Wisata Puerto Princesa

Wisata Puerto Princesa

Selain tour harian di Puerto Princesa menuju ke Honda Bay dan Underground River Puerto Princesa, di dalam kota wisata Puerto Princesa sendiri banyak restaurant & kuliner yang bisa dituju. Alternatif lain kita bisa jalan-jalan sore di sekitar Baywalk sampai dengan gereja di Puerto Princesa.

21 Juni – Kinabuch Restaurant

Karena delay, kita tiba di bandara PPS sudah lebih dari jam 6 malam. Dibantu pihak hotel, kita memesan tricycle untuk makan malam di salah satu restaurant terkenal di Puerto Princesa, yaitu resto Kinabuch. Sambil hari itu juga kita pesan ke hotel untuk membooking-kan jadwal kita di resto Kalui, restaurant no. 1 di Puerto Princesa, yang minimal harus dipesan 1 hari sebelumnya.

Resto Kinabuch cukup terkenal dan punya review bagus di TripAdvisor. Selain crispy pata & sizzling seafood sisig, yang paling ingin saya coba di sini yaitu Tamilok! Cacing laut ini bentuknya unik & mungkin sedikit ngeri bagi yang ingin mencoba makan Tamilok. Dan ternyata setelah dikasih sambal irisan lombok dan jeruk nipis enak juga, mirip dengan oyster. Bahkan anak saya juga ikut makan, hehe..

Tamilok

Tamilok

Wisata Puerto Princesa SONY DSC SONY DSC SONY DSC

22 Juni – Baker’s Hill, Baywalk & Kalui Restaurant

Jam 2 kita sudah menyelesaikan tour Honda Bay, masih banyak waktu akhirnya kita memutuskan untuk pergi ke Baker’s Hill, salah satu tempat wisata Puerto Princesa. Baker’s Hilll merupakan tempat bersantai untuk keluarga lokal maupun turis. Tempatnya sangat luas dan terdapat berbagai macam permainan untuk anak. Selain itu banyak patung unik di sekitar Baker’s Hill, tentunya untuk menarik pengunjung berfoto bersama. Di belakang Baker’s Hill terdapat kebun binatang mini (mini zoo) dengan berbagai koleksi binatang.

Wisata Puerto PrincesaPatung Ular Bakers Hill Kereta Kuda Bakers HillSONY DSC SONY DSCSONY DSC SONY DSCResto Bakers Hill SONY DSC

Kuliner yang dijual di sini juga beraneka ragam, mulai dari makanan berat sampai dengan berbagai pilihan makanan ringan, snack, roti (bakery) dan lainnya. Banyak orang yang sekedar membeli roti & soft drink botol besar, kemudian meminta es batu dan gelas plastik untuk diminum di taman bersama keluarga.

Setelah itu kita masih harus menunggu reservasi di resto Kalui jam 8.30 malam. Keluarga beristirahat di hotel, sedangkan saya sendiri memutuskan untuk explore sekitar hotel. Berjalan kaki menyusuri Baywalk, mencoba makan es krim lokal, dan keliling kota sampai dengan Gereja Puerto Princesa di dekat Rizal Park.

SONY DSC SONY DSC SONY DSC

Malam harinya kita makan malam di salah satu resto terbaik di Puerto Princesa, yaitu Kalui, yang harus dibooking sehari sebelumnya. Cukup unik, di sini kita diharuskan untuk mencopot alas kaki sebelum memasuki ruangan dalam restaurant. Interior bernuansa pantai ala Hawaiian Resto (padahal belum pernah ke Hawaii), dengan berbagai menu seafood.

Yang harus dicoba di sini yaitu paket untuk berdua, dengan kombinasi appetizer, main course, dan dessert. Ketiga kombinasi tersebut merupakan pilihan spesial dari chef resto, dan bisa berubah tiap harinya. Saya sendiri bukan expert dalam kuliner review, tapi makan malam kita bersama keluarga hari ini sangat istimewa, coba lihat saja dalam foto-foto di bawah ini 🙂

Wisata Puerto Princesa SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC
SONY DSC

23 Juni – Haim Chicken Inato

Sore hari dari Underground River Puerto Princesa balik ke Marianne, kita menyempatkan pergi ke toko souvenir dahulu dengan naik tricycle. Kemudian setelah itu diantar naik mobil hotel Marianne pindah ke hotel Hibiscus yang berada dekat dengan bandara.

Malam harinya kita makan di Haim Chicken Inato. Yumm! Bener-bener the best ayam panggang (BBQ) di Puerto Princesa. Bumbu BBQ meresap ke dalam ayam, dan dimakan cukup dengan potongan lombok dan sedikit kecrutan jeruk nipis. Tempatnya sendiri cukup nyaman, tersedia model Gazebo di Haim Chicken Inato, sehingga privasi lebih terjaga untuk yang datang bersama keluarga.

SONY DSC SONY DSC