Karimunjawa :D

Karimunjawa

Karimunjawa

Karimunjawa, yang mungkin sudah sering kali kita dengar dari mulut ke mulut ataupun pernah kita jumpai beberapa artikel yang membahas tentangnya di majalah travelling. Terkenal akan areanya yang terdiri dari beberapa pulau kecil tak berpenghuni, dan semakin ternama dengan lautan yang sebening kristal. Para penggemar snorkeling pun tak kalah marak mengunjungi Karimunjawa yang memiliki tipikal terumbu karang berukuran raksasa.

Kalau dibandingkan dengan laut di daerah timur Indonesia, Karimunjawa memiliki sensasi natural tersendiri karena hampir semua pulau-pulau kecil di area itu berbatasan langsung dengan laut lepas. Jadi kalau kita sedang bersantai di pantai salah satu pulau, sering kali akan mendapati pemandangan laut lepas, ombak yang bergulung-gulung, bahkan kalau memang beruntung Anda bisa menyaksikan rombongan lumba-lumba dan ikan-ikan lainnya.

Sebenarnya, nama Karimunjawa digunakan sebagai nama pulau utama di area tersebut. Sedangkan beberapa pulau kecil di sekitarnya seperti Pulau Kecil, Pulau Besar, Menjangan Besar, Menjangan Kecil, Cemara Kecil, Cemara Besar, dan lainnya dapat diraih dengan menggunakan kapal nelayan setempat. Dari Jepara ataupun Semarang, masing-masing kota awal pemberangkatan ke Karimunjawa memiliki jadwal layar yang berbeda. Kalau memang mau travelling ala backpack, sangat disarankan berangkat dari Jepara. Harga untuk ferry kelas ekonomi cuma dibandrol Rp35.000,- (6 jam perjalanan). Dibandingkan dari Semarang yang cuma menyediakan kapal cepat (3 jam perjalanan) dengan harga Rp125.00,- sekali jalan. Untuk detail jadwal berangkat kapal bisa di-check di situs ini

http://www.karimunjawa-ticketing.co.id/

Untuk tempat menginap di Karimunjawa, banyak penduduk lokal yang mengubah rumahnya menjadi guest house, kalau mau di hotel juga ada beberapa hotel mulai dari harga Rp150.000,-/malam. Kalau baru kali ini Anda bertualang di daerah yang dikelilingi perairan, sangat disarankan untuk coba stay di “Wisma Apung” dengan harga Rp140.000,-/malam (harga Mei 2010). Oh, perlu saya ingatkan, karena Karimunjawa menggunakan jalur listrik bawah air and jauh dari pulau Jawa, listrik di sini baru ada mulai dari jam 6 malam. Jangan lupa charger HP Anda selama siang hari – tidak perlu membawa HP ke setiap pulau karena signal sangat sedikit.

Belum ke Karimunjawa namanya kalau belum mencoba makan “Pindang Serani” asli buatan penduduk Karimunjawa. Kalau ingat acara travellingnya Fauzi Baadillah sewaktu dia ke Karimunjawa, dia mampir di salah satu guest house dan minta ke ibu empunya guest house untuk memasakkan pindang serani spesial ala Karimunjawa. Rasa kuah asam pedas yang segar berpadu dengan ikan langsung tangkapan laut khusus yang sama sekali tidak amis hehe.. saya sendiri habis 1 panci!!

Kalau Anda penggemar photo hunting, jangan lupa untuk mampir ke Tanjung Gelam untuk hunting sunset dan pemandangan sekitar yang berasa seperti kita sedang terdampar di pulau Robinson Cruise. Pohon-pohon kelapa di sepanjang pesisir pantai, air jernih, dan karang-karang yang berdeburan ombak berubah menjadi objek sempurna untuk foto. Tanjung Gelam berada di bagian atas pulau Karimunjawa, dan bisa Anda raih dengan perahu nelayan.

Mampir juga di Menjangan Besar untuk mengunjungi penangkaran hiu. Bisa foto bersama hiu di penangkaran dengan membayar Rp5.000,- . Asalkan sedang tidak luka, jangan takut sama hiunya karena hampir semua hiu disana masih muda dan jinak. Saya dekati saja semua hiu nya pada pergi semua, atau mungkin hiu nya mikir ada paus sedang menginvasi kandang mereka haha.. J

Lebih baik pergi ke Karimunjawa dalam grup yang banyak orangnya supaya harga share untuk mengunjungi antar pulau kecil dengan perahu nelayan lebih murah. Dan juga sewa guest house bisa lebih murah pastinya. Bulan yang baik untuk ke Karimunjawa sekitar Maret – Juni/Juli. Lewat dari bulan itu, arus pasang laut kadang susah diprediksi dan jadwal kapal bisa berubah ataupun dibatalkan sewaktu-waktu L

Well, selamat berlibur di Karimunjawa! 😀