hoan Kiem Lake

Tempat terakhir, kita pergi ke Temple yang ada di tengah-tengah Hoan Kiem Lake. Hampir mirip seperti pemandangan temple di tengah danau terkenal di China, yaitu danau West Lake di kota Hangzhou, cuma masih kalah besar. Enak juga apabila sore-sore duduk santai di sini.

Setelah selesai melihat ke-lima tempat di atas, di akhir tour hari ini kita naik Cyclo, alias “naik becak” keliling Old Quarter, mengelilingi toko-toko yang banyak terdapat di area Old Quarter ini. Lumayan lama juga yaitu sekitar 1 jam, dan lumayan puas bisa mengelilingi Old Quarter tanpa harus lelah berjalan kaki.

DAY 4: 25 Maret 2011

Jadwal hari ini kita pergi ke daerah Tam Coc, yaitu sekitar 2,5 jam perjalanan dari kota Hanoi. Tempat pertama yang kita tuju di Tam Coc ini yaitu mengunjungi Temple yang memuja Raja Dinh dan Raja Le, yang dulunya disini merupakan pusat pemerintahan di Hoa Lu, sebelum pindah ke kota Hanoi.

Setelah dari Temple ini, yaitu sekitar jam 12.30, kita makan siang dahulu. Berikutnya, waktunya SAMPAN RIDE, atau NAIK SAMPAN! Seru juga, pengalaman pertama buat Anna naik sampan kecil seperti ini. Rute perjalanan sampan ini juga sangat asyik, karena melalui gunung batu dan juga 3 gua di bawah kaki gunung, dengan stalagtit dan stalagmit’nya yang bagus.

Sore hari setelah acara naik sampan, kita balik menuju ke kota Hanoi. Sempat makan malam dahulu sebentar, setelah itu segera kita menuju ke stasiun kereta api, untuk berangkat naik kereta api Livitrans Express menuju ke kota Lao Cai. Dari Lao Cai kita akan naik vans untuk melanjutkan perjalanan ke kota Sapa. Lumayan, kereta api Livitrans ini lumayan bersih, ada tempat tidurnya lagi, seperti kereta di Eropa. Tapi kereta api di sini lumayan juga goyangan’nya, bahkan lebih goyang dari kereta api Argo di Indonesia! Tidak apa-apa, seperti kereta tidur bayi, semakin digoyang tidurnya pasti semakin pulas, hehe.. 🙂

DAY 5: 26 Maret 2011

Jam 5 pagi tiba di stasiun kota Lao Cai, kita dijemput oleh supir dari Thai Binh Hotel untuk menuju ke kota Sapa. Sampai di Thai Binh Hotel di kota Sapa jam 6 pagi, kita menghangatkan diri dulu di perapian, mengingat suhu udara di kota Sapa yang masih dingin, sekitar 5 derajat Celcius, sambil menunggu menu breakfast yang sedang disiapkan oleh pemilik hotel. Breakfast hari ini sederhana, tapi mengenyangkan. Menu seperti menu breakfast orang barat, yaitu Roti French Bagel dan Omelette, berikut dengan kopi/teh/coklat hangat. Hmmmm…

Setelah itu, kita bisa beristirahat sebentar di kamar hotel, karena membawa orang tua yang tentunya sulit untuk tidur di dalam kereta. Jam 10.30, kita sudah dijemput oleh tour guide setempat, untuk menuju ke Cat Cat Minority Village, yaitu perkampungan asli dari penduduk setempat. Tempat tinggal penduduk setempat sangat sederhana, di tengah-tengah bukit & pegunungan. Yang menarik di sini yaitu pakaian asli penduduk di Cat Cat Minority Village yang sangat khas, sangat COLORFUL, berwarna-warni, sama seperti semangat penduduk setempat di sini yang selalu tersenyum terhadap orang asing yang datang 🙂

Di ujung jalan setapak dari perkampungan Cat Cat ini, terdapat air terjun yang cukup bagus, dengan penjual makanan di pinggir air terjun. Cukup mengenyangkan juga setelah kita menuruni jalan setapak yang cukup panjang.

Siangnya, kita makan dahulu di hotel Thai Binh. Setelah itu, orang tua saya memutuskan untuk istirahat saja. Sedangkan saya sendiri masih pengin jalan-jalan. Sebenarnya bisa juga naik ke atas kota, ke gunung Ham Rong. Tetapi karena waktunya tidak cukup, akhirnya saya cukup jalan-jalan keliling kota Sapa saja.

Sapa Town

Malam harinya kita makan malam di restaurant di dalam kota Sapa. Suasana malam sangat berkabut, dengan jarak pandang yang sangat dekat. Lebih dingin lagi dibanding siang hari. BBRRR…..!!

Sapa di waktu malam

DAY 6: 27 Maret 2011

Besoknya, setelah breakfast, kita sudah harus siap berangkat jam 8 pagi. Sebelumnya kita mengurus check out hotel dahulu, karena malam harinya kita akan langsung menuju ke stasiun kereta untuk balik ke kota Hanoi. Pagi itu kita akan melakukan perjalanan yang cukup lama, yaitu sekitar 3 jam, menuju ke kota Bac Ha. Ada ada di kota Bac Ha ? Di sini kita bisa melihat pasar tradisional terbesar di daerah Sapa, yaitu tempat berkumpulnya semua suku ethnic minority, yang hanya berkumpul di hari Minggu, untuk melakukan jual-beli. Tempat yang akan kita tuju yaitu Bac Ha Sunday Market. Foto-foto Bac Ha Sunday Market bisa dilihat di bawah ini. Hampir segala jenis barang dapat kita temui di Bac Ha Market ini..

Setelah dari Bac Ha, sore harinya kita berangkat ke kota Lao Cai. Makan malam sebentar, kemudian kita segera menuju ke stasiun Lao Cai, untuk balik ke kota Hanoi, dan besok kita akan menuju ke Halong Bay dengan Emotion Cruise.

DAY 7: 28 Maret 2011

Jam 4.30 pagi sudah sampai di kota Hanoi. Untungnya kita memakai jasa tour, jadi mereka sudah mempersiapkan segala sesuatunya supaya kita tidak usah menunggu sampai dengan jam 8 pagi di stasiun. Pihak Sunrise Travel sudah menyediakan Transit Hotel yang berada dekat dengan Stasiun Hanoi, cukup berjalan kaki 5 menit, dan kita dapat mandi-mandi dan istirahat sebentar di Hotel New Moon ini, sebelum jam 8 nanti dijemput oleh pihak Emotion Cruise.

Emotion Cruise.

Jam 8 pagi tepat sudah dijemput oleh pihak Cruise. Cruise ini akan melakukan perjalanan ke Halong Bay, yaitu merupakan kumpulan gunung batu atau disebut juga limestone karst yang sangat banyak, yaitu sekitar 2000 gunung batu. Perjalanan ke Halong Bay ini memakan waktu sekitar 3 jam, tetapi kita sempat berhenti sebentar untuk istirahat, makan & minum, dan pergi ke kamar kecil. Kita tiba di Halong Bay sekitar jam 12.

Woooww !!

Sebelumnya cuma melihat dari website Emotion Cruise. Ternyata kapal cruise ini lumayan mewah juga, dengan interior, baik interior kamar maupun interior lobby & restaurant yang didesain dengan baik. Makanan di cruise ini juga cukup enak. Siang hari kita disediakan set menu untuk makan siang. Setelah itu istirahat sebentar di kamar, sore harinya kita pergi ke Fishing Village, atau perkampungan nelayan di Halong Bay.

Malam harinya menu makan malam kita sangat enak, yaitu Seafood Buffet Dinner! Kenyaaangg.. Malam itu setelah selesai makan malam, Anna ketemu teman bermain baru, yaitu Mari Kite dari Norwegia. Aneh juga, meskipun Anna tidak bisa berbahasa Inggris, tetapi mereka dapat berkomunikasi satu sama lain. Mungkin pake bahasa anak-anak kali ya, hehehe.. 🙂 Setelah bermain cukup lama, sekitar jam 9 malam, kita turun ke dek bawah di lantai 1 menuju ke kamar kita untuk tidur.

DAY 8: 29 Maret 2011

Pagi harinya, kita dapat mengikuti acara Tai Chi di Sun Deck kapal Emotion Cruise ini. Setelah itu jam 7 pagi kita dapat breakfast roti seperti biasa, dan jam 8 kita dapat mengikuti tour ke Sung Sot Cave, atau disebut juga Amazing Cave. Gua yang terletak di salah satu gunung batu di Halong Bay ini sangat menakjubkan, sesuai dengan namanya, Amazing Cave..

Dari Sung Sot Cave, kita kembali ke kapal, untuk proses check out. Setelah itu kita dapat foto-foto Halong Bay dahulu dari Sun Deck di dek paling atas dari kapal. Baru kemudian sambil menunggu kapal merapat ke kota Halong, kita dijamu buffet brunch terlebih dahulu, sekitar jam 11. Tiba di dermaga Halong City pada jam 12, kita langsung naik vans untuk balik ke kota Hanoi. Malam ini rencananya kita pergi ke Supermarket dan toko buku, untuk beli oleh-oleh buat dibawa pulang nanti.

DAY 9: 30 Maret 2011

Akhirnya pulang juga ke Surabaya. Tapi sekali lagi, kita tidak langsung menuju ke Surabaya, melainkan transit dulu ke Kuala Lumpur, melalui bandara LCCT. Sampai di LCCT sekitar jam 2 siang, kita jalan kaki menuju ke Food Garden. Di sana kita duduk-duduk santai, karena flight berikutnya menuju ke Surabaya masih cukup lama, yaitu boarding sekitar jam 18.30.

Jam 9 malam, aaah, sampai juga di kota Surabaya tercinta ! Puji Tuhan, terimakasih untuk perjalanan kali ini yang cukup sukses, semua agenda perjalanan dapat ditempuh tanpa hambatan yang berarti. Awalnya cukup kuatir juga karena membawa anak kecil & orang tua. Semuanya bisa sehat-sehat, dan juga senang sekali dapat ikut cruise & melihat Halong Bay yang sudah terkenal di dunia. Tidak lupa, di bawah ini ada sedikit oleh-oleh buat teman-teman Liburan Murah, Spring Rolls dan Kopi Vietnam yang uenaaakkk, hehehe.. 🙂

Review dan Perbandingan HARGA HOTEL TERMURAH di VIETNAM :

HARGA HOTEL di HO CHI MINH, VIETNAM

HARGA HOTEL DI HANOI, VIETNAM

HARGA HOTEL DI DA NANG, VIETNAM

Wisata Murah ke Vietnam: ada apa saja di Vietnam Utara ?

Wisata Murah ke Vietnam

Wisata Murah ke Vietnam

Untuk wisata Vietnam, karena saya lebih senang melihat pemandangan alam (berhubung di Vietnam ini wisata sejarah / historical building kurang begitu menarik), karena itu akhirnya saya memutuskan untuk menjelajahi Vietnam bagian Utara. Sudah mencari tahu dulu sebelumnya, bahwa di Vietnam Utara ini terdapat beberapa wisata utama untuk landscape / pemandangan alam, seperti misalnya:

* Tam Coc & Bich Dong Pagoda Ninh Binh

Di sini kita dapat melihat pemandangan alam yang terdiri dari limestone karst yang berada di daratan. Hampir mirip dengan pemandangan alam di Guilin, China.

* Beautiful Sapa, Ta Van & Cat Cat Minority Village, dan Bac Ha Sunday Market

Perjalanan yang paling jauh dari kota Hanoi, yaitu menuju ke kota Sapa ini. Karena kita harus melakukan perjalanan dengan kereta api semalaman, dan pulang pergi nantinya. Cuman jangan kuatir kecapekan, karena sebagian besar kereta api ke Sapa ini terdapat tempat tidur, jadi kita bisa tidur dengan nyaman di dalam kereta.

Di kota Sapa ini kita dapat melakukan berbagai aktivitas, seperti trekking di gunung Fansipan (yang merupakan gunung tertinggi di Indochina, dan dekat dengan perbatasan China), atau mengunjungi berbagai suku di Vietnam, yang masih hidup sederhana dengan memakai pakaian khas Vietnam yang sangat colorful (warna-warni). Ada 2 perkampungan suku yang paling sering didatangi oleh turis di Sapa, yaitu perkampungan Ta Van dan Cat Cat Minority Village, yang berada di dekat kota Sapa. Khusus pada hari Minggu, kita dapat mengunjungi pasar terbesar, yaitu di daerah Bac Ha Sunday Market.

* Halong Bay, Hanoi Vietnam

Nah, ini wisata tujuan utama di Vietnam Utara. Termasuk dalam UNESCO WORLD HERITAGE, dan termasuk salah satu calon dalam New 7 Seven Wonders of Nature..

Kita dapat melihat pemandangan limestone karst yang berada di tengah lautan, dan merupakan salah satu area dengan limestone karst terbanyak, yaitu sekitar 3000 limestone. Perjalanan ke Halong dapat ditempuh dalam 1 hari, atau apabila kita ingin menikmati pemandangan di Halong Bay lebih lama, kita dapat melakukan perjalanan menginap di atas kapal, 1 malam atau 2 malam, tergantung dari operator cruise / kapal di Halong Bay ini (banyak tersedia operator cruise untuk Halong Bay, tapi harap hati-hati dalam memilih, sebaiknya memilih kapal yang dibuat di atas tahun 2005 / kapal yang masih baru, yang ditakutkan adanya beberapa kecelakaan yang terjadi di kapal yang sudah tua / lama )

* Wisata Historis kota Hanoi juga tetap ada, yaitu kita dapat melihat berbagai bangunan bersejarah di kota Hanoi.

Kita bisa jalan-jalan ke French colonial architecture, berbagai danau & kuil di area sekitar kota Hanoi, Old Quarter (terdapat berbagai bangunan bersejarah & museum di sekitar Old Quarter: Ho Chi Minh Museum, One Pillar pagoda, Ho Chi Minh Stilt House, Ho Chi Minh Museum, the Temple of Literature, Danau Hoan Kiem dengan Ngoc Son temple di tengah danau, Hoa Lo prison, The Museum of Ethnology)

Nantikan Catatan Perjalanan saya ke Vietnam, selama total 8 hari 7 malam ke Vietnam Utara, yaitu ke tempat-tempat wisata yang sudah saya tulis di atas 🙂