wisata Sulawesi Selatan

Tempat Wisata di Makassar apa saja?

Pantai Losari - Tempat Wisata di Makassar

Tempat Wisata di Makassar – ada apa saja?

Catatan Perjalanan kita 20-24 Mei 2014 selama di Makassar – TanjungBira – Maros – Trans Studio. Berikut list tempat wisata yang kita tuju selama di Makassar dan sekitarnya, Maros & Tanjung Bira:

  • benteng Fort Rotterdam
  • Pantai Losari & masjid terapung
  • Trans Studio Makassar

Hari pertama

Berangkat dari airport Juanda Surabaya jam 5.30 pagi, jam 8 pagi kita sudah sampai di bandara Makassar. Sudah mengontak mobil sewaan terlebih dahulu, supir penjemput kita juga sudah tiba di bandara. Hari ini kita akan langsung menuju ke Tanjung Bira.

Baca posting kita tentang wisata Tanjung Bira Sulawesi Selatan.

Hari kedua

Hari ini kita masih berada di Tanjung Bira, kemudian siang harinya kembali ke Makassar. Malam hari setelah tiba di Makassar, kita check-in dahulu di hotel Yasmin, salah satu hotel lama di Makassar yang diresmikan oleh presiden Soeharto, dan makan malam di salah satu cabang sop Saudara di jalan Irian.

Benteng Fort Rotterdam

Hari ketiga

Pagi hari ini saya berjalan kaki menuju tempat wisata di Makassar yang bersejarah, yaitu benteng Fort Rotterdam, tidak jauh sekitar 15 menit saja dari hotel. Banyak juga tempat makan yang berdekatan dengan hotel Yasmin ini, seperti Coto Nusantara di depan pelabuhan. Alternatif penginapan bisa juga coba hotel Grand Populer, yang letaknya tidak jauh dari hotel Yasmin ini. Jam 9 pagi kita check out dari hotel, kemudian berangkat melanjutkan perjalanan menuju ke daerah Maros.

Baca posting kita tentang Wisata Rammang-Rammang Karst Maros & Bantimurung.

Kemudian sore harinya ke pantai Losari untuk berfoto ria. Makan pisang epe yang merupakan menu wajib di pantai Losari, kemudian kita lanjut check-in di hotel Aston, Makassar. Salah satu hotel yang terkenal di Makassar, terutama karena view sunset dari atas kolam renang hotel yang indah, dengan infinity pool (kolam renang dengan pemandangan tidak terbatas) di lantai 15 ke arah kota & pinggir laut pantai Losari.

Malam harinya kita pergi makan sop konro bakar Karebosi di Lompobatang, bungkus bawa pulang Ayam Goreng Sulawesi, dan jalan-jalan di mall bawah tanah yang terletak di bawah stadion Karebosi.

Trans Studio Makassar

Hari keempat

Rute hari ini setengah hari nyantai di hotel Aston, renang di infinity pool, relax di Jacuzzi hotel Aston, terus menjelang siang kita check-out menuju ke hotel berikutnya, Fave Hotel 🙂

Setelah check-in, segera kita bergegas menuju agenda wajib tempat wisata di Makassar untuk keluarga, yaitu Trans Studio Makassar. Bermain dari siang sampai dengan menjelang malam hari, kemudian kita balik ke hotel, dan pergi ke tujuan akhir di Makassar, yaitu tempat oleh-oleh! Fave hotel ini letaknya berdekatan dengan jalan Somba Opu pusat oleh-oleh. Apabila terlalu jauh jalan kaki, bisa naik taxi dengan biaya 10-15 ribu saja. Ada banyak toko di Somba Opu, yang kita pilih di toko Mentari, meskipun tempat kecil tapi terkenal harganya cukup murah. Selesai sudah perjalanan kita ke Makassar kali ini. Waktunya nyantai, makan malam dekat Fave Hotel, di salah satu resto seafood terkenal yaitu ikan bakar Resto Lae-Lae, dan tentunya tidak lupa mencoba makan Mie Titi!

Hari kelima

Waktunya pulang!

Budget & Tips Tempat Wisata di Makassar

Alternatif lain tempat wisata di Makassar, anda bisa mencoba naik kapal menuju pulau Samalona, tidak jauh dari dermaga di kota Makassar.

Untuk biaya harga selama kita di Makassar & Tanjung Bira, dapat dilihat di Biaya Wisata Murah Makassar.

Masjid Terapung di Makassar

Wisata Tanjung Bira Sulawesi Selatan

Wisata Tanjung Bira Sulawesi Selatan

Wisata Tanjung Bira Sulawesi Selatan

Hari pertama Wisata Tanjung Bira Sulawesi Selatan

Kapal Phinisi, Amatoa Resort & Bira Beach

Hari ini kita akan langsung menuju ke wisata Tanjung Bira di Sulawesi Selatan. Breakfast dulu di Makassar, kemudian kita melanjutkan perjalanan langsung non-stop menuju Tanjung Bira melalui kota Gowa (kalau saya tidak salah ingat). Perjalanan cukup panjang, antara 4-5 jam. Hampir mencapai Tanjung Bira, kita stop dulu di tempat pembuatan kapal Phinisi, sambil melihat proses pembuatan kapal dan foto-foto dahulu. Segera melanjutkan perjalanan, 30 menit kemudian kita sudah sampai di Tanjung Bira.

Kita segera check-in hotel Patma Bira, menaruh bagasi di kamar, dan kemudian terdengar suara perut yang sudah mulai lapar, saatnya makan siang! Sudah planning dari awal, makan siang ini kita berjalan kaki naik bukit menuju ke Amatoa Resort. Dari pertama muncul keinginan ke Tanjung Bira, Amatoa Resort ini sudah masuk dalam list saya karena viewnya yang sangat indah. Biaya penginapan cukup mahal dan tidak terjangkau di kantong kita. Dapet saran dari salah satu teman mbak Tris Sulis, bahwa kita bisa lihat view di Amatoa Resort cukup dengan makan di sini. Dan ternyata makan siang di sini tidak terlalu mahal, harga ayam rica-rica plus nasi cuman 50 ribu dengan porsi lumayan banyak (bisa dimakan saya dan anak berdua). Kemudian porsi BBQ berdua cuman 150 ribu, dengan ikan+udang+sayur. Cukup mengenyangkan bahkan untuk dimakan kita ber-6, yaitu 4 dewasa & 2 anak.

Amatoa Resort Tanjung Bira Hotel Resto Kapal Bira Beach

Siang sampai dengan sore ini kita menghabiskan waktu santai makan di Amatoa Resort sambil berfoto, kemudian lanjut mampir sebentar ke pantai Bira. Sekeliling pantai Bira sangat bagus. Yang membedakan dengan pantai lain terutama di pinggir kiri pantai Bira, di mana terdapat bentukan batu yang menjorok ke pantai dengan bangunan villa khas Tanjung Bira. Sedangkan di pinggir kanan pantai terdapat hotel & restaurant yang berbentuk mirip seperti kapal.

Malam harinya, tidak ada kegiatan, kita mampir ke satu-satunya warung yang terlihat cukup nyaman di Tanjung Bira ini, yaitu warung Bambu. Rasa makanan cukup enak, dengan menu khas seafood, (lagi-lagi) ikan bakar! Tidak menyangka juga, ketemu salah satu bekas mahasiswa di Universitas Ciputra yang juga jago traveling, Martha Yuliana. Martha ini juga pernah menulis beberapa kali di blog Liburan Murah 🙂

Bara Beach Tanjung Bira

Hari kedua Wisata Tanjung Bira Sulawesi Selatan

Bara Beach, Penangkaran Penyu & Pulau Liukang

Hari ini rute kita cuman menuju ke pulau Liukang sampai dengan siang hari, kemudian balik perjalanan panjang menuju ke kota Makassar. Setelah tawar-menawar harga, sewa kapal kita dapatkan seharga 300 ribu dari pak Gansar (HP 0812 5694 2404), dengan rute ke pantai Bara, penangkaran penyu, spot snorkeling dekat penangkaran, dan pulau Liukang.

Pertama kali kita menuju ke pantai Bara. Kemudian menuju ke spot snorkeling dekat penangkaran penyu & berhenti lumayan lama untuk snorkeling. Setelah itu kita menuju ke tempat penangkaran penyu. Cukup banyak penyu di tempat penangkaran ini, mulai dari penyu yang masih kecil, sampai dengan penyu dewasa yang cukup besar. Pemberhentian terakhir kita di pulau Liukang. Kita berhenti sebentar untuk makan siang. Hmmm, makan siang ala rumahan yang enak, ada tempat berteduh di tepi pantai, minum kelapa sambil melihat anak-anak main pasir di pantai. Heaven!

Penangkaran Penyu Pulau Liukang Penangkaran Penyu Tanjung Bira Pulau Liukang Tanjung Bira

Snorkeling di dekat pulau Liukang ini juga termasuk surprise bagi saya, karena sebelumnya menganggap remeh keindahan wisata Tanjung Bira, dengan nggak membawa camera underwater. Ternyata spot snorkeling bawah laut di Tanjung Bira ini lebih bagus dari Karimunjawa (menurut saya). Tapi disatu sisi senang bisa mengajak anak saya yang besar pertama kalinya snorkeling, dan melihat keindahan alam bawah laut di Indonesia tercinta ini..

Selepas dari wisata Tanjung Bira, siang ini kita melanjutkan perjalanan kembali ke kota Makassar. Apalagi yang menarik sekitar tempat wisata di Sulawesi Selatan? Baca trip kita hari berikutnya ke Rammang-Rammang!

Pantai Tanjung Bira Hotel Resto Kapal Tanjung Bira

Wisata Rammang-Rammang Karst Maros Sulawesi Selatan

Wisata Rammang-Rammang Karst Maros Sulawesi Selatan

Wisata Rammang-Rammang Karst Maros Sulawesi Selatan

Tahukan anda, di Indonesia terdapat kompleks pegunungan kapur terbesar kedua di dunia, wisata Rammang-Ramang Karst Maros? “Karst Maros is the second largest karst area known in the world after the one in South-Eastern China.” – Wikipedia

Hari ketiga

Jam 9 pagi kita check out dari hotel, kemudian berangkat melanjutkan perjalanan menuju ke daerah Maros. Rute kita hari ini menuju ke wisata Rammang-Rammang Karst Maros di daerah Pangkep Sulawesi Selatan dan lanjut ke Bantimurung. Apabila sempat pengin mampir juga di Leang-Leang, tapi ternyata tidak keburu karena menghabiskan waktu terlalu lama di Rammang-Rammang Karst Maros. Kenapa ya?

Jawabannya karena wisata Rammang-Rammang Karst Maros ini salah satu wisata alam, yang menurut saya lho ya, berkelas international. Dibandingkan beberapa tempat wisata alam terkenal di luar negeri yang sudah pernah saya kunjungi, saya rasa Karst Maros ini sangat indah & tidak kalah dengan tempat wisata luar negeri, terutama apabila dikelola dengan baik oleh pemerintah setempat.

Kalo admin Andreas Prayoga di group FB Liburan Murah yang kapanhari tanya perbandingan dengan stoneforest (hutan batu) di Yunnan, jawaban saya utk bentukan batu kapur kecil, Yunnan memang jauh lebih banyak. Tapi utk karst (gunung batu kapur), di Ramang-Ramang ini lebih banyak, masih natural, ditambah dengan suasana pedesaan yg membawa kita kembali ke alam. Seakan kita dibawa memasuki dunia lain yg terpencil, dengan suasana kehidupan penduduk desa yang masih alami. MUST VISIT, terutama kalo pas mampir Makassar, Sulawesi Selatan!

Wisata Ramang-Ramang Karst Maros Sulawesi Selatan

Wisata Rammang-Rammang Karst Maros

Agak sulit juga mencari daerah Rammang-Rammang ini. Terlebih lagi supir mobil sewaan kita ternyata tidak pernah membawa tamu ke Rammang-Rammang. Sempat menelpon temannya, akhirnya kita coba bertanya ke orang di jalan. Tidak lama kemudian, akhirnya kita menemukan dermaga kecil tempat pemberangkatan perahu menuju ke wisata Rammang-Rammang Karst Maros.

Sepanjang perjalanan, kita akan dibawa menelurusi berbagai jenis batu kapur kecil dengan menggunakan perahu kecil. Agak terombang-ambing sedikit, tapi anak-anak justru malah senang dan dapat pengalaman baru. Begitu sampai di tengah pegunungan batu kapur, kita berhenti sambil beristirahat di satu-satunya warung di tengah pegunungan batu kapur Rammang-Rammang. Pegunungan kapur yang tinggi mengelilingi beberapa rumah penduduk, menimbulkan decak kagum bagi kita yang pertama kali melihatnya.

Suasananya sangat asri, melihat penduduk desa beraktivitas, lengkap dengan bebek, sapi di tengah persawahan, sampai dengan rumah penduduk di sekitar wisata Rammang-Rammang Karst Maros. Sangat indah & alami, pengin rasanya menghabiskan waktu di sini sampai sore. Sambil menyantap mie instan yang kita beli di warung, tapi rasanya seakan berada di resto suasana tropis alami yang sekarang ini banyak menjadi konsep resto maupun hotel di perkotaan. Agak lebay sedikit, tapi gpp kan, hehe :p

Perjalanan menuju Wisata Rammang-Rammang Karst Maros Rammang-Rammang Karst Maros Berbagai hewan di Ramang-Ramang Berbagai hewan di Rammang-Rammang Suasana alami di Rammang-Rammang

Wisata Bantimurung – Air Terjun & Rumah berbagai jenis Kupu-Kupu

Setelah dari Ramang-Ramang, kita mampir sebentar ke Bantimurung. Bantimurung merupakan tempat wisata yang sudah lebih dahulu terkenal di Maros. Merupakan tempat wisata luar kota bagi para penduduk kota Makassar, terutama untuk menghabiskan waktu di saat weekend atau libur panjang.

Air terjun dengan debit air yang keras, lengkap dengan sungai yang menerus dari air terjun di Bantimurung. Sangat asyik terutama bagi keluarga yang senang bermain air. Beda dengan waterpark buatan, di sini kita bisa bermain air secara alami, memanfaatkan debit air terjun yang keras dengan sungainya yang panjang. Banyak anak yang bermain seluncuran di sungai. Bisa dengan menggunakan ban, maupun langsung berseluncur di sela-sela bebatuan licin dibantu oleh dorongan air terjun. Kelihatannya asyik juga, tapi sayang kita sekeluarga tidak membawa baju renang ke Bantimurung. Tapi harap tetap berhati-hati ya teman-teman, terutama untuk keluarga dengan anak yang masih balita. Maklum batu cukup licin, cukup berbahaya terutama apabila kita terpeleset & terantuk batu.

Bantimurung juga terkenal sebagai rumah dari berbagai jenis kupu-kupu. Sayangnya waktu kita ke sana, mungkin bukan musimnya kupu-kupu keluar. Sangat jarang kupu-kupu yang beterbangan. Tapi kita masih dapat melihat berbagai jenis kupu-kupu di museum kupu-kupu, dekat dengan pintu masuk utama Bantimurung.

Bantimurung Kingdom of Butterflies Museum Kupu-Kupu Bantimurung Air Terjun Bantimurung Wisata Rammang-Rammang Karst Maros